Website Wapannuri

HUBUNGAN

EKONOMI

ROHANI

KESEHATAN

KEPEMIMPINAN

BIOGRAFI

PSIKOLOGI

 

THE FALL OF ADVERTISING AND THE RISE OF PR

The Fall of Advertising and The Rise of Public Relation terjemahannya adalah "Matinya Periklanan dan Bangkitnya Public Relation." Buku karangan Al Reis ini banyak menuai kritikan daripada pujian karena isinya yang kontroversial. Periklanan akan mati ? Yang benar saja ! Tidakkah kita melihat bertambahnya stasiun televisi yang berarti bertambah juga spot iklan ? Tidakkah kita melihat muncuknya koran, majalah, tabloid dan brosur setiap hari ? Di internet yang kita gunakan sehari-hari juga dipenuhi dengan space iklan sana-sininya. Al Reis bilang periklanan akan mati ? Yang benar aja bro....!

Public Relations

 

PERIKLANAN ADALAH ANGIN, PR ADALAH MATAHARI
Dalam salah satu dongeng Aesop, angin dan matahari bertengkar untuk memperebutkan siapa yang lebih kuat di antara keduanya.

Saat melihat seoran pengembara yang sedang berjalan, mereka memutuskan untuk menyelesaikan masalah itu dengan jalan mencoba mengusahakan agar si pengembara membuka mantelnya. Angin menyerang lebih dulu, tetapi semakin kencang ia berhembus, semakin kencang si pengembara menyelimuti tubuhnya dengan mantel.

Kemudian matahari keluar dan mulai bersinar. Tak lama kemudian si pengembara mulai merasakan hawa hangat dan membuka mantelnya. Matahari menang.

Anda tidak bisa memaksakan diri memasuki benak prospek. Periklanan dipandang sebagai pemaksaan, penganggu yang tidak dikehendaki dan perlu dilawan. Semakin gigih anda beriklan, semakin gigih pula prospek melawan pesan periklanan anda.

Orang -orang periklanan biasa berbicara tentang kesan dan dampak. Karena itu, mereka membuat sisipan khusus dan iklan-iklan berwarna satu atau dua halaman penuh. Membuat aksi-aksi kreatif yang kadang tak masuk akal, baliho raksasa di setiap sudut jalan, prime time di televisi, dan penambahan spot-spot di radio. Tetapi justru atribut-atribut inilah yang mengatakan pada prospek, "Jangan perhatikan aku, aku cuma iklan."

Semakin keras periklanan berusaha memaksakan merasuki benak prospek, semakin kecil kemungkinan mereka berhasil mencapai tujuannya. Sesekali prospek akan mengendorkan pertahaananya dan si angin menang. Tetapi ini jarang terjadi.

PR adalah matahari. Anda tidak dapat memaksa media menayangkan pesan anda. Itu sepenuhnya ada di tangan mereka. Yang bisa anda lakukan hanya tersenyum dan memastikan agar bahan publisitas anda bisa bermanfaat sebesar mungkin.

The Fall of Advertising

KREDIBILITAS YANG TIDAK DAPAT DIBELI
Perbedaan utama Iklan dengan PR adalah kredibilitas. Pesan yang disampaikan sebuah iklan memiliki tingkat kepercayaan yang lebih rendah dibandingkan dengan pesan yang disampaikan oleh media. Sebuah liputan sebesar setengah halaman lebih dipercaya pembacanya dibandingkan dengan satu lembar penuh iklan berwarna-warni dalam media yang sama. Iklan bisa membeli spot terbaik dalam media tetapi tidak bisa membeli kredibilitas. Sebaliknya publisitas media tidak bisa dibeli tetapi beritanya lebih dapat dipercaya.

Al Reis dalam buku The fall of advertising & The rise of PR memberi contoh yang menarik. Masih ingatkah kita dengan iklan sebuah baterai yang diperankan oleh sekelompok boneka kelinci lucu yang menabuh drum ? Dari semua boneka itu, hanya ada satu yang menggunakan baterai yang diiklankan. Semuanya mati satu-persatu hingga tinggal satu saja. Pesannya jelas, baterai kami lebih kuat dari semua merk baterai yang beredar di pasaran. Pertanyaannya, apa merk baterai tadi ? Duracell, Alkaline atau Energizer ? He....he....he...

