Website Wapannuri

PENYEBAB KONFLIK MENANTU DAN MERTUA

Menantu wanita yang tinggal serumah dengan mertua laki-lakinya pasti akan mengalami konflik. Sudah menjadi kenyataan hidup bahwa menantu dan mertua akan selamanya bermusuhan. Sekalipun mereka berdua tidak tinggal satu rumah konflik tetap dapat terjadi ! Namun tidak separah mereka yang tinggal di Pondok Mertua Indah.

Topik menantu dan mertua ini akan saya tulis menjadi dua bagian. Bagian pertama, yang anda baca saat ini, mengenai penyebab - penyebabnya. Sedangkan bagian kedua membahas mengenai cara menyelesaikan masalah ini.

Menantu dan Mertua

 

TIGA SEBAB KONFLIK MENANTU - MERTUA
Mertua dan menantu memiliki satu kesamaan, yaitu sama – sama seorang wanita. Seorang wanita memiliki peran sebagai penjaga, pelindung, dan pengurus rumah tangga. Ini adalah takdir bagi seorang wanita, tak peduli anda seorang wanita karier, pengusaha sukses, ataupun bos di tempat kerja. Wanita, bagi seorang pria dan bagi masyarakat luas tugasnya adalah mengurusi rumah dan anak – anak. Kedengaran tidak adil ? Memang ! Tapi tahukah anda, wahai para wanita, bahwa struktur , fungsi, dan otak anda “dibuat” untuk keperluan ini ? Mari coba kita pahami beberapa perbedaan antara pria dan wanita ini.

Mata wanita berbeda dengan mata pria. Ketika seorang pria berkonsentrasi penuh maka sudut pandangnya mengecil, sebaliknya ketika seorang wanita berkonsentrasi penuh maka sudut pandangnya meluas. Dalam buku  Why Men don’t listen and Woman can’t read map, seorang laki – laki adalah pemburu sejati sedangkan seorang wanita adalah seorang pelindung sejati. Seorang pemburu membutuhkan pandangan mata yang fokus, lurus, dan seperti teropong karena dia harus membidik sasarannya dengan tepat. Ketika dia hendak menembak atau melemparkan tombaknya ke binatang buruannya maka targetnya adalah satu titik. Entah itu lehernya, kepalanya, ataupun jantungnya.

Kulit pria lebih tebal  daripada seorang wanita. Karena itu kulit wanita lebih peka terhadap rangsangan daripada kulit pria. Satu – satunya kulit pria yang sensitif adalah pada alat kelaminnya...hehehehehe...!

Pendengaran wanita lebih tajam dibandingkan pria. Seorang wanita yang memiliki seorang bayi bisa “mengartikan” tangisan bayi tersebut. Tangisan bayi yang lapar dengan suara tangisan bayi yang pipis berbeda bagi telinga wanita. Kok bisa tau yah ?

Wes tah lah, pada intinya wanita memang diciptakan untuk  menjadi penguasa di rumahnya ! Kalo perbedaan – perbedaan ini diteruskan bisa-bisa topik menantu vs mertua ini melenceng dari tujuan penulisannya. Bagi anda yang tidak setuju dengan pendapat saya ini juga tidak apa – apa karena tiap – tiap orang berhak untuk mempercayai apa yang paling diyakininya. Tapi cobalah untuk menerima informasi ini sebagai salah satu kemungkinan penyebