Review Catridge Filter Air Depo Isi Ulang

Beda merk, beda harga dan pasti beda kualitas. Review filter air ini berdasarkan pengalaman pribadi membuka depo air isi ulang di rumah. Dari tidak bisa sampai bisa. Lihat jalur pengisian dan air buangan saja bisa saya perkiraan spare part yang perlu diganti. Kesimpulannya, beli yang kelas menengah, jangan cari yang murah karena hasil akhirnya berbeda.

Jenis catridge filter air depot isi ulang

Harga, Merk dan Kualitas

Harga adalah patokan dasar untuk menilai kualitas produk. Filter spun murah pasti beda dengan yang mahal. Bagi orang awam yang melihat dari bentuknya pasti tidak ada bedanya. Tetapi ketika dipasang, baru terasa perbedaannya.

Tidak ada istilah barang murah kualitas bintang lima. Karena produk berhubungan dengan bahan baku. Dan bahan baku itu banyak jenisnya. Memang sama-sama terbuat dari plastik, tetapi ada yang namanya plastik asli dengan plastik daur ulang. Sama-sama terbuat dari besi, tetapi yang satu ukurannya 3mm dan lainnya ukuran 2,8mm. Dan sekarang ini, menjual kabel 4,5m tetapi di beri label 5m bukanlah masalah etika dan integritas.

Inilah masalah marketplace online dimana penjual bisa menghilang setelah menjual. Dimana penjual bisa menipu pembeli dengan menampilkan foto yang tidak sesuai dengan aslinya. Dimana semua orang bisa membayar influencer untuk meningkatkan image produk dengan biaya yang relatif murah.

Sangat berbeda dengan toko offline dimana pembeli yang kecewa bisa datang kembali ke toko dan marah-marah meminta tukar barang atau kembali uang. Kita harus menghadapi mereka, dan rasanya dongkol. Karena itu, toko offline dituntut untuk menjual barang berkualitas sesuai dengan harganya. Tidak boleh cacat. Kalo cacat, harus ditukar.

Dan itulah salah satu sebabnya toko offline tidak bisa menjual lebih murah dari harg online. Ada biaya yang jelas tampak di depan mata, biaya barang yang dikembalikan pembeli.

Banyaknya produk baru di online membuat kita semakin bingung memilih produk yang setara antara kualitas dan harganya. Kendala yang kita hadapi:

  • Produk jelek dijual mahal
  • Produk bagus dijual miring
  • Produk baik yang kualitas = harga
Membandingkan harga dan melakukan penelitian produk

Pertanyaannya, bagaimana kita bisa memilih produk yang pas harga dan pas kualitas. Berdasarkan jumlah penjualan produk di toko ? Tidak bisa. Karena produk terlaris adalah produk yang harganya murah. Berdasarkan review pembeli ? Tidak bisa, karena anda dan saya yang juga pembeli….cenderung asal-asal review. Berdasarkan saran dari teman ? Bisa jadi, tetapi tidak selalu benar dan update.

Jawabannya adalah dengan mencoba barang tersebut. Karena saya tahu apa yang saya butuhkan. Dan kebutuhan saya berbeda dengan kebutuhan orang lain. Barang murah tidak selalu jelek. Tetapi umurnya lebih pendek dan kasar. Namun, kalau memang itu kebutuhan pembeli, dia akan memberi bintang 5. Jadi sebenarnya ada tiga kategori produk:

  • Produk murah - kasar dan umurnya pendek
  • Produk menengah - halus dan umurnya lumayan
  • Produk premium - sangat halus dan umurnya panjang

Di setiap kategori produk, selalu ada pemimpin pasar. Dan merk pemimpin pasar ini dijual lebih mahal dari kompetitor karena sebuah “merk”. Nah, disinilah overlapping produk terjadi.

