Website Wapannuri

KEPERCAYAAN, dasar TEAMWORK!

Sepandai – pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga!

Kepercayaan susah didapatkan tetapi mudah dihilangkan. Sepuluh kali kita mempercayai orang dapat langsung hilang hanya dengan satu kali kecurangan. Dan kepercayaan yang hilang tidak bisa dibangun lagi. Maka dari itu, sebelum anda berniat untuk menipu teman anda....pertimbangkan sekali lagi.

Dasar teamwork
Berapa harga diri anda ? Hanya kepercayaanlah yang bisa menilainya

Saya rasa, semua hubungan yang positif dibangun dengan sebuah kepercayaan. Baik itu hubungan bisnis, pertemanan, maupun kerjasama. Suatu hubungan tanpa kepercayaan bukanlah hubungan dalam arti sebenarnya.

Sebuah tim tanpa adanya kepercayaan tidak akan bertahan lama. Lalu apa yang membuatnya bisa bertahan, sekalipun tidak lama ? Gampaaang....jawabannya adalah uang. Sebagai contoh, sekalipun bos anda tidak mempercayai anda, kenapa anda tetap bekerja kepadanya ? Karena anda butuh uang. Lalu kenapa bos anda tidak memecat anda ? Karena dia belum menemukan pengganti anda. Kejam ? Memang itulah kehidupan !

 

DASAR TIMWORK ADALAH RASA PERCAYA
Sebuah pekerjaan besar atau proyek besar tidak akan bisa ditangani oleh satu dua orang. Kalaupun bisa, berarti anda men-sub-kan pekerjaan itu ke bagian yang lebih kecil atau melemparkan kepada orang lain. Meskipun kelihatannya anda sendiri yang mengerjakan proyek besar tersebut, tetapi kenyataanya dikerjakan oleh banyak orang. Di sini anda berdindak sebagai pemimpin proyek, dan rekan kerja anda sebagai anak buah proyek.

Kemana anda men-sub-kan pekerjaan tersebut ? Bisa ke A atau ke B atau ke C, tetapi yang pasti adalah ke orang yang bisa anda percayai! Dan ini adalah suatu bentuk timwork, outsourcing teamwork. Dan didasarkan oleh kepercayaan

Tetapi jika yang anda kerjakan adalah pekerjaan berskala lebih kecil, kemana anda melemparkan sub – sub pekerjaan tersebut ? Tentunya kepada rekan kerja anda. Rekan kerja yang mana ? Bisa si D atau si E, yang pasti orang yang anda kenal dengan baik dan mampu menyelesaikannya. Anda percaya kepada mereka kalau rekan anda mampu mengerjakannya. Saya sebut ini sebagai internal teamwork.

Mau outsourcing atau internal teamwork, semuanya membutuhkan dan didasarkan oleh kepercayaan.

 

HUBUNGAN TANPA KEPERCAYAAN
Ini sebuah kisah, kisah mengenai perjalanan hidupku. Aku sudah tidak mempercayai rekan kerjaku lagi.

Dasar Teamwork adalah kepercayaanJika anda pernah mengalami hal yang saya alami, maka respon pertama anda pasti, ”Kasihan banget elo ! Pasti sakit rasanya.” Iya....betul, sakit rasanya...panas...panas, benci...benci...ha..ha...ha....kata orang pinter,  orang yang sukses adalah orang yang bisa menertawakan dirinya sendiri...dan saya setuju akan hal ini.

Lalu mengapa aku masih mempertahankan timwork ini ? Sebenarnya sih....gak pingin tak pertahankan, ingin tak akhiri saja, tetapi ada beberapa pihak yang tidak menghendakinya. Kenapa kok ada pihak yang mau mempertahankannya ? Saya tidak tahu jawabannya. Mungkin seperti analogi bos dan karyawan yang saya tulis di atas.. Karyawan tetap memilih bekerja karena dia membutuhkan uang, sementara itu dari sisi bos tetap memperkerjakan karena belum menemukan penggantinya. Jadi jenis hubungan seperti apa dalam kasus ini ? Gak tau....yang pasti rentan konflik dan rapuh !

Apakah suatu hubungan yang retak bisa diperbaiki ? Hmm....susah untuk menjawabnya karena manusia belajar dari masa lalu dan pengalamannya.  Jadi teringat dengan Tuhan deh...

Tuhan, pencipta kita sudah tidak mempercayai kita lagi karena kebebasan yang diberikan kepada kita disalahgunakan. Tetapi bukannya si manusia meminta maaf karena kesalahannya, malahan dia menyalahkan Tuhan yang telah memberinya kebebasan. Tuhan diam saja disalahkan oleh manusia....bahkan....lebih lagi....Dia mencoba untuk mempercayai manusia terus menerus. Kok bisa ? Gak tau....yang aku tahu....pasti rasanyaaa luaaaar biasaaa saaaaakiiiiiit.......

Sebagai orang beriman....maka aku harus bisa meneladani Tuhanku. Dan ternyata.... kok rasanya gak isa yaaa... ha....ha...ha.... tak coba dulu deeeh....!

Demi apa ?
Sisi lain dari diriku bertanya – tanya....mengapa orang mau mengorbankan kepercayaan yang sudah dibangunnya dengan susah payah ? Apa yang mereka kejar ? Demi apa ? Kepercayaan harganya mahal....untuk apa ditukar ? Apakah untuk sesuatu yang lebih mahal dari kepercayaan ? Jika memang benar....apakah yang lebih mahal dari kepercayaan dan integritas ?

Ternyata dalam pencarianku....tidak ada yang lebih mahal daripada integritas serta kepercayaan. Yang lebih mahal gak ada, yang murah....banyaaak !

 

HARTA - TAHTA - WANITA
Kembali lagi kepada pencobaan yang dialami oleh Tuhan kita pada waktu pertama kalinya melayani manusia yang berdosa. Setan menawarkan harta dan tahta, atau bahasa jawanya duit dan nama beken.

Dengan duit kita bisa beli HP nokia terbaru, ganti mobil MVP dengan sedan, beliin istri kita hadiah mahal – mahal, dan makan enak tiap hari. Sebuah nama beken sangat penting bagi orang yang haus akan kekuasaan. Bagi yang belum pernah bekan gak akan pernah tau rasanya menjadi orang beken. Tetapi bagi yang sudah pernah menjadi beken....terus menjadi beken adalah suatu keharusan....dan itulah namanya candu beken.

Lalu, kenapa kok setan gak menawarkan wanita ? Alaaa.....gak usah ditawarin ama setan...kita – kita para lelaki liat cewek pake baju seksi aja udah pada melotot.  Hmmmm...jadi kebayang deh....seorang cewek pake baju putih transparan dengan rok mini...alaaa.....ala....hus...hus...stooop !

Hanya.....
Sebelum anda melangkah lebih jauh...pikirkan sekali lagi :
1. Anda berjuang menuju puncak....setelah sampai di sana, ternyata anda sendirian. Mau berbagi kesenangan dengan siapa ?
2. Manusia hidup tanpa membawa apa-apa, tetapi mati meninggalkan sebuah nama. Mau nama baik atau nama buruk ?
3. Siapa menabur akan menuai. Jika kita menabur saat ini kapan akan menuainya ? Waktu kita hidup atau setelah kita mati ? Jika setelah kita mati, lalu siapa yang akan menikmati hasilnya ?

17 Hukum Mutlak Teamwork
Kepercayaan adalah dasarnya, ke -17 hukum ini adalah pupuknya !

Share this content

ARTIKEL TERBARU

17 HUKUM TEAMWORK