Website Wapannuri

KETIKA ORANG BAIK MENDERITA (1-3) Seri Kepemimpinan Yusuf

Teman saya sejak kecil dimusuhi saudara-saudaranya karena orang tuanya paling sayang kepada dirinya. Dibelikan mainan paling mahal, baju paling bagus dan sering diajak keluar negri. Bukan salahnya menjadi anak bungsu, bukan salahnya juga memiliki wajah lucu dan ganteng. Dan juga bukan salahnya paling disayang sama bapaknya. Saking bencinya, dia mau dibunuh oleh kesepuluh saudaranya. Biar gak ada lagi pemain cadangan, pas jadi kesebelasan sepak bola !

Kisah hidup Yusuf dan artinya

 

SAYA BAIK, MENGAPA HARUS MENDERITA ?

Separuh dari anda yang membaca tulisan ini bertanya-tanya, "Apa salah saya sehingga harus mengalami penderitaan ini. Saya tidak pernah berbuat jahat kepada orang lain. Saya memang pernah melakukan kesalahan, namun saya belajar dari pengalaman tadi dan tidak pernah mengulanginya lagi. Seumur hidup saya hidup untuk kebaikan, namun apa balasannya ? Memang dia lebih baik dari saya ? Satu kesalahan saya dibalasnya berkali-kali. Saya diam saja, sakit rasanya. Namun saya tahu pembalasan akan berujung dengan pembalasan lainnya. Kapan berakhir ? Ya Tuhan, saya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Memang situ saja yang merasa disakiti ?"

Pantaskah setetes nila rusak susu sebelanga ? Seandainya memang tidak pantas, maka tidak akan ada peribahasa ini. Lalu mengapa anda masih bisa memaafkan kesalahannya ? Mengapa dia tidak bisa melupakan kesalahan anda ? Karena inilah kehidupan nyata. Karena itulah yang diajarkan oleh orangtuanya. Karena itulah yang dilihatnya sewaktu kecil dan membekas dalah hidupnya.

" Orang baik yang menderita itu bukan hal baru. Jadi, apa maksud semua hal buruk ini ? "

Keluarga ini, orangtua, adalah penyebab terbentuknya karakter jahat. Orangtua melakukan kesalahan, tidak mengaku salah, bahkan menyalahkan orang lain. Anak melihat dan menerimanya sebagai kebenaran. Di kemudian hari si Anak ditegur orangtuannya. Bukannya menyadari kesalahannya dan menyesal, sebaliknya si anak menyalahkan orangtuanya. Itulah lingkaran setan kehidupan. Children see, children do ! Orangtuanya juga menyalahkan orang lain. Anak dan Ayah sama-sama benar, yang salah kambing tetangga.

Ada dua kebenaran yang kita kenal. Kebenaran obyektif dan kebenaran subyektif. Kebenaran obyektif adalah kebenaran yang diterima seluruh dunia sedangkan kebenaran subyektif itu diterima beberapa orang saja. Membunuh, mencuri, korupsi, memperkosa itu salah dan merupakan kebenaran obyektif. Sementara membalas kejahatan dengan kejahatan adalah kebenaran subyektif. Beberapa orang setuju sedangkan lainnya tidak.

Karena bersifat subyektif maka timbulah konflik. Tuhan itu ada, ini kebenaran obyektif. Namun Tuhan orang kristen berbeda dengan Tuhan orang islam, hindu atau budha. Tuhan mana yang asli ? Menurut orang nasrani, Tuhan Yesus itu asli, lainnya palsu. Demikian sebaliknya menurut orang. muslim. Tuhannya lah yang asli. Temukan dua agama ini dalam satu forum, maka hasilnya akan menjadi debat kusir karena perbedaan sudut pandang dan dasar yang digunakan.

