Website Wapannuri

CARA PACARAN YANG BAIK, BENAR & LANGGENG | 1- 2Seri Pacaran

Sejujurnya, tidak ada tips pacaran yang menjamin hubungan awet, langgeng, romantis dan hot selama-lamanya. Yang ada adalah cara berpacaran yang benar dan sehat. Artinya anda harus bersiap-siap dikecewakan dan mengecewakan, disakiti dan menyakiti, meninggalkan dan ditinggalkan, memaafkan dan dimaafkan. Karena cinta diuji oleh waktu dan nikmat karena masalah.

Cara pacaran yang baik, benar dan awet

 

MANUSIA SEMPURNA, PASANGAN IDEAL

Sebenarnya apa yang anda harapakan dalam hidup ini ? Kebahagiaan adalah jawaban yang salah. Kita dilahirkan dalam dosa, hidup di dunia yang rusak dan tinggal bersama dengan manusia yang cacat.

Memiliki pasangan yang ganteng atau cantik akan menimbulkan rasa cemburu.. Bukankah setiap orang mengimpikan hidup berdua dengannya ? Memiliki pasangan yang tidak ganteng atau tidak cantik kok ya sepet di mata. Bukankah kita bakalan menghabiskan sisa hidup bersamanya ? Memiliki pasangan yang kaya bakalan membuat hati dag-dig-dug. Bukankah semua orang mengharapkan hidupnya dipelihara dari kekayaannya ? Sebaliknya, pasangan yang kere bakalan membuat kita sengsara.

Apakah memilih pasangan yang biasa-biasa saja pilihan yang tepat ? Bisa makan sehari tiga kali, bisa membeli rumah dan mobil. Bisa keluar negri setahun sekali sudah cukup membuat kita bahagia ? Jika anda tidak memilliki iri hati dan keserahakan mungkin bisa terjadi. Tetapi jika anda tidak memiliki sifat serakah artinya anda bukan manusia atau tidak tinggal di dunia yang sama dengan saya.

" Jika anda tidak siap disakiti, dikecewakan & memaafkan, berarti anda belum siap berpacaran. "

Maksud saya, siapapun yang anda pilih menjadi pendamping hidup adalah manusia yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Mereka akan menyakiti hati anda, membuat hidup anda sengsara dan sewaktu-waktu dapat meninggalkan anda. Syukur alhamdulillah jika tidak ada anak hasil hubungan resmi atau tidak resmi.

Jadi, jika anda berpacaran untuk mendapatkan kebahagiaan, maka anda memilih jalan yang salah.

Anda tidak mengenal diri mereka sepenuhnya. Pacaran hanya menyingkapkan 40% tabir dirinya. Betul pak ! Karena itu kami menikah agar dapat saling mengenal. Baik....sekarang anda mengenal 80% kepribadiannya. Sisanya, 20% baru akan terlihat setelah kelahiran anak pertama.

Anda sebenarnya bermain judi dengan pacaran. Peluang  menang anda hanya 40%. Sedangkan persentase kegagalan anda 60%. Jadi wajar sekali jika anda beberapa kali gagal menjalin hubungan serius. Cukup normal jika mengalami siklus putus-nyambung-putus-nyambung. Justru cara pacaran seperti inilah yang baik dan sehat.

Anda tidak realistis jika mengharapakan sekali pacaran langsung jadi, kemudian menikah dan bahagia selamanya. Sadarilah bahwa anda, terutama kaum wanita, lebih senang dibohongi daripada menerima kenyataan. Mengapa anda tetap menonton sinetron, telenovela dan drama Korea walaupun anda (sebenarnya) sudah tahu akhir ceritanya ?

Dengan kata lain, jika anda belum siap menerima kenyataaan akan disakiti. Maka anda belum siap berpacaran. Atau jika anda sudah siap disakiti namun selalu gagal pacaran, maka cara berpacaran andalah yang salah.