  • Harga tertinggi produk murah = harga produk menengah
  • Harga tertinggi produk menengah = harga produk premium

Kesalahan yang umumnya terjadi adalah membeli merk terbaik segemen produk dengan harapan mendapatkan kualitas yang berbeda. Mengapa bisa terjadi ? Karena kita kurang informasi dan berpatokan pada merek. Padahal dengan harga yang sama atau selisih sedikit, kita bisa mendapatkan produk yang lebih baik.

Apa resikonya ? Kualitas produksi kita akan berbeda. Tetapi berbeda ke arah yang lebih baik, lebih berkualitas ! Bukankah itu resiko yang sepadan ?

Review Spun Filter 10”

Pertanyaan yang sering diajukan tentang jenis filter ini adalah :

  • Berapa lama mengganti cartridge spon ?
  • Pakai ukuran berapa mikron ? 1, 3, 5 atau 10 micron ?

Tidak ada aturan pasti kapan harus mengganti media filter air ini karena sifatnya relatif. Tergantung penjualan dan bahan baku yang digunakan. Setiap sumber air memiliki kualitas dan kebersihan air yang berbeda. Usia spare part juga ada pengaruhnya, tingkat perawatan mesin, merk spare part, musim panas atau musim hujan … dan faktor lainnya.

Patokan yang saya gunakan adalah supplier air isi ulang dan lamanya pengisian. Kalau di Surabaya, pilihan sumber air ada dua. Dari Pacet dan dari Prigen. Kualitas airnya berbeda. Sumber mata air yang digunakan juga akan berbeda. Meskipun sama-sama dari Prigen, sumber air A dan sumber air B memiliki kualitas air yang berbeda. Umumnya, semakin tinggi lokasinya, kualitas airnya lebih baik. Dan jika anda sering mengkonsumsi air isi ulang depo anda sendiri, akan bisa merasakan perbedaannya.

Untuk depo air isi ulang saya menggunakan sumber air Pacet. Entah perasaan saya atau memang demikian faktanya, air pacet lebih bersih dan lebih biru. Uji kualitas air yang benar memang harus melalui laboratorium. Di sana bisa di cek kandungan airnya. Sedangkan uji sederhana yang bisa kita lakukan adalah TDS, PH dan ciri fisik air.

Semakin sering kita mengisi tandon air kita, tentu semakin cepat pula mengganti cartridge filter air. Misalnya sebulan sekali dengan truk tangki 7.500 liter. Berarti kita harus ganti empat bulan sekali. Kalau sebulan dua kali pengisian, berarti ganti dua bulan sekali. Kalau isi tandon seminggu sekali, berarti setiap bulan ganti. Tetapi ini tidak mutlak. Selama spon tidak terlalu kotor, tidak perlu diganti.

Ganti spon katridge air yang kotor

Patokan yang pasti dari spon cartridge itu sendiri. Bentuknya kan seperti tabung, ada bagian luar dan bagian dalam. Cara kerjanya air masuk dari sisi luar ke dalam. Kotoran disaring dari bagian luar, jadi yang lebih dulu kotor pasti bagian luarnya dilanjutkan bagian dalamnya. Kalau bagian dalam masih bersih, berarti katridge masih layak digunakan. Kalau bagian dalamnya sudah kotor, berarti waktunya ganti. Pertanyaannya, seperti apa kotornya ?

Tergantung sumber air isi ulang yang anda gunakan. Bisa berwarna hitam atau kuning. Sumber air sumur dengan sumber air pegunungan akan berbeda. Warna kotoran ini sebenarnya penting untuk mengetahui bagian mana yang bermasalah. Kalau hitam pekat, berarti filter FRP yang berisi karbon bermasalah.

Warna asli cartridge spon adalah putih bersih. Kalau sedikit kotor, warnanya akan berubah menjadi kuning keputihan. Kalau agak kotor akan menjadi kuning muda. Kalau kotor berwarna kuning kecoklatan. Kalau coklat dan berkerak berarti anda terlambat. Pilihannya adalah ganti baru atau dibersihkan. Apakah filter spon bisa dibersihkan ?