Jadi, bagaimana mungkin orang yang sejak kecilnya diajarkan kesalahan sebagai kebenaran akan mengerti kebenaran sejati ? Bagaimana mungkin dia bisa menerima bahwa kejahatan harus dibalas dengan kebaikan. Separuh hidupnya melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa kejahatan harus dibalas dengan kejahatan. Karena itulah anda menderita ! Orangtua anda mengajarkan kejahatan harus dibalas dengan kebaikan. Nilai anda bertolak belakang dengan nilainya.

Kesebelas kakak Yusuf hidup dalam kelicikan Yakub. Mereka melihat bapaknya mengakali mertuanya. Mereka melihat konflik rumah tangga kakak-beradik Lea dan Rahel untuk mendapatkan cinta suaminya. Mereka melihat cinta ibunya bertepuk sebelah tangan. Mereka melihat kakeknya menjahati ayahnya dan bapaknya membalas.

Ishak memberkati Yakub atas kelicikan ibunyaSedangkan Yusuf dibesarkan ketika Yakub telah bertemu Allah dan berubah menjadi Israel. Kejadian terbesar dalam masa kecilnya adalah melihat ayahnya yang maha benar bertekuk lutut meminta maaf kepada Esau. Dia melihat reuni mengharukan antara adik dan kakak yang telah berpisah selama puluhan tahun. Yusuf tahu bahwa ayahnya telah menipu pamannya, hendak dibunuh sehingga melarikan diri.

Yusuf dibesarkaan dalam pengampunan dan kebenaran sementara saudara-saudaranya dibesarkan dalam pembalasan dan kelicikan. Karena itulah Yusuf memiliki karakter yang berbeda. Dia baik, mereka jahat. Dia polos, mereka licik. Dia tahu benar salah, mereka hanya tau kesalahan yang dibenar-benarkan pada akhirnya akan diterima sebagai kebenaran.

Yakub melihat kebaikan dalam diri Yusuf, karena itulah dia menyangi melebihi anak-anak lainnya. Yakub melihat kelicikan masa lalunya ditiru kesepuluh anaknya dan hendak menjaga Yusuf agar tidak menjadi seperti kakak-kakaknya. Misi yang imposible !

Dia melihat masalahnnya adalah kemiskinan. Karena dulu hidupnya serba kekurangan maka Yakub melakukan segala macam cara, yang halal maupun haram untuk memperoleh kekayaan. Dia berpikir seandainya kaya, mungkin tidak menjadi seperti sekarang ini. Karena itulah Yakub mencurahkan semua kekayaannya untuk kesejahteraan Yusuf. Moga-moga saja anak ini tidak menjadi seperti dirinya.

Tidak ada orangtua yang sempurna. Terlalu sayang anak itu tidak baik karena akan menjadikannya manja dan tidak bertanggungjawab. Dia pikir, bapaknya akan membela dirinya tentang segala sesuatu. Selama berada dalam rumah, memang benar. Tetapi di luar rumah lain urusannya. Yusuf tidak mengerti hal ini karena memang tidak diajarkan bapaknya mengenai betapa keras dan jahatnya kehidupan nyata.

Dengan enteng, dia menceritakan mimpinya, " Kakak-kakak, papa dan mama bertekuk lutut di hadapanku...di dalam mimpiku. Eh....ada lagi, bahkan bulan dan bintang pun sujud menyembah kepadaku ! "

Kurang ajar sekali anak ini, pikir bapaknya. Dipanggilnya Yusuf, " Nak, gendeng koen ! Lu pikir diri elo itu siapa ? Mobil Lu itu babe yang kasih ! Makan minum masih ikut babe ! Lu itu jangan sok ! Gak iso cari duit ae sombong sekali ! Jaga mulutmu ! Jangan diulangi lagi ! "

Orang yang hidup dalam kepahitan tidak bisa melihat kebaikan. Sekalipun hal-hal baik terjadi dalam hidupnya, tetap dianggap sebagai kepahitan. Hanya Tuhanlah yang mampu merubah hati manusia melalui penderitaan yang dahsyat. 10 kakak Yusuf senang melihat adik manjanya dimarahi bapaknya. Namun dalam sekejap berubah menjadi kebencian yang semakin besar. " Yuk kita buat adik manis kita ini dimarahi lagi. Biar kapok ! Dendamnya semakin membesar. Kebenciannya menguasai diri mereka sehingga kehilangan akal sehatnya. "