Dari satu contoh diantara puluhan contoh yang dikemukakan Al Ries dalam buku matinya periklanan dan bangkitnya PR ini, kita melihat bahwa iklan yang disampaikan pesannya jelas, bahkan masih tergambar jelas di otak kita. Sayangnya, kita rada-rada lupa merk baterainya....Alkaline atau Energizer ?

Kemudian, mana yang sebenarnya lebih terkenal ? Ikonnya atau merk baterainya ? Energizer yang membuat boneka kelinci itu terkenal atau boneka kelinci yang membuat baterai energizer itu terkenal ? Perlukah kita menciptakan sebuah ikon agar produk kita lebih dikenal ? OS Linux yang membuat pinguin terkenal atau pinguin itulah yang membuat Linux terkenal. Buah Apel yang membuat iPad terkenal atau iPad yang membuat logo apel itu terkenal ?

Lebih jauh lagi, apa sih yang membuat iPad itu begitu terkenal saat ini ? Banyaknya iklan di televisi, koran dan majalah ataukan publisitas yang dilakukan oleh media ?  Saya hampir-hampir tidak pernah melihat iklan produk Apple ini di televisi tetapi saat ini semua orang di Indonesia tahu ada barang hebat yang diawali dengan huruf i, iPhone, IPad, iPod, iMac, iBook, dan iiiiiii geli !

Bagaimana dengan Linux ? Bagaimana dengan Matroska ? Bagaimana dengan Starbuck ? Bagaimana dengan Sour Sally ? Bagaimana dengan Carrefour ? Apakah mereka besar karena advertising atau karena Public Relation ?

Bangkitnya Public Relations

 

KEMBALI KE FUNGSI MULA-MULA
Periklanan adalah periklanan dan PR adalah satu-satunya cara untuk melemparkan produk baru ke pasar. Periklanan tidak bisa digunakan untuk mengenalkan produk baru ke konsumen karena iklan tidak memiliki kredibilitas. Ada ratusan iklan yang kita lihat setiap harinya dan akan semakin banyak di masa mendatang. Tambahan satu iklan yang membawa produk baru tidak akan pernah mendapatkan perhatian kita. Berbeda jika ada satu produk baru yang diliput di salah satu media, paling tidak akan membuat kita menoleh dan bertanya-tanya apa ini ? Apa itu ?

Periklanan tidak akan mati jika difungsikan sebagaimana mestinya. Jika tidak maka selamat tinggal Advertising. Periklanan tetap diperlukan untuk menjaga eksesistensi produk di benak konsumen. Tanpa pesan iklan yang konsisten maka sewaktu-waktu persepsi itu akan direbut oleh pendatang baru atau pemain lama yang bisa memanfaatkan situasi. Nokia lengah dan akibatnya harus dibayar mahal.

Nokia terlalu angkuh untuk percaya bahwa pasar ponsel tidak akan berubah. Nokia tidak percaya bahwa android akan menguasai pasar. Namun tidak dengan Samsung, mereka menangkap peluang ini dan fokus di sistem andorid. Hanya dalam waktu 3 tahun, pasar Nokia tergerus habis dan diambil alih oleh Samsung. Hebatnya lagi, yang membuat Android terkenal bukanlah gencarnya iklan di media tetapi publisitas yang murah sekali hingga hampir-hampir gratis.

Nah, apa yang membuat samsung dan android terkenal ? Android yang membuat samsung berhasil memasuki benak pelanggan atau sebaliknya Samsung yang membawa nama andorid terkenal ?

 

KESIMPULAN
Membaca buku The Fall of Advertising & The Rise of PR akan membuka dunia anda mengenai manajemen pemasaran. Al Reis begitu pintarnya menulis dan memainkan presepsi kita sehingga buku setebal 272 halaman ini habis dalam waktu satu hari. Rasa penasaran dan contoh nyata kasus produk yang besar dan mati karena periklanan dan PR ini membuat buku ini enak dibaca dan mudah dimengerti. Pokoknya, gak baca buku ini rugi besar !
Eh salah ding....gak baca semua buku karangannya Al Ries berarti anda telah melewatkan ilmu yang sangat berguna buat masa depan anda !

22 Hukum Branding yang tidak boleh anda langgar
22 Hukum untuk membangun Merk produk dan jasa anda dari Al Reis

Share this content

 
Resensi Buku The Fall of Advertising
Penerbit
Gramedia Pustaka Utama
Pengarang
Al Reis & Laura Reis
 

Al Reis

Jasa Disain Website