Website Wapannuri

Ambil Pen Patah Tulang Selangka Tahun Lalu

Dua Tahun lalu, tepatnya 2 Oktober 2012 saya kecelakaan tunggal sehingga tulang selangka kanan patah. Masuk rumah sakit Siloam untuk disambung lagi dengan menggunakan pen oleh Dr. Stephanus. Anda bisa membaca lebih lanjut tentang proses penyembuhan patah tulang di pengalaman patah tulang selangka. Tanggal 3 Februari 2014 lalu saya operasi pengambilan pen di RS Siloam Surabaya dengan Dr Stephanus juga.

Pen Tulang Selangka Kanan Saya

 

PROSEDUR DAN JADWAL OPERASI CABUT PEN

Kalau saya operasi ambil pen, otomatis 3 bulan tidak bisa kemana-mana. Kalo plat yang menempel di bahu kanan saya tidak di ambil nanti tuanya takut ada apa-apa. Lebih berat lagi, anak saya baru 2 bulan lebih dikit. Rasanya pertimbangan untuk tidak operasi lebih banyak deh. Sampai akhir Januari 2P014 lalu  istri saya nanya, " Kapan mau operasi cabut pen ?"

" Lah itu dia...kamu isa tah mbarengi sinyo sendirian ?" jawab saya.

" Aku lak masih cuti hamil sampe 23 Februari nanti, kalo gak dioperasi sekarang, terus kapan ?"

Otak saya berputar, betul juga. Tambah lama tambah gede arek'e. Kebutuhannya tambah banyak dan begitu juga masalahnya jadi lebih ruwet. Kalo tidak diambil sekarang rasanya gak ada kesempatan lagi. " Oke ! Tak tanyakan agen asuransinya, operasi cabut pen ini diganti atau nggak."

" Gak perlu tanya dokter Stephanus tah ? Kapan dia jadwalkan operasinya ? Tak BBMno ya." sahut istri saya yang cantinya selangit...^-^'

Anak saya adalah salah satu alasan untuk tidak operasi cabut penDokter tulang saya itu lucu loh...ha...ha...ha...pokok'e lucu. Tempo hari saya pernah lihat dia di JTV. Sebenarnya istri saya yang liat terus saya dipanggil. Liaten itu sapa ? Dokter tulangmu loh masuk TV. Soale dia sabar, kalem dan juga putih-putih imut gitu. Tiap kali di BBM selalu  dibales. Kadang cepet kadang lambat, tapi pasti di Reply. Yah...mungkin lagi operasi menyambung tulang orang lain.

Jadwal operasi cabut pen saya tanggal 4 Februari 2014, tanggal 29 Januari disuruh ambil surat pengantar di Rumah Sakit Siloam di jalan Raya Gubeng 70 Surabaya.  Tanggal 3 masuk terus besok pagi jam 10.00 operasi, kalau lusa kondisinya baik boleh pulang.

Waduh...masa operasi cabut pen harus ngamar 3 hari ? Gak isa tah cuman 2 hari ? Kan prosedur operasinya hanya membuka kulit, mengiris daging, memutar baut, mengambil pen dan menjahit kembali. Gak isa tah tanggal 3 pagi masuk, sorenya dioperasi terus  besok sore pulang ?

Karena harus periksa darah dulu. Ada alergi terhadap obat biusnya atau tidak, kemudian dilihat kondisi tubuhnya memungkinkan dilakukan operasi atau tidak. Terus mesti di foto juga. Kalau mau 2 hari nginep ya gak apa-apa, anda cek darah dan foto  dulu terus pulang. Tapi nanti klaim asuransinya lebih sulit. Demikian penjelasan dokter Stephanus waktu saya ambil surat pengantar masuk rumah sakit.

" Iya...betul juga ya dok. " jawab saya sambil menganguk-anguk. Nek gitu tak masuk tanggal 3 ae. Tapi jangan pagi....ngapain saya bengong seharian di sana ? Ambil darah kan mek sedilut, paling 5 menit. Malem ae tak masuk Siloam.

" Jam 3 sore ae wes." jawabnya. DEAL !