Coba pikir, mana ada kakak yang tega membunuh adiknya sendiri karena masalah mimpi. Gak ceng li blass ! Sebuah mimpi ! Kumpulan kata-kata tanpa arti yang berasal dari bunga tidur. Tetapi jika sudah gelap mata, apapun bisa terjadi ! Suami membunuh istrinya, istri memotong kemaluan suaminya. Anak-anak membunuh orangtuanya atau orangtua membunuh anak-anaknya.

Kejahatan akan memunculkan kejahatan lainnya, dendam akan memicu dendam lainnya. Seperti sebuah lingkaran yang tidak berujung pangkal. Kepuasan karena pembalasan hanya berlangsung sesaat. Kemudian timbul keinginan membalas yang lebih besar lagi. Sampai akhirnya kita merasakan kekosongan jiwa. Mengapa bisa demikian ? Karena pada dasarnya kita dibuat dari benih kebaikan. Kita diciptakan dari Allah yang maha pengasih dan penyayang. Gen dasar kita adalah kebaikan, bukan kejahatan.

Tetapi kita tinggal dalam dunia yang ter-distorsi. Apa yang benar dianggap sebagai kesalahann. Sedangkan yang salah namun banyak pengikutnya dianggap sebagai kebenaran. Apa yang kita lakukan akan mempengaruhi orang lain, setidak-tidaknya keluarga kita sendiri.  Anaak-anak mendengar perkataan kita namun melakukan hal yang sama seperti yang kita lakukan. Perbuatan berbicara lebih keras daripada perkataan. Kelahiran Yusuf membuat Yakub nekad pergi meninggalkan mertuanya.

" Kemandulan Rahel, kelahiran Yusuf, kepergian Yakub...

itu bukan kebetulan ! "

Mengapa tidak dari dulu saja Yakub minggat ? Mengapa menunggu kelahiran Yusuf ? Karena rencana Tuhan. Bagi Yakub sudah cukup. Sudah cukup lama aku bersabar, sudah cukup lama aku menderita, sudah waktunya penderitaan ini harus kuakhiri. Enough is enough, it's time for change ! Pokok'e aku wes gak kuat lagi tinggal serumah dengan mertua bajingan seperti ini ! Selain itu, secara keuangan sudah mandiri. Sudah bisa membiayai kehidupanku. Persiapannya sudah selesai. It's time for action !

Tetapi tujuan utama Tuhan adalah pengampunan. Dia mau menyiapkan Yusuf kecil untuk mengampuni kesalahan saudara-saudaranya. Seberapa besar kesalahan seseorang, mereka patut diampuni. Sekalipun menyakitkan hati kita, pengampunan menyelesaikan masalah. Pengampunan adalah kebahagiaan sejati.

Jika anda pikir segala sesuatu yang terjadi dalam hidup anda tidak memiliki arti bagi kehidupan yang akan datang, maka anda salah. Yusuf kecil kebingungan melihat ayahnya yang perkasa dan tidak pernah salah sujud menyembah orang asing berbulu berbadan kekar itu. Hatinya tersentuh haru melihat bapaknya dan pria berbulu itu berpelukan sambil menangis bersama-sama.

Baru di kemudian hari Yusuf tahu bahwa bapaknya telah menipu kakaknya dan tidak pantas diampuni kesalahannya. Dia belajar, bahwa kebesaran hati memaafkaan kesalahan orang lain itu hal yang baik dan berkenan di hadapan Allah. Itu tindakan benar. Modal yang akan diperlukan Yusuf 33 tahun mendatang.

