Website Wapannuri
Bunny Surabaya

Yang baru kutulis...

 

 

(07/12//2014) KETIKA WAKTUNYA TIBA.... Dukacita akan menjadi sukacita, airmata akan menjadi tertawa. Ketika saatnya telah datang, ratapan akan berubah menjadi tarian, kesulitan  akan menjadi kesempatan, order berdatangan sekalipun kita terlelap. Ketika waktunya tiba, apa pun yang kita kerjakan akan menghasilkan.

Anda bertanya kapan waktu saya tiba ? Sayangnya itu pertanyaan yang salah. Seharusnya pertanyaannya adalah apa yang akan saya lakukan di masa penantian ini ? Karena setiap orang memiliki waktunya sendiri. Nanti akan ada waktunya kita berkelimpahan dan sudah pasti pula ada waktunya kita serba kekurangan. Itulah realita kehidupan.

Iman Dalam Kehidupan Sehari - Hari

Iman dalam kehidupan sehari-hari

Pertanyaan yang salah akan menghasilkan respon yang salah pula. Menanyakan kapan waktu saya tiba akan membuat kita tidak produktif, selalu merenung dan tidak memiliki kemampuan yang dibutuhkan untuk mengelolah kelimpahan berkat.

Sebaliknya, bertanya tentang apa yang bisa kita lakukan dalam kekurangan akan melatih diri kita tetap optimis, berpikir positif, rendah hati, beriman, mengandalkan Tuhan dan bersyukur selalu.

Jawaban anda atas pertanyaan kedua ini juga akan menentukan tindakan di masa penantian. Siapa yang sebenarnya menentukan "waktu kita" ? Manusia atau Tuhan, bos atau Tuhan, diri kita atau Tuhan ?

Memang benar pimpinan kita memiliki kekuasaan untuk menaikan atau menurunkan jabatan kita. Memang benar teman kita bisa menjatuhkan atau mendorong kita. Namun akhir hidup kita tidak benar-benar di tangan mereka. Kekuasaan mereka hanya sesaat, 8 jam sehari, 5 hari seminggu. Tetapi kita  bertemu Tuhan setiap saat dan setelah mati. Bahkan sebelum dilahirkan di dunia ini pun Dia sudah menentukan akan jadi apa kita nantinya.

Manusia boleh merencanakan, tetapi Tuhanlah yang menentukan. Manusia boleh menghambat karier kita, tetapi Tuhan sanggup menyingkirkan atasan yang membenci kita. Kita boleh menentukan target tahun ini, tetapi jika Tuhan tidak berkenan, setengahnya pun tidak bisa terealisasi.

Namun, ketika waktunya telah tiba. Bukit tantangan akan rata dengan sendirinya, Lembah masalah akan tertutup dengan ajaib. Bukan masalah besar bagi Tuhan. Apa yang tidak masuk akal itu semudah membalik telapak tanganNya. Apa yang kita sebut mujijat itu hanya sebuah kedipan mataNya.

Kembali ke pertanyaan diatas... Apa yang akan anda lakukan saat berada dalam masa penantian ?

Ketika Tuhan berkenan, maka Dia akan meluruskan jalan kita. Sebaliknya ketika murkaNya menyala atas kita, bukit tantangan akan ditinggikan, lembah masalah akan didalamkan. Ketika Tuhan menjadi musuh, siapakah yang dapat menolong kita ? Jadi, bersikaplah dengan bijak ketika berada di padang gurun !