 

BAHAN PLAT TULANG SAYA

Ada dua jenis plat yang biasanya digunakan untuk menyambung tulang yang patah. Stainless steel dan Platina. Plat yang dipasang di clavicula saya menggunakan bahan Platina.

Pen platina lebih bagus daripada pen stainless steel karena lebih ringan dan lebih kuat. Harganya pun juga lebih mahal, jauh lebih mahal platina daripada emas. Antara 1,2 - 1,5 kali harga emas. Kalo sekarang harga emas 500 ribu rupiah per gram,  harga platina kira-kira 600-750 ribu rupiah.

Cek larang'e pak pen tulang itu. Iya, saya juga baru tahu. Alasannya karena platina bisa diterima oleh sistem kekebalan tubuh kita, tidak teroksidasi dan tahan korosi. Tubuh kita itu bersifat asam sekaligus bersifat basah.

Platina sebelum dibentuk menjadi pen tulangHanya platina dan stainless steel saja yang tahan terhadap dua kondisi tersebut. Tapi yang paling penting sebenarnya reaksi penolakan imun tubuh. Bukannya tambah sehat malahan terjadi komplikasi. Nggak lucu kalo mati gara-gara diserang sistem kekebalan tubuh kita.

Untung saya minta pen saya, lumayan bisa dijual lagi nek kepepet. Sekrupnya ada 7 biji, panjang platnya sekitar 9 cm dan beratnya 25 gram. Ijo deh mata saya, perkiraan harga plat tulang saya .... bisa dibuat bayar asuransi tahun depan he...he...he...

 

PERLUNYA CABUT PEN TULANG BAHU

Ada dua jawaban tentang pertanyaan ini. Mereka yang kontra dan yang pro. Sebagian besar pasti bilang  gak usah dicabut kalau tidak menimbulkan masalah kesehatan. Kalo menganggu aktifitas sehari-hari baru mikir nyabut pen.

Saya juga merasa pen bahu itu tidak terlalu menganggu sampai memakai tas backpack. 10 menit pertama tidak ada keluhan sama sekali. Setelah 1 jam memanggul tas baru kerasa ada yang menekan bahu kanan saya, krenyeng-krenyeng gitu. Tidak sakit sih tapi ya tidak nyaman.

Sepulang dari keliling antar barang, saya lihat kembali foto rongen bahu saya. Kali ini melotot bukan lihat sekilas. Ternyata ada sekrup yang menembus tulang selangka saya. Bentuk sekrupnya runcing, tapi ya memang seharusnya begitu. Dari dulu sampai sekarang yang namanya mur ya ujungnya tajam.

Saya mau tahu berapa sih ketebalan pen saya. Caranya dengan membandingkan ukuran tulang dengan ukuran platnya, ketebalan tulang dengan panjang sekrupnya. Hasilnya adalah:

  • panjang plat = 9cm
  • ketebalan plat = 3mm
  • panjang sekrup  = 2cm

Panjang sekrup pen clavicula kananGedene rek....ha...ha...ha....pantesan mencungul di tulang bahuku. Kalo dilihat gak ketok, tapi kalo diraba ada sesuatu yang menonjol di tulang selangka kanan saya, sedangkan di clavicula kiri tidak ada. Kemungkinan besar itulah pen tulang bahu saya.

Kenapa kalo memanggul tas backpack atau tas cangklong laptop bisa nyeri ya ? Tebakan saya karena plat tersebut menekan tulang bahu saya. Karena tidak selentur tulang maka tekanannya mereata sehingga metabolisme tubuh saya mengirimkan sinyal ada yang tidak beres dengan tubuh saya. Otak segera memerintahkan tindakan untuk menghindari trauma, saya memindahkan tas cangklong saya dari bahu kanan ke bahu kiri.

Kemudian saya pelajari tentang kemampuan dan sifat tulang manusia. Ternyata tulang itu memiliki tingkat elastisitas tertentu. Mirip seperti bambu yang ikut merenggang ketika menerima tekanan. Dengan begitu kekuatannya lebih besar.

Elastisitas tulang terganggu karena adanya plat  yang tidak lentur. Bukan salah platnya karena kaku. Justru harus keras, supaya bisa menopang tulang dengan baik dan tidak mudah patah. Tulang bahu saya tidak bisa merengang mengikuti arah tekanan karena kecantol plat, terjadi tarik menarik antara tulang dengan plat. Yang satu mau merengang, satunya lagi berusaha mengencang. Muncullah krenyeng-krenyeng tadi dan kita jadi mudah lelah.

Jadi, perlu nggak cabut pen tulang bahu ? Perlu sekali karena pen bekas tadi bisa dijual di tokobagus dot kom...ha...ha...ha....Apalagi jika biaya operasinya dikover asuransi seperti saya. Cabuten ae. Mereka yang menyarankan untuk dibiarkan pasti berusaha untuk tidak merasakan nyerinya. Gak sakit kok...mbujuk iku !

Panjang pen clavicula kanan saya 9 cm

 

BIAYA OPERASI CABUT PEN

Awalnya, saya perkirakan biaya operasi cabut pen sekitar 10 jutaan. Karena lebih mudah daripada pasang pen. Gak perlu ngebor tulang untuk tempat sekrupnya. Tinggal disuwek titik, dibuka pake obeng, terus pennya dilepas. Jauh lebih cepat dan lebih murah.

Ternyata biayanya sama dengan pemasangan pen. Ealah...kok isa ? Padahal kamar yang saya pakai juga kelas 3, tempat tidurnya cuman beda 1 ranjang dengan yang saya tiduri tahun lalu. Dokte tulang dan dokter biusnya juga sama. Apa gara-gara sama semua jadi biayanya juga ikut disamakan ? Tau gitu tak pindah kelas 2 ae biar gak sama. Iyo pak ! Ancen gak sama, tapi lebih mahal !

Berapa total duit yang harus saya keluarkan ? Sekitar 500 ribu rupiah saja, sisanya 20 juta dikover asuransi. Terima kasih ACE life....bati aku melok asuransi iki. 3 tahun melok wes klaim 45 jutaan.

Saya tidak bisa membayangkan jika tidak punya asuransi rumah sakit. Duit dari mana 45 juta itu ? Kerja keras saya selama ini habis gara-gara balung cuklek. Kecelakaan tunggal lagi, gak ada yang bisa dimintai ganti rugi.

Jadi, jika anda memiliki dana lebih, pertimbangkan untuk memproteksi diri dengan asuransi. Masalah klaim atau gak nge-klaim itu urusan nanti. Yang penting, kalau nanti terjadi kejadian yang tidak di-inginkan anda bisa tetap tenang. Sudah sakit, kepikiran uang bisa tambah sakit dua kali. Kasihan keluarga terdekat anda yang juga ikut kepikiran biayanya.  

 

AKTIVITAS PASCA OPERASI

Ini dia masalanya. Kegiatan apa saja yang boleh saya lakukan dan tidak boleh saya lakukan setelah operasi. Kan sebenarnya saya tidak sakit ? Gak enak pura-pura sakit sementara tubuh saya sehat-sehat saja.

Bekas operasi cabut pen bahu kanan

Waktu saya tanyakan ke dokter Stephanus, jawabannya terlalu umum. Jangan angkat yang berat-berat dulu karena kekuatan tulang berkurang 1/3nya. Jangan naik motor selama 1,5 bulan. Jangan tidur miring kanan. Tidak ada pantangan makan, cuman kopi saja. Diganti teh aja. Saya juga tidak dikasih vitamin tulang karena memang tidak perlu. Hanya obat nyeri saja.

Saya pingin tahu berkurang 1/3 nya itu apa ? Apakah kalau dulunya saya mampu mengangkat 30 kilo, selama masa pemulihan ini hanya boleh ngangkat beban 20 kilo saja ?

" Tidak semudah itu karena harus ngitung kepadatan tulangnya. Yang pasti tulang anda bagus, sambungannya sempurna."  kata dokter spesiali ortophedi saya yang happening itu. " Sebenarnya tulang tidak semudah itu patah. Tidak pernah ada kejadian mengangkat gelas minum terus patah lagi. Biasanya setelah lewat 3 bulan sudah jarang sekali patah tanpa sebab. Saya salah kalau tidak ngomong untuk berhati-hati."

Jadi dok...sambung saya...apakah benar kalau naik nyetir sepeda motor itu gak berbahaya ? Apakah kekuatiran anda itu waktu jagang tengah ? Soale patah tulang itu gak kerasa, takutnya saya bertindak seperti biasanya njagang tengah atau narik motor buat putar balik ? Nyetirnya sih tidak membebani tulang bahu saya tapi hal-hal tanpa sadar itulah yang beresiko mematahkan lagi tulang saya.

Itulah aktifitas yang saya lakukan 1 minggu setelah operasi cabut tulang. Wes sepeda motoran dalam radius 2 km saja. Asline saya ya rodo takut nek cuklek lagi. Daripada operasi lagi, nunggu 3 bulan lagi wes tak sabar-sabarno dulu. Kan cuman 1,5 bulan.

Foto perbandingan bekas operasi selama 1 tahunYang pasti, saya tidak berani mengangkat galonan ke dispenser. Jadi beli yang dispenser pompa pake baterai. Tinggal di ceklek, maka airnya mengalir sendiri, gak perlu mompa pake tangan. Pernah saya coba ngepel rumah, malamnya gak isa tidur karena krenyeng-krenyeng di bahu. Aneh, padahal ngepel kan gak ngangkat, cuman meres dan dorong saja. Kok bisa cenut-cenut ?

Nek katanya teman saya, lah wong dibedel kok. Yang berperang dengan keras itu tubuh bagian dalam kita, bukan bagian luar kita. Lah wong keiris siilet aja sakitnya setengah mati apalagi dibedah 15 cm, daging diiris dan tulang diutak-atik. Asline ya loro. Tubuh perlu menyesuaikan kembali dengan kondisi terkini, jaringan lunak yang rusak karena pembedahan perlu memperbaiki dirinya kembali. Gak isa instan, semuanya perlu waktu.

Saya pun tidak minum kopi, hanya minum susu ditambah gula dan sesendok kopi untuk menambah aroma...hua...ha...ha.... Gila kale gak minum kopi ? Enak ngono kok dilarang ! Tiap dua hari sekali saya beli susu sapi buat tambahan kalsium.

Sehari setelah operasi saya lepas arm sling saya, tidak ada nyeri sama sekali, semua gerakan bisa saya lakukan, memutar, mendorong, menarik. Normal semua. Sangat berbeda ketika operasi pasang pen, saya perlu latihan untuk menaikan tangan, memutar bahu dan menggaruk punggung.  Yang ini asli terasa enteng. Persis seperti orang sehat.

Jadi saya melakukan aktifitas seperti biasanya dikurangi mengangkat beban.Saya hentikan obat anti nyeri saya setelah minum selama 3 hari. Mendem aku, ngliyeng dan ngantukan terus. Jadi tak BBM dokter Steph, boleh nggak tidak diminum. Dia bilang boleh kalo memang tidak terasa sakit.

 

KESIMPULAN
Kalo ada dana lebih atau punya asuransi, sebaiknya semua pen yang menempel di tulang kita dicabut. Setelah itu di-iklankan di tokobagus...punya barang bekas tidak terpakai ? Jual saja di toko bagus dot kom.

Perkiraan biaya operasi cabut pen hampir sama dengan biaya operasi pemasangan pen. Yang bisa anda nego hanya jumlah hari masuknya. Ada beberapa teman saya yang operasi 1 hari saja, tergantung dari dokter dan rumah sakitnya. Tapi kalo asuransi kan minimal 1x24 jam, jadi dibablaskan 3 hari saja, normal kok ngamar selama 3 hari itu. Justru yang 1 hari yang tidak normal.

Pengalaman Patah Tulang Selangka Kanan
Cerita sebelumnya, kalo yang anda baca barusan kan operasi cabutnya. Berarti ada operasi pasangnya

Share this content

ARTIKEL TERBARU

SERI KEHAMILAN

OBAT TRADISIONAL

SERI OLAHRAGA

ARTIKEL LEPAS

 

  • Minyak Goreng Botol
  • Minyak goreng sehat Golco
  • Minyak goreng murah