 

PENGAMPUNAN : KABAR BURUK UNTUK ANDA

Sebentar Pak, seumur hidup saya tidak pernah berbuat jahat kepada orang lain. Sekarang ini saya di-jahat-i tanpa sebab. Saya mungkin melakukan satu kesalahan terhadapnya, saya sudah mengaku salah dan meminta maaf kepadanya. Saya sudah berubah menjadi lebih baik semenjak peristiwa itu. Saya pikir, saya sudah banyak melakukan kebaikan kepadanya. Balasan yang saya terima adalah kata-kata pedas yang bikin sakit hati.

Pengampunan adalah bentuk kasih terbesar

Saya melakukan satu kesalahan karena emosi. Tetapi dia, berbulan-bulan menganiaya saya dengan sengaja. Selama ini saya mengalah, meskipun sakitnya tuh disini, gak ilang-ilang lagi sampai sekarang. Dia pikir saya bukan manusia yang gak memiliki perasaan dan harga diri ! Saya juga emosi Pak, tapi saya tahu kejahatan yang dibalas dengan kejahatan tidak akan ada akhirnya. Saya sadar, dia yang tidak sadar dengan perbuatannya.

Sekarang anda minta saya mengampuni dirinya ? Enak saja ! Gak punya otak kali saya ! Kesabaran itu ada batasnya Pak ! Tunggu saja, kalau keadaan saya lebih baik nantinya. Tak bales koen ! Aku loh nothing to lose ! Dia yang gak tau diri ! Diajari apa sama orangtuanya ? Orang kok gak tau terima kasih ! Apa kamu gak tau, apa yang kamu tabur itu akan kamu tuai ! Tak doa-kan dihajar Tuhan koen ! Abis itu tak hajar habis-habisan ! Biar tau gimana rasanya berada di posisiku !

Mbok pikir aku iki sabar terus isa mbok injak-injak gitu ! Salah, justru sebaliknya....aku iki kejam, aku takut kalo wes gelap mata...habis kamu ! Jangan paksa daku untuk menghajar dirimu ! Sadar'o sebelum terlambat ! Pengampunan ??? Bukan aku yang butuh...kamu yang perlu belajar tentang pengampunan. Liaten dirimu, hancur gitu dimakan dendam kesumat yang mbo ceng li !

" Ya Betul !

Bukan anda yang salah dan anda juga yang harus mengampuni. "

Jadi apa solusinya dong ? Ya diakhiri saja hal ini ! Ingat Pak...saya nothing to lose. Good !! Silahkan diakhiri, tapi Tuhan tidak akan melepaskan anda. Ujian ini akan anda hadapi di kemudian hari. Bisa seminggu lagi, sebulan lagi, setahun atau bahkan 10 tahun lagi. Mengapa ? Karena Tuhan tau anda baik dan bisa diajari hal-hal yang lebih baik lagi. Dia akan mengangkat anda naik menjadi kepala, bukan ekor. Anda memiliki kelas tersendiri, high class menurut sudut pandang Tuhan.

Orang seperti anda inilah yang dicariNya. DituntunNya ke jalan yang benar dan diberkatiNya agar bisa menjadi saluran berkat bagi orang lain. Anda pikirkan kembali, mana mungkin Tuhan akan memberkati orang yang bisanya membalas kebaikan dengan kejahatan. Akan jadi seperti apa dunia ini jika orang jahat yang disayang Tuhan ? Justru sebaliknya, andalah prioritas pertama didikan Tuhan. Dia menghajar sekaligus memberkati.

Jangan iri dengan mereka yang menjahati anda. Buat apa anda menjaga hati dan jiwa jika jadinya seperti ini ? Memang kelihatannya tidak ada untungnya bagi anda hidup kudus dan berkenan di hadapan Allah. Memang dada ini menjadi sesak karena tetap sabar di injak-injak. Memang sulit untuk berdoa beri aku kesabaran Ya Tuhan. Lebih gampang berdoa, hajar dia Tuhan....jangan kasih ampun ! Hajar sampe mampus !