 

BERPACARAN UNTUK MENIKAH

Tujuan utama pacaran adalah persiapan pernikahan, tentang mengetahui sedikit sifat jeleknya dan mengukur kesanggupan kita untuk menerimanya. Buang pikiran berpacaran untuk memperoleh kebahagiaan karena hidup itu siklus naik turun, senang sedih, kaya dan kere. Akan ada waktunya bahagia dan lebih banyak tidak bahagia.

Seperti apakah pernikahan itu ? Seperti neraka yang tidak ada akhirnya. Maju sakit, mundur sakit, diam pun juga sakit. Lah terus mau bergerak kemana ? Pilihan terbaiknya tetap maju karena hasilnya lebih baik daripada diam dan mundur.

Akhir pacaran yang baik adalah pernikahan. Kabar baik sekaligus kabar buruk. Darimana biaya pernikahan anda ? Dari orangtua ? Loh....ini pesta pernikahan anda atau orangtua  ? Mengapa bukan anda berdua yang membiayai ? Belum ada uangnya ? Hmm....apakah nanti anda sanggup membiayai keluarga ? Startnya saja pupuk bawang. Tapi tidak apa-apa, toh pernikahan ini juga salah satu tanggungjawab orangtua.

Setelah menikah kita tinggal di mana ya sayang ?? Di rumah orangtuaku ! Dieeeeeng !! Kok gak rumah sendiri sih yang ?  Duitnya gak ada, nikah saja dibiayain babe gue. Pelan-pelan kita kumpulin uang untuk beli rumah. Sabar ya darling.

Satu tahun, dua tahun, tiga tahun. Itu umur anak anda, bukan tabungan untuk beli rumah. Jangankan ngisi tabungan, untuk imunisasi anak, susu, vitamin saja kadang kurang namun lebih sering pas. Untuk uang muka cicilan saja butuh waktu bertahun-tahun. Itupun harus diangsur 3 kali dalam setahun. Dilanjutkan KPR selama 15 tahun. 

Jadi, selama 15 tahun di rumah saja ? Gak bakalan betah deh ! 2 bulan saja sudah mati kutu. Tapi naik apa ? Yang perhitungannya baik nyicil motor dan yang nekad  kredit mobil. Sekarang anda harus nyicil rumah plus mobil. Agar dananya cukup, maka cicilan rumah dinegosiasikan lagi dari 15 tahun menjadi 20 tahun. Dengan catatan ngempet tidak beli HP baru, tidak beli tablet baru dan juga tidak ada kejadian yang tidak diharapkan.

Realita kehidupan setelah pacaran tidak seindah yang anda pikirkanYang baru kita bahas di sini baru tentang uang. Tentang mencukupi kebutuhan pokok yang layak, yaitu sandang, pangan dan papan. Belum menyangkut uang sekolah anak, kebutuhan pribadi anda, kebutuhan pasangan anda, hubungan dengan orang tua dan mertua. Masa ke ortu cuman cipika cipiki ? Kecut deh...ditendang saja kalo punya anak seperti itu.

By the way... apakah anak merupakan salah satu tujuan pernikahan anda ? Apakah suster juga salah satunya ?  Apakah berhenti dari pekerjaan dan membesarkan anak dengan tangan sendiri juga salah satunya ? Apakah anda sanggup meninggalkan waktu hang out bersama teman-teman demi menjaga anak ?

Dengan kata lain mengorbankan kesenangan pribadi untuk kebahagiaan anak ?

Tidak memiliki penghasilan pribadi, tidak memiliki waktu pribadi, malahan digandoli anak minimal selama 4 tahun, bahkan mungkin lebih. Tidak bisa pergi ke mall sesuka hati, tidak bisa beli baju baru, hp baru, bahkan ke salon pun susahnya setengah mati.

Kehidupan anda berubah 180 derajat karena kehadiran seorang anak. Rumah anda berantakan, cuci baju sehari sekali, menyapu dan mengepel sehari dua kali. Anda harus memegang "puppy" sehari tiga empat kali. Kadang encer, kadang atos. Tidak ada istirahat ! Tidak ada waktu menangis ! Sekalipun capai setengah mati anda tetap harus bangkit dan mengurusi anak. Tiga bulan pertama anda hanya bisa tidur 3-4 jam sehari.

Dan yang paling menjengkelkan adalah melihat mantan pacar anda duduk manis di depan TV tanpa mau tahu betapa lelahnya diri anda. Bukannya dielus-elus, malah ditanyai mengapa rumahnya kotor, mengapa tidak masak, mengapa muka cemberut dan komplain lainnya. Ya betul, orang yang dulu anda idam-idamkan menjadi tambatan hati anda saat ini menjadi orang yang egois !

Apakah pernikahan itu kehidupan yang lebih membahagiakan ? Justru sebaliknya ! Pernikahan adalah perjuangan ! Anda berjuang agar dapur tetap ngebul, anda berjuang agar bisa membayar uang sekolah anak, anda berjuang agar bisa membeli rumah dan anda berjuang untuk mempertahankan pernikahan ini agar tidak berakhir dengan perceraian !

 

MEMILIH PASANGAN YANG TEPAT

Mempertahankan pernikahan jauh lebih sulit daripada mempertahankan pacar. Anda tahu sakitnya diputus cinta ? Pertama sedih, lalu marah, terakhir benci. Kebencian ini akan menjadi dendam kesumat dalam pernikahan. Pernah membayangkan hidup serumah dengan seseorang yang anda benci ? Itulah pernikahan !

Bisakah anda menjelaskan secara ilmiah alasan anda mencintai pacar anda ? Dia orangnya baik, ganteng, gagah, sabar, pengertian dan menawan. Jawaban ini tidak ilmiah....baik seperti apa ? Kebaikan adalah nilai dan norma universal yang harus dimiliki oleh semua orang. Demikian pula dengan pengertian dan kesabaran. Ganteng dan gagah bukan alasan yang logis karena semua orang menginginkan barang terbaik sesuai kemampuannya.

" Cinta dan benci itu abstrak. Muncul begitu saja tanpa alasan yang logis.

Cinta bisa menjadi benci, dan benci akan menjadi cinta. "

Sesungguhnya alasan anda mencintai pacar anda itu abstrak, tidak jelas dan hanya berdasarkan perasaan saja. Muncul dan menghilang begitu saja seiring dengan berjalannya waktu serta siklus emosi anda.

Demikian pula dengan kebencian yang nanti anda alami. Rasa benci ini tidak bisa dijelaskan secara ilmiah.

Bahkan jika ada 100 bukti yang menjelaskan kebencian anda itu salah...toh...rasa benci ini tidak bisa dihilangkan begitu saja. Anda bisa mencintai tanpa alasan dan sekaligus bisa membenci tanpa sebab yang jelas. Pokok'e cinta...pokok'e aku benci !

Sifat kekanak-kanakan inilah yang harus disikat habis dalam pernikahan. Sifat ini susah dihilangkan karena anda hidup dengannya selama puluhan tahun. Jika harga diri anda lebih tinggi dari harga pernikahan anda, maka prosesnya akan jauh lebih lama dan lebih menyakitkan. Hasil akhirnya sudah jelas, pernikahan ini berakhir dengan perceraian !

Tapi saya benar pak ! Dia yang salah ! Dia yang harus meminta maaf kepada saya. Baiklah...kebenaran dan pernikahan...mana yang lebih berharga ? Apakah "dianggap benar" itu seharga pernikahan anda ? Apakah benar itu bernilai 100 sehingga harus dipertahankan daripada pernikahan yang bernilai 50 ? Kebenaran anda lebih mahal dari pernikahan anda...benarkah demikian ?

Lalu berapa nilai anak anda berdua ? 25 ? Atau 75 ? Anak anda tidak layak diperjuangkan ? Kebenaranlah yang harus diperjuangkan ? Pernikahan anda bahkan tidak perlu diperjuangkan ? Karena nilainya lebih rendah dibandingkan "kebenaran anda" ?

Mengapa dulu anda pacaran ? Mengapa menginginkan pernikahan ? Karena anda pikir, pernikahan adalah kebahagiaan hidup yang sempurna. Ini setengah betul dan setengah salah. Lalu di mana letak kesalahannya ?

Kebahagiaan pernikahan muncul setelah masalah yang beratPernikahan adalah kebahagiaan hidup yang sempurna setelah melewati masalah hidup yang juga sempurna. Anda tidak bisa lari dari masalah, anda harus menghadapi masalah. Anda juga tidak bisa menghindari masalah karena akan bertambah mbulet masalahnya. Anda harus siap hidup dengan masalah karena ada beberapa masalah yang penyelesaian butuh waktu bertahun-tahun. Bahkan anda harus hidup dengan orang yang suka membuat masalah seumur hidup anda.

Pernikahan saya tidak bermasalah pak ! Oh iya...berarti andalah si pembuat masalahnya. Seperti orang kentut, semua orang mencium bau busuk, hanya anda yang merasa harum.

Apakah pilihan saya sekarang ini  orang yang tepat ? Sungguh susah menjawab pertanyaan sederhana ini karena 40-40-20. 40% kepribadiannya kelihatan waktu pacaran, 40% terlihat waktu menikah dan baru 20% sisanya setelah memiliki anak.

40% waktu pacaran adalah sifat-sifat baiknya. Biasa, yang namanya promosi pasti ditonjolkan yang bagus. Kalo kesan pertama sudah jelek, mana ada orang yang mau beli ?

40% waktu menikah dapat dibagi menjadi dua. Kebaikan dan kejelekannya. Dari 40 itu, 20% sisa kebaikannya dan 20% sifat jeleknya mulai kelihatan. Total 80% pengenalan anda, 60% baik dan 20% jelek.

Ketika anak anda lahir, maka terlihatlah 100% kepribadiannya. 60% baik 40% jelek. Bagaimana bisa seperti ini ? Karena sifat asli orang akan muncul dalam tekanan yang berat. Bayangkan, 3 bulan tanpa istirahat yang cukup dan bebannya bertambah berat. Dalam keputus-asan berdua, urusan anak harus di selesaikan saat itu juga. Siapa yang harus mengganti popoknya malam ini ? Siapa yang harus membuat susu pagi ini ? Siapa yang harus membersihkan rumah dan siapa yang memandikan si kecil ? Saya cape...kamu saja ! Saya juga cape...kamu saja ! Duaaaar !!

Sifat jelek anda yang tidak disukainya langsung meluncur ke luar. Apa yang anda simpan dalam hati pun langsung terucap begitu saja sebagai pembelaan dan sekaligus serangan balasaan. Selamat ! Anda telah mengenal pasangan anda seutuhnya ! Sebagai manusia yang tak sempurna. Setengah Tuhan dan setengah setan. Hanya waktu yang dapat membuktikan akan menjadi apa mereka nantinya...semakin mirip dengan Tuhan atau semakin mirip dengan setan.

 

PERTOLONGAN DARI PENGUASA BUMI & SURGA

Apakah ada cara untuk mengenal seluruh sifat pasangan kita pada waktu pacaran ? Saya belum menemukannya, dan kelihatannya saya agak pesimis dengan hal ini karena sejarah membuktikan bahwa angka perceraian selalu lebih tinggi daripada pernikahan yang langgeng.

Pertolongan Allah untuk kehidupan rumah tangga anda

Pernikahan jaman dahulu bisa awet karena konsep berpikir jaman dulu, "Sesuatu yang rusak harus diperbaiki. Bukan dibuang dan ganti baru." Karena itu barang-barang kuno begitu awet. Dibuat dengan bahan berkualitas tinggi sehingga harganya mahal. Karena mahal, digunakan dengan hati-hati.

