Website Wapannuri

AIR SUSU IBU (ASI): KEAJAIBAN PROSES KEHAMILAN

Tubuh wanita secara ajaib melakukan penyesuaian ketika terjadi kehamilan. Mulai dari rahim, darah hingga payudara. Organ tubuh yang khas bagi seorang wanita ini (dan daya tarik bagi pria) akhirnya berfungsi sesuai dengan tujuannya: Pabrik Susu atau bisa juga disebut sebagai Air Susu Ibu. Jadi, alasan seorang wanita mengatakan bahwa ASI tidak keluar dari payudaranya adalah mitos yang salah. Tubuh anda sudah mempersiapkan keajaiban proses menyusui ini lebih dari sembilan bulan masa kehamilan.

Anatomi payudara wanita yang menyusui

 

KEAJAIBAN PAYUDARA WANITA

Ketika seorang anak lahir ke dunia, drama kehidupan sdang dimulai. udara menerobos masuk ke paru-paru yang belum pernah digunakan, tetapi dapat berfungsi dengan sempurna. Seluruh anggota kelompok saluran bronkhial, otot-otot diafragma, dan semua komponen pernafasan lainnya harus bekerjasama sekaligus. Sekarang oksigen disaring ke dalam sel-sel darah melalui paru-paru, tidak lagi melalui plasenta.

Bahkan jantung bayi itu harus melakukan renovasi. Sebelum kelahiran, hanya sepertiga darah janin - jumlah yang dibutuhkan untuk memberi makan jaringan paru-paru yang sedang berkembang - yang mengalir ke paru-paru. Arteri yang terpisah, ductus arteriosus, menyalurkan dua pertiga volume darah ke arkus aorta untuk dialirkan langsung ke seluruh tubuh. Tetapi sejak saat kelahiran, semua darah harus melewati paru-paru untuk oksigenasi. Demi menghasilkan perubahan ini, perstiwa menajubkan terjadi.

Untuk merespon sinyal kimia, sebuah katup mendadak turun seperti tirai, mengalihkan aliran darah, dan sebuah otot mengertukan ductus arteriosus. Otot itu berkembang, seperti semua otot lain, melalui proses besar-besaran pembelahan diri sel dan pertumbuhan dengan embrio. Tetapi ia hanya dibutuhkan untuk satu tugas ini. Begitu saluran ekstra itu tertutup, secara permanen jantung akan menyegelnya dan perlahan-lahan tubuh akan menyerap ductus arteriosus.

 

Janin itu sekarang sudah menjadi bayi, bebas dan mandiri, namun masih belum mampu menghidupi dirinya sendiri. Untungnya, tubuh wanita sudah mempersiapkan diri untuk situasi seperti ini sejak kira-kira berumur 11 tahun. Anak-anak lelaki dan perempuan yang lebih kecil memiliki sel-sel yang nyaris identik di bagian atas batang tubuh mereka, termasuk puting susu yang sama. Di bawah kulit, sel-sel spesifik yang berhubungan dengan produksi lemak dan susu berada dalam kondisi primitif dan "tertidur". Tetapi saat pubertas, hormon tertentu yang hanya ada pada wanita mulai keluar perlahan-lahan. 90% dari sel tubuh tidak memperdulikan zat kimia ini; sel-sel payudara, di antaranya, mendengarkan.

Secara spektakuler jumlah mereka berlipat ganda dan membentuk simetri sempurna payudara dewasa. Begitu ukuran tertentu tercapai (ada yang mini, medium dan jumbo), mereka langsung berhenti membelah diri. Selama bertahun-tahun mereka menunggu lagi, non-aktif. Sel-sel payudara menjadi tua, mati dan digantikan setiap tahun, tanpa pernah menghasilkan susu seperti maksud keberadaan mereka.

Selama kehamilan, progesteron dan esterogen, hormon yang sama dengan yang melemaskan ligamen, menebalkan dinding rahim, dan yang juga secara tidak langsung menyebabkan mual, mengunjungi payudara. Sel-sel yang selama ini bersiaga dalam ketenangan, tiba-tiba menerima panggilan untuk bertugas. Hormon-hormon lain mengalir melewati sel-sel payudara ini setiap hari selama bertahun-tahun tanpa memberi pengaruh apa-apa. Mereka hanya dilirik dengan sedikit rasa ingin tahu tanpa diperdulikan, mirip dengan orang sekilas melihat surat-surat yang diterima tetangga. Tetapi hari ini, pesan itu berlaku bagi sel-sel payudara yang tadinya hidup damai.