Tergantung kebutuhan, kalau untuk air minum, idealnya ganti baru dengan sistem rolling. Kalau untuk filter air PDAM atau sumur bisa dibersihkan, walaupun sia-sia. Filter spun tidak bisa dibersihkan. Titik ! Memang bagian luar bisa dibersihkan, tetapi bagian dalamnya tidak bisa dibersihkan. Lagipula buat apa ? Toh harganya juga murah. Jangan kayak orang susah gitu dong.

Apa bahaya menggunakan spun filter yang sudah kotor ?

  • Konsumsi listrik lebih besar. Semua jenis media filter air adalah penghambat. Semakin besar hambatannya, semakin berat kerja pompa. Jika kondisi bersih, lama waktu pengisian segalon air 60 detik. Sedangkan pada kondisi kotor, lama waktu pengisian 70 detik.
  • Kualitas air berkurang. Masalah ini akan muncul jika semua atau sebagian filter kotor. Rasa dan bau juga akan berubah.

Berapa jumlah spon filter yang ideal ? Apakah semakin banyak cartridge, kualitas air akan menjadi lebih baik ? Tidak juga. Terlalu banyak malah jadi penghambat. Gampang pak, pompa airnya dibesarkan. Tidak semudah itu ferguso. Setiap bagian filter air memiliki batas maksimal tekanan. Lagipula, konsumsi listrik juga akan semakin besar. Pasti anda salah paham dengan watt pompa air.

Berapa sih konsumsi daya pompa sejuta umat, Shimizu PS-135e ? Anda pikir 135 watt ? Terus Shimizu PS 128 berarti 128 watt ? Salah besar om ! Daya yang dihisap Shimizu PS-135e adalah 1,5A. Kalau dijadikan watt, rumusnya Volt X Ampere. Atau 220volt X 1,5a. Hasilnya 330 Watt. Bukan 135 watt !

Saya tahu fakta ini setelah memasang solar panel untuk depo air isi ulang saya. Inverter yang saya gunakan PSW 500 Watt Continous dengan aki mobil 40 Ampere. Lah kok inverter-nya ngedrop, aki juga cepet habis. Kan gak mungkin bro.Lalu saya tes dengan watt meter. Dan hasilnya membagongkan ! Total daya yang digunakan adalah 350 - 370 watt. Alamak, salah kabeh ! Inverter kurang besar. Aki kurang besar. Panel surya kurang besar ! Salah kabeh wes…wes…

Padahal sebelum mengetahui kenyataan ini saya mau upgrade pompa air saya ke Shimizu PS-230. Coba tebak, berapa konsumsi listriknya ? 230 watt ? Gundulmu ! Yang benar adalah 550 watt (220v X 2,5A).

Spun catridge merk puretrex Spun catridge merk dewater

Mari kita bandingkan filter spon murah, kelas dibawah 9.000an dengan kelas menengah, diatas 10.000an. Ada dua perbedaan fisik yang segera kita ketahui. Spun yang paling murah diameternya lebih kecil dan spun filter yang mahal lebih atos.

Diameter yang lebih kecil berarti luas permukaannya lebih kecil. Daya saringnya juga lebih sedikit. Artinya lebih cepat kotor dan diganti.Lebih sering buka tutup filter air akan mempercepat kerusakan tabung filter (walaupun relatif umurnya panjang). Masalah ini sih tergantung pribadi masing-masing. Sekarang ini saya cenderung memilih filter yang diameternya lebih besar karena bisa digunakan lebih lama.

Catridge filter yang atos berarti lebih padat. Ibarat besi lubang dengan besi utuh, kemampuannya jelas berbeda. Dengan bahan baku yang lebih padat, maka daya saringnya lebih baik. Daya tampungnya juga lebih besar. Anehnya, walaupun lebih besar dan padat, kecepatan pengisiannya juga lebih baik. Logikanya kan hambatannya lebih besar, harusnya debit air menjadi lebih lambat, Ibarat orang gendut yang mampu berlari secepat orang langsing….^-^’

Saya lebih suka menggunakan spon catridge 10 micron karena berdasarkan pengalaman, dengan 5 tabung, catridge terakhir atau kelima tidak kotor sama sekali. Kalau terlambat ganti spun, hanya tabung pertama sampai ketiga saja yang kotor. Tabung keempat dan kelima masih cukup bersih dan sangat layak digunakan.