Tuhan itu aneh, Dia sayang kepada saya, Dia mendidik saya. Tapi caranya seperti ini. Memang tidak ada cara lainnya yang lebih baik ? Tuhan kok senang liat anakNya menderita, sakit hati tau !! Yang salah situ, kok aku yang diajar. Kalo memang kamu itu Tuhan, ajaren yang salah. Berkati yang benar ! Ojok kebalik, yang salah dibiarkan yang benar diajar tanpa ampun.

Yusuf dijual saudara-saudaranya ketika berumur 17 tahun. Diangkat menjadi penguasa Mesir ketika berumur 30 tahun dan melihat mimpiNya menjadi kenyataan ketika berumur 39 tahun. Artinya, dia membutuhkan waktu 22 tahun untuk mempelajari tentang konsep pengampunan. 13 tahun lamanya dia mempertanyakan keadilan dan keberadaan Tuhan.

Terimalah dulu konsep pengampunan ini, Tuhan tidak menuntut anda harus bisa mengampuni orang yang menyakiti anda saat ini juga. Semuanya membutuhkan proses. Akan ada waktunya nanti, tulisan ini akan menjadi rhema anda. Pada saat itulah, momentum itulah, kuasa Tuhan akan bekerja atas anda karena pengampunan adalah anugerah ! Pengampunan bisa diusahakan tetapi hati yang  mengampuni adalah jamahan kuasa Tuhan.

Jadi Pak, mengapa saya yang dihajar Tuhan ? Kan bukan saya yang salah ! Mengapa bukan dia ? Karena itu bukan urusanmu ! Sekarang yang perlu diurus itu Kamu dengan Tuhan, bukan antara Tuhan dengan dia. Untuk masalah kali ini, memang benar dia yang salah. Kamu tidak salah. Jadi mengapa kamu tetap diajar ?

Karena standar kesempuraan manusia dengan Tuhan itu beda jauh. Perbedaannya bumi dengan langit. Memang kamu lebih baik dari dia. Jauh lebih baik daripada dia. Bahkan diantara manusia-manusia lainnya kamu di atas rata-rata. Masalahnya Tuhan tidak puas dengan kebaikanmu,  masih jauh dari sempurna.

Bukankah tujuan hidup kita di dunia ini adalah menjadi sempurna seperti Allah ? Walupun itu mustahil, namun itulah kehendakNya untuk manusia. Itulah tujuan Tuhan menciptakan anda di sini, di tengah masalah yang kamu hadapi, agar menjadi manusia yang lebih baik lagi menurut standarNya, bukan standar manusia.

Pengampunan adalah bentuk kedewasaan rohaniDibandingkan dirinya, kelebihanmu jauh lebih banyak. Masalahnya itu Tuhan melihat potensi dirimu masih belum maksimal. Dirimu itu masih bisa diasah lagi, masih bisa dimurnikan lagi, masih tersisa banyak bahan untuk dibentuk. Dan kamu nurut mesikpun ngomel-ngomel. Gak apa-apa ngomel ke Tuhan, itu lucu buat Dia ! Itu menandakan kamu manusia ciptaanNya. Tambah ngamuk, tambah digoda Tuhan. Persis seperti yang saya lakukan kepada anak saya.

Digoda ngamuk, tambah tak goda terus. Tambah ngamuk, tambah lucu ! Lah, nek nangis yak apa Pak ? Gampang...dijejeli es krim !

Langsung diem cep ! Tambah lucu... tangannya megang es krim sambil nangis sesunggukan. Mulutnya cemot belepotan, terus dikitik-kitik. Wes selesai...ngguyu sekarang ! Wes lupa sama masalahnya tadi...nangis gara-gara apa ya ?

Tuhan punya banyak cara untuk menghibur anda. Berkat yang akan membuat anda lupa dengan semua penderitaan yang telah anda alami. Bukankah itu arti dari nama Yusuf sendiri, Allah telah menghapuskan penderitaanku dan memberkatiku.

Kelebihanmu memang banyak, demikian pula kekuranganmu. Sempurna berarti tanpa kekurangan. Masalah yang kamu hadapi ini karena Tuhan mau menjadikan dirimu sempurna. Karena itu yang namanya kekurangan harus dibabat habis sampai ke akar-akarnya. Mau gak menjadi manusia yang sempurna menurut sudut pandang Allah ? Sooory soro loo broo, kamu gak punya pilihan. Mau atau tidak mau itu adalah rencananya Tuhan.