Berbeda dengan produk jaman sekarang. Dipake setahun sudah rusak. Jatuh sekali sudah mati. Yang parah, baru saja dibuka dari kemasannya sudah cacat produknya. Untung harganya jauh lebih murah. Jadi bisa beli lagi. Keluaran terbaru sudah lebih ramping, sudah menggunakan teknologi terbaru. Tapi kalo rusak, harus diganti semuanya. Tidak ada spare part, yang ada sistem kanibal, ambil spare part dari produk sejenisnya yang belum rusak.

Salah satu cara untuk mengenal pribadi pasangan anda adalah melalui masalah. Semakin sering anda bertengkar, semakin baik....katanya ! Laaaaah ! Masa promosi saja sudah kelihatan jeleknya ! Bagaimana nanti kalo sudah menikah ? Apa nggak tambah berantem setiap hari ? Kalo waktu pacaran sudah perang mulut ? Apalagi sudah menikah dan tinggal berdua jauh dari orangtua. Apa tidak pukul-pukulan ? Lempar piring, lempar gelas, bantal, guling, lemari dan meja ?

" Punya pasangan yang tidak terpakai ?

Jual saja di OLX ! "

Sebaliknya, kalo waktu pacaran adem ayem terus.... kita bertanya-tanya apakah benar ada manusia tanpa cacat cela ? Tidak membalas waktu dimarah. Tetap mengalah walau dihina. Tetap setia walau ditipu. Jangan-jangan dia menyimpan dendam dan menunggu waktu yang tepat untuk melakukan pembalasan. Atau terlalu bergantung sehingga selama-lamanya akan nggandoli saya ?

Sering berantem salah. Adem ayem juga salah. Jadi bagaimana caranya mengetahui bahwa si dia adalah orang yang tepat untuk menghabiskan hidup bersama ? Saya pun tidak tahu. Jawaban terbaik yang bisa saya berikan kepada anda adalah sebuah pertanyaan sederhana.

Apakah anda percaya bahwa si doi adalah jodoh dari Tuhan ? Anda harus memilih salah satu: percaya atau tidak percaya. Jawaban anda akan menghasilan dua keadaan, yaitu pernikahan abadi dan perceraian.

Orang yang tidak percaya bahwa pasangannya yang sekarang ini berasal dari Tuhan akan mengambil langkah cerai ketika menghadapi masalah yang amat, sangat, super duper berat. Seperti apa bentuknya ? Tidak ada yang tahu...saya pun tidak tahu. Masalah saya berat, namun ringan bagi anda. Masalah anda tak terselesaikan, namun sudah saya bereskan tahun lalu. Masing-masing orang diuji sesuai kemampuannya.

Apa yang disatukan Tuhan, tidak bisa dipisahkan oleh manusia. Karena Tuhan maha tahu dan maha baik. Dia tahu orang jenis apa yang paling cocok untuk anda sehingga menghasilkan kehidupan yang lebih baik dari kemarin-kemarin. Seperti orangtua yang memberikan bagian terbaik untuk anaknya, demikian pula Tuhan memberi berkat kepada manusia ciptaanNya.

Karena memiliki kepercayaan bahwa hubungan ini adalah rencana Tuhan, maka kita memiliki kekuatan untuk menahan penderitaan. Tuhan tidak pernah bermaksud mencelakakan kita. Masalah yang kita alami ini bukan karena dosa atau kesalahan kita. Dia ingin mendidik kita supaya pintar. Dia ingin membekali kita dengan keahlian baru yang akan berguna bagi masa depan. Seperti saya mendidik dan menghajar anak saya, demikian pula yang Tuhan lakukan untuk anda.

Karena memiliki keyakinan bahwa Tuhan yang menjodohkan anda dengan dia, maka kita mengambil keputusan untuk setia terhadap pernikahan. Tetapi kenyataannya...kita tidak akan sanggup melewati masalah dan menolak godaan "kesenangan 15 menit". Loh...ada yang enak di depan mata kok milih yang pahit di rumah ?  Di rumah disakiti, di sini dibelai. Di rumah di hina, di sini diperlakukan bak raja.