Memang ada orang yang menggunakan kombinasi 5 mikron dengan 10 mikron. Yang lebih ekstrem lagi menggunakan 12 tabung spun filter. Apa nda cape gantinya om ? Menurut saya, tidak ada manfaatnya, malah jadi penghambat.

Tetapi 12 tabung juga ada gunanya, jika diisi dengan media filter lain, seperti GAC, CTO, Anion, Resin atau softener lainnya.

Review Media Filter GAC dan CTO

Granular Activated Carbon (GAC) adalah karbon aktif. CTO (Chlorine Taste Odor) adalah karbon aktif. Sama-sama karbon, fungsinya juga sama. Yang berbeda adalah bentuk dan cara penyaringannya.

  • GAC adalah karbon berbentuk butiran yang dimasukkan ke dalam tabung. Air mengalir dari saluran bawah, melalui karbon lalu keluar.
  • CTO adalah karbon yang dipadatkan. Air mengalir dari semua sisi luar masuk ke bagian dalam baru dikeluarkan.

Mengapa ada dua jenis filter karbon ? Selain untuk diferensiasi produk, juga digunakan untuk memanfaatkan sisa produk. Ketika karbon diaktifkan, akan ada serpihan karbon halus yang masih bisa dimanfaatkan dengan cara dipadatkan. CTO biasanya juga disebut carbon block.

Isi GAC merk Garuda

Dengan bentuk yang lebih halus dan lebih padat, maka daya serapnya lebih besar daripada bentuk butiran kasar. Kekurangannya adalah daya hambatannya lebih besar. Dalam bahasa inggris ada istilah Absorption dan Adsorption. Hanya beda huruf “b” dan “d”, tetapi artinya berbeda jauh

Keduanya sama-sama menyerap. Absorption adalah menyerap, sedangkan Adsorption adalah menyerap dan mengikat. Absorpsi itu seperti busa atau spon, menyerap air tetapi ketika diperas, airnya akan terlepas kembali. Adsorption adalah menyerap dan tidak bisa dilepaskan secara mekanik seperti diperas. Ikatannya hanya dapat dilepaskan dengan reaksi kimia.

Memang benar karbon aktif bisa diremajakan kembali dengan cara dicuci dengan air sabun, biasanya menggunakan sabun cair seperti merk Sunlight. Caranya cukup direndam, diaduk dan dibiarkan selama beberapa waktu.

Semua GAC dan CTO terbuat dari batok kelapa sehingga aman digunakan untuk Depo air minum dan untuk rumah. Yang membedakan adalah kualitas bahan baku dan kualitas produknya.

Bahan baku karbon dibedakan berdasarkan nilai Iodine. Semakin besar nilainya, semakin besar pula daya serapnya. Meskipun sama-sama 1 Kg karbon, Iodine 1.000 bisa dipakai lebih lama daripada Iodine 600. Tentu saja, karbon dengan iodine 1.000 harganya lebih mahal daripada iodine 600.

Nah, meskipun sama-sama Iodine 1.000, kenapa harganya bisa berbeda ? Misalnya merk A, harganya Rp 10.000/kg, sementara merk B, harganya Rp 8.000/kg. Selain karena kekuatan merk, satu Kg tadi itu bersih atau kotor ? Basah atau kering. Inilah yang dinamakan kualitas produk.

Bisa saja, merk yang lebih mahal itu 1 Kg bersih, ketika dipasang di filter air, tidak perlu membuang banyak air untuk mencuci karbon. Sementara merk yang lebih murah lebih banyak ampas atau serbuk halusnya sehingga perlu banyak membuang air untuk membersihkan.