Perubahan bentuk payudara ibu hamilApa yang berikutnya tidak bisa disebut sebagai kegemparan, karena aktivitas itu berlangsung dengan teratur. Tetapi dalam sembilan bulan pabrik yang lengkap harus jadi, dibangun di atas fontdasi yang sudah ditanam selama pubertas. Pertama-tama, setiap sel yang dipanggil mendapat tambahan kekuatan melalui perkembang-biakan. Ia membelah diri dan membelah diri sampai akhirnya tersedia cukup sel untuk menyusun diri menjadi saluran. Kemudian saluran itu mulai bercabang, dan lobulus dan cabang-cabang ini menanamkan diri ke lemak di sekitarnya dalam jaringan payudara.

Sel-sel lemak di sekitarnya, membaca pesan dari hormon yang sama persis dengan cara berbeda. Bagi mereka, pesan itu berbunyi, "Bersiaplah untuk mengurangi jumlah kalian. Kalian harus menyerahkan lemak dan ruang kalian untuk memberi tempat bagi duktus-duktus baru dan sel-sel pabrik susu. Lepaskanlah zat-zat kalian untuk didaur ulang." Paradoksnya, hormon yang sama ini juga menghambat produksi susu sampai waktunya tiba.

Mendapat sinyal yang sama, pembuluh darah di payudara memanjang, kulit tumbuh untuk mengakomodasi bentuk yang membesar, dan otot-otot pektoral menguat untuk menyangga beban baru. Di tempat jauh, sel-sel yang bertanggungjawab untuk nafus makan dan selera memberi respons pada pesan yang sama dengan memicu ngidam yang aneh dan tidak biasa, juga beberapa perubahan mendadak yang mungkin tidak dipahami tubuh, tetapi tetap dipatuhi juga.

Setelah beberapa bulan, hormon-hormon baru dari plasenta yang sudah tidak ada bergerak ke payudara, dan beredar di antara sejumlah sel-sel yang sekarang berkukmpul di tempat yang tadinya hanya diisi oleh satu sel duktus. Hormon-hormon ini mengumumkan bahwa waktunya sudah tiba, dan pabrik baru langsung berjalan. Sel-sel yang melapisi duktus membuka dinding selnya untuk memungkinkan sekresi merembes keluar ke dalam saluran itu. Saluran itu sendiri, yang belum pernah dialiri apa pun sebelumnya, mungkin tersumbat oleh zat yang terlalu kental untuk mengalir dengan mudah. Jika itu terjadi, sang ibu akan merasakan nyeri yang menyatakan adanya pembengkakan, dan perawat atau mungkin ibunya akan memberitahu bagaimana cara mengeluarkan susunya sedikit.

Ke tengah krisis ini muncul makhluk hidup yang baru. Si bayi tidak memiliki pengalaman - ia belum pernah menjadi bayi sebelumnya. Ia belum pernah melihat payudara, dan bahkan belum pernah membuka matanya. Tetapi seorang bayi tahu apa yang harus dilakukan begitu mengalami kontak dengan payudara seorang wanita.

Seorang insinyur pintar, yang mengetahui bahwa cairan bergerak dari bidang bertekanan tinggi ke bidang bertekanan rendah, bisa terkagum-kagum melihat mekanisme penyedotan ini. Bayi menciptakan tekanan rendah di faring dengan mengatupkan mulutnya pada bidang kulit yang lentur, dan kemudian menkontraksi otot-otot superio faringealnya, sambil tidak lupa menutup glotis, untuk mempertahankan ruang vakum bertekanan rendah dan juga mencegahnya tenggelam dalam cairan itu. Seorang ahli gizi pasti akan kagum dengan kandungan vitamin, mineral, nutrisi, antibodi, dan makrofage dalam susu ibu. Bayi sama sekali tidak memikirkan ini, tetapi ia tahu kapan dan bagaimana caranya menghisap.

Dalam sifat simbiosis yang indah dalam menyusui, sekarang sang ibu memerlukan sang bayi, seperti sang bayi memerlukan ibunya. Duktus yang tersumbat dan saluran yang membengkak di payudara tidak memiliki alternatif mudah lain untuk melepaskan diri dari penyumbatan dan nyeri. Payudara dirancang untuk memenuhi kebutuhan bayi. Pesan terakhir dari plasenta sebelum dikeluarkan, daya hisap, dan bahkan tangisan bayi, semuanya bekerja sama untuk merangsang aliran susu.

 

KOMPOSISI DAN KANDUNGAN ASI

Komposisi GIZI ASI

 

Keajaiban Proses Kehamilan
Proses kehamilan dan kelahiran bayi itu ajaib. Pernahkah anda membayangkannya ?

Share this content

ARTIKEL TERBARU

SERI KEHAMILAN

OBAT TRADISIONAL

SERI OLAHRAGA

ARTIKEL LEPAS

 

  • Minyak Goreng Botol
  • Minyak goreng sehat Golco
  • Minyak goreng murah