9 dari 10 teman anda selingkuh. Hanya sebiiji yang setia. Mana yang benar ?  6 dari 10 pasangan muda menyerahkan anaknya ke suster atau day care. Mana yang benar ? Ucapakan selamat datang ke pada dunia kebenaran relatif !  

Memiliki keyakinan orang yang tak tahu aturan, kasar, tak becus ngurusi keluarga ini jodoh dari Tuhan adalah langkah awal yang baik. Namun tidak cukup membuat hubungan langgeng. Anda butuh kekuatan yang luar biasa untuk melewati badai kehidupan yang tidak masuk akal ini. Anda butuh kekuatan yang berasal dari luar diri anda.

Berpikir positif juga salah satu kekuatan supranatural. Namun  kekuatan ini sumbernya dari dalam diri kita sendiri. Kita memaksakan diri berpikir positif dalam keadaan serba negatif. Berapa lama anda sanggup mempertahankan kemampuan berpikir positif ini ? Tebakan saya maksimal 3 bulan. Mengapa ? Karena yang berpikir negatif lebih banyak daripada anda yang berpikir positif.

Bergaul dengan komunitas positif lebih baik karena sumber kekuatan positifnya berasal dari luar diri kita. Ketika frustasi dan depresi, semangat dari komunitas akan mengalir ke kita, menyegarkan kembali. Tetapi komunitas tidak selalu bersama-sama dengan kita. Mereka memiliki kesibukan sendiri dan juga masalahnya sendiri. Acapkali, ketika kita membutuhkan dukungan, mereka tidak ada.

Kekuatan doa untuk mengatasi segala masalahSatu-satunya kekuatan positif yang 24 jam bersama kita adalah pencipta alam semesta ini. Tentu saja bumi dan segala isinya ini diciptakan Tuhan untuk manusia.Kita adalah tujuan utamanya, bukan  manusia untuk alam semesta. Jika memang seperti itu, mengapa Tuhan tidak menolong kita ? Mengapa Dia tidak menjawab permohonan doa kita ?

Saya memulai seri pacaran ini karena bosan menjawab pertanyaan yang sama. Apa yang harus saya lakukan ketika pacar saya menjauh ? Saya diputus, apa yang harus saya lakukan ? Ada orang ketiga dalam hubungan kami, apa yang harus saya lakukan ? Saya bertengkar denngan dia, telpon, sms, bbm tidak dijawab. Apa yang harus  saya lakukan ?

Saya tidak bisa membayangkan betapa bete-nya Tuhan menjawab pertanyaan yang sama selama ribuan tahun.

Betapa malasnya Dia mengetik kata demi kata yang sama untuk kita semua. Karena itu Dia menulis "buku panduan dasar" untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan umum manusia.

Masalahnya kita ini lebih senang memakai cara termudah untuk menyelesaikan sesuatu. Berdoa lebih mudah daripada membaca kitab suci. Jadi, doa kita tidak akan dijawab Tuhan ? Semua doa pasti dijawabNya.

Masalahnya ada pada konsep berpikir anda. Jika tidak ada suara dari langit, maka Tuhan tidak menjawab doa anda. Jika bukan makhluk berbaju putih dan bersinar, artinya Tuhan tidak menjawab doa kita. Jika tidak ada peristiwa supranatural, maka Tuhan mengabaikan permohonan kita.

Saya teringat cerita tentang seseorang yang dipenjara dan kehabisan pasta gigi. Dia berdoa minta odol kepada Tuhan. Biasanya sang istri datang untuk mengirimkan kebutuhannya sehari-hari. Kebetulan hari itu jadwal besuknya. Biasanya juga teman karibnya datang untuk memberinya semangat dan membawakan oleh-oleh untuknya.