Merk GAC yang pernah saya coba:

  • Garuda -- kelas standar (dibawah 20 ribuan)
  • Dewater -- kelas menengah (25 ribu - 50 ribuan)

Kalau menggunakan Garuda, saya perlu membuang 4-5 galon air isi 18 liter baru berish. Sementara kalau menggunakan merk Dewater butuh 2-3 galon.

Faktor lain yang tidak ada di text book adalah rasa dan aliran air. Entah itu perasaan atau kenyataan. Yang saya alami, aliran air lebih cepat ketika menggunakan merk yang lebih mahal. Demikian pula dengan rasa airnya. Lebih enak, lebih mantap dan lebih natural.

Secara fisik, tidak terlihat perbedaan yang signifikan. Air sama-sama bersih, tidak berbau dan bening. Dan sampai saat ini saya selalu menggunakan kelas menengah, tidak tertarik lagi untuk menggunakan merk yang murah karena usia pemakaian yang lebih lama dan hasil yang lebih baik.

Tentu saja saya yakin kualitas airnya akan lebih baik lagi jika menggunakan merk premium yang harganya bisa sampai 100 ribuan. Tetapi menurut pendapat pribadi saya terlalu berlebihan untuk air isi ulang yang harga jualnya 5.000 rupiah pergalon. Merk premium ini lebih cocok dipakai untuk pabrik AMDK.

Pertanyaan yang sering tentang CTO dan GAC ini adalah perlu atau tidak ? Karena sistem depo air isi ulang kan sudah ada 2 tabung FRP. Yang satu pasir silika sedangkan tabung lainnya isi karbon. Buat apa pakai banyak karbon ? Mubasir atau bermanfaat ?

Kecepatan adsorpsi karbon itu ada batas minimalnya. Semakin lama air melewati karbon, semakin banyak pula senyawa yang bisa diserap. Tentu saja hal ini berpengaruh terhadap kecepatan pengisian galon. Kita maunya bersih dan cepat, tetapi hal ini tidak mungkin.

Penambahan GAC dan CTO memungkinkan penyerapan senyawa VOC yang tidak terserap di tabung FRP. Contohnya adalah zat besi dan timah. Senyawa ini memerlukan waktu penyerapan yang lebih lama dibandingkan dengan zat klorin. Tentu saja kualitas air akan menjadi lebih baik.

Gunakan nilai Iodine sebagai patokan

Apakah bisa menggunakan GAC saja tanpa CTO ? Atau CTO saja tanpa GAC ? Boleh, tidak ada efek sampingnya. Apakah bisa dipasang 2 GAC dan 2 CTO ? Bukankah semakin banyak, hasilnya semakin baik ? Betul, tetapi 1 GAC dan 1 CTO dalam satu sistem sudah cukup. Toh ketika semua senyawa organik terserap semuanya, karbon yang ada tidak ada kerjaanya selain nyeseki enggon (memenuhi tempat).

Sama halnya dengan memasang banyak catridge spon, ketika semua kotoran sudah tersaring, maka sisa filter yang dilewati tidak ada fungsinya. Kualitas air tetap sama meskipun diberi banyak filter. Tidak lebih bersih dan juga tidak lebih bening. Dari mana kita tahu filter kita pas atau berlebihan ?

Dari percobaan. Apakah dengan menambah filter atau mengurangi filter menghasilkan air yang berbeda ? Sebagai contoh, saya memiliki 8 tabung filter 10 inch. 6 filter berisi catridge spon, 1 CTO dan 1 GAC.

Katridge spon ke-enam tidak pernah kotor secara signifikan. Selalu relatif bersih. Yang kotor hanya sampai catridge ke-empat. Artinya, spon filter saya kebanyakan. Tidak perlu 6 tabung, cukup 4 tabung saja.

Tetapi jangan diartikan semua depo harus sama. Tidak bisa ! Karena tergantung dari bahan baku air yang digunakan. Karena sumber air saya bersih, maka 4 tabung sudah cukup. Tetapi kalau sumber air saya kotor, mungkin perlu 5 atau 6 tabung.

Share this content