Kamu gak mau menjadi sempurna...gak masalah...tetep ae diproses berkas-berkasnya ama Bos di atas sono. Pilihanmu cuman nolak atau nurut ! Nek kamu ngondok meskipun dikasih es krim Macedonia...Tuhan gak isa apa-apa. Tapi nek kamu nurut, hatiNya Tuhan akan rontok melihat tangismu. Dikasih emboh (tambah) es krim lagi !

Baik Pak...tapi jangan harap saya bisa memaafkan dia. Nehik ! No way ! Go To Hell so pasti ! Gak apa-apa karena nanti kuasa Tuhan yang akan bekerja. Kutukan yang hendak kamu ucapkan akan diubahNya menjadi berkat ! Bahkan kamu sendiri akan bingung....loh kok isa aku ngomong kayak gini ? Pikiranmu boleh negatif, tapi tindakanmu malah menjadi positif. Karena yang namanya pengampunan adalah anugerah !

 

MENGAPA YUSUF MENANGIS ?

Tiga kali Yusuf bertemu dengan saudara-saudaranya. Dan 3 kali juga dia menangis secara sembunyi-sembunyi. Pertemuan pertamanya,  ketika kesepuluh kakaknya saling menyalahkan waktu dulu hendak menjual dirinya. Dia meronta-ronta, menangis, mengemis-ngemis layaknya anak manja, namun tidak dihiraukan. Kepahitan pertama dan terutama dalam hidupnya.

Mengapa Yusuf menangis. Karena dendam atau karena rindu ?

Karena Yusuf manusia biasa, saya yakin tangisannya lebih disebabkan karena kemarahan, kebencian dan keinginan membalas dendam. Mana ada orang yang disakiti sedemikian rupa bisa begitu saja melupakan kejadiannya ? Tibalah saat pembalasan...begitu pikirnya....terima kasih Tuhan atas kesempatan ini.

" Kami semua sujud menyembah di kakimu ? Mimpi kale ! Sebentar lagi elu mampus ! Buktikan mimpi mbanyolmu itu ! Bulan dan Bintang ikut nyembah kamu ! Nih ! Mampus lu ! " teringatlah Yusuf dengan ejekan kakak-kakaknya.

Seplaaaak !! Ditamparnya mulut Yusuf !! Ditendangnya, dikeplaki kepalanya ! Kejadian 22 tahun lalu muncul di kepalanya. Bau tengik penjara, belenggu kakinya, kesendiriannya selama ini. Kebenciannya lebih besar daripada kerinduannya. Barangsiapa tidak pernah disakiti orang, tidak akan pernah mengerti rasa sakitnya.

Ketika Yusuf melihat Benyamin, hatinya terharu karena rindu. Syukur kepada Allah, ternyata kamu sehat dan selamat katanya dalam hati. Tangisan terakhir Yusuf karena pledoi Yehuda membela Benyamin.  Dia rela mati menggantikan Benyamin dan saudara-saudaranya. Yehuda, singa buas yang tak kenal takut, rela mati demi adiknya. Tersentuhlah hati Yusuf dan menangis keras-keras.

Siapa bilang Yusuf tidak berniat membalas dendam ?  Rencana awalnya adalah membawa Benyamin ke dalam perlindungannya. Yang tidak masuk perhitungan Yusuf adalah pembelaan ke-10 saudaranya untuk adiknya itu. Dari situlah Yusuf sadar bahwa bukan dia saja yang diproses Tuhan, semua orang telah dihajarNya melalui kasus penjualan dirinya. Inilah salah satu alasan dimasukkan-nya kisah Yehuda dan Tamar di tengah-tengah cerita Yusuf.