Pikirnya, karena suami istri itu sehati sejiwa, mungkin saja sore ini akan datang membawakan pasta giginya. Tetapi yang datang pada hari itu adalah engkoh-engkoh yang gugup.

Dia bertanya, " Bolehkah saya tidur di sini pak ?"

" Silahkan." jawabnya.

Kemudian, si engkoh itu mengeluarkan tas kresek dan menyerahkan ke dia seraya berkata, " Bisa titip ini pak ?".

Dilihatnya isi tas kresek itu dan terkejut, " Loh pak, kok isinya pasta gigi semua ?"

" Iya pak....tadi saya gugup. Tiba-tiba saja polisi datang ke tempat saya dan menangkap . Saya ambil saja barang-barang di toko. Saya pikir mengambil sabun, shampoo, sikat gigi dan odol. "

Ke-esokan harinya, si Engkoh disidang. Namun tidak kembali sampai malam harinya. Karena orang itu diserahi tanggungjawab sebagai kepala sel. Dia melaporkan ke sipir, " Ada 4, yang 1 keluar. "

" Lupakan saja yang satu itu. Salah tangkap ! Namanya saja kebetulan sama. " sahut sipir penjara.

Sebuah cerita tentang pasta gigiApakah ini jawaban doa dari Tuhan ? 10 biji pasta gigi dari orang yang salah tangkap ? Apakah sebuah kebetulan ? Sebuah kebetulan yang betul-betul kebetulan ?

Kebetulan ada polisi yang salah tangkap orang. Kebetulan juga namanya sama. Kebetulan juga dia ditangkap pada hari itu. Kebetulan juga kemarin dia berdoa minta pasta gigi. Kebetulan juga yang dibawa adalah pasta gigi. Kebetulan juga dipenjara di sel yang sama. Kebetulan yang sangat sempurna, baik waktu dan barangnya.

Sekarang kembali pada anda yang berdoa meminta pasangan hidup. Apakah menemukan tulisan saya ini juga merupakan kebetulan ? Kebetulan anda browsing di internet. Kebetulan lagi niat baca dari awal sampai akhir.

Kebetulan...kebetulan...dan kebetulan.

Tuhan bisa menjawab doa dengan cara supranatural. Namun lebih sering menjawab secara natural.

Lebih baik berkali-kali gagal dalam pacaran daripada menikah dengan orang yang salah. Pacaran tidak ada ikatan sehidup-semati. Sedangkan pernikahan adalah penyatun dua manusia menjadi satu dengan Tuhan sebagai saksiNya. Yang menjawab SAH ! Bukan hanya manusia saja, Tuhan ikut men-sah-kan pernikahan anda. Ini berkat sekaligus kutuk. Setia berarti berkat, berpisah berarti kutuk !

Kabar baiknya, Tuhan pun campur tangan untuk menyelesaikan masalah anda. Ketika semua jalan tertutup, berbagai cara telah dilakukan, anda putus asa. Maka jalan terakhir adalah menyerahkan persoalan ini kepadaNya. Kita latih kesabaran, menguatkan kepercayaan dan mengikuti prosesnya.

 

KESIMPULAN
Bagi saya yang sudah "agak" tua ini, menulis cara pacaran bagi muda mudi rasanya sudah kadaluarsa. Bayangan saya selalu pada kehidupan setelah pacaran. Betapa menderitanya anda jika salah memilih pasangan sehidup-semati.

Anda harus mengetahui beratnya memperjuangkan pernikahan. Setelah itu baru bisa menilai pasangan anda yang sekarang ini memenuhi kriteria atau tidak.

Kriteria penting yang harus ada dalam diri pasangan kita | 2 - 2
Ketika rasa cinta telah luntur, yang membuat hubungan langgeng adalah kedewasaan dan komitmen

Share this content

ARTIKEL TERBARU

SERI BERPACARAN

SERI RUMAH TANGGA

SERI PENDIDIKAN ANAK

SERBA-SERBI CINTA