Yusuf dijual saudara kandungnyaYehuda dipermalukan oleh menantunya sendiri di hadapan orang banyak. Yehuda harus mengakui kesalahannya di depan teman-teman baiknya sendiri. Dia kehilangan mukanya, harga dirinya dan anak-anaknya dalam satu kejadian. Karena menikahkan anaknya dengan seorang wanita bernama Tamar. Apa salah Tamar ? Tidak ada, lalu kenapa namanya disebutkan ? Karena salah satu anak Tamar adalah Peres yang merupakan salah satu nenek buyut Yesus.

Namun bagi Yehuda, setiap orang yang berhubungan dengan Tamar akan mati. Anaknya yang sulung, menikah dengannya lalu mati. Anaknya yang kedua juga mati karena berhubungan dengan Tamar. Karena itu anak terakhirnya disembunyikan dengan berbagai alasan. Kalo ketemu Tamar pasti keok deh. Lebih baik kamu ae sing mati dulu, cik Tamar. Wes gak mati-mati, ternyata malah diri Yehuda lah yang terjatuh dalam pelukan Cik Tamar. Jangan-jangan sebentar lagi dirinya akan mati juga !

Kelihatannya Allah kita ini suka menganugerahi janda-janda dan wanita kesepian. Setelah Tamar, Allah memilih janda Rut yang ditinggal mati suaminya dan memutuskan memelihara mertuanya yang juga janda. Dilanjutkan dengan Betsyeba yang suaminya dibunuh Daud. Grand masternya adalah Maria yang memperanakan Yesus secara "ajaib".

Dari awal saya mengatakan bahwa pengampunan adalah anugerah dan kuasa mengampuni berasal dari Allah. Apa yang ada dalam pikiran akan berbeda dengan apa yang keluar dari mulut. Mengapa bisa begitu ? Saya tidak bisa memberikan penjelasan yang masuk akal. Jawaban terbaik saya karena Tuhan itu benar-benar ada.

Bagaimana saya tahu bahwa saya benar-benar telah mengampuni orang jahat itu, bajingan itu ? Ketika kita berani berkata, " Aku memang sakit hati dengan perbuataanmu itu ! Tapi sekarang aku tahu kasus ini adalah rencana Tuhan." Seperti yang dikatakan Yusuf:

" Akulah Yusuf, saudaramu, yang kamu jual ke Mesir. Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu. Karena telah dua tahun ada kelaparan dalam negeri ini dan selama lima tahun lagi orang tidak akan membajak atau menuai. Maka Allah telah menyuruh aku mendahului kamu untuk menjamin kelanjutan keturunanmu di bumi ini dan untuk memelihara hidupmu, sehingga sebagian besar dari padamu tertolong. Jadi bukanlah kamu yang menyuruh aku ke sini, tetapi Allah; Dialah yang telah menempatkan aku sebagai bapa bagi Firaun dan tuan atas seluruh istananya dan sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir. "

 

KESIMPULAN
Anda baik, ganteng, dikagumi dan dihormati kawan maupun lawan. Menurut penilaian diri anda sendiri pun lebih baik dan diatas rata-rata. Sempurna dihadapan manusia, namun tetap sampah di hadapan Allah !

Anda tahu tujuan hidup ini adalah memuliakan Tuhan dengan segenap tubuh, segenap jiwa dan segenap roh. Anda juga tahu harus sempurna seperti Allah, atau setidaknya mirip Yesus. Disalibkan tanpa sebab namun berdoa, "Ya Bapa, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan."

Itulah arti sempurna ! Seperti yang anda doakan sehari-harinya, pakailah aku untuk memuliakan namaMu dan jadilah kehendakMu.

 

Satu Berkat Perubah Kehidupan (2-3) | Seri Kepemimpinan Yusuf
Allah tidak pernah menampakkan dirinya ke Yusuf. Tidak ada nubuat ataupun mujijat. Yang ada hanyalah iman dan harapan.

Share this content

ARTIKEL TERBARU

PRINSIP KEPEMIMPINAN

KEPEMIMPINAN ROHANI

ARTIKEL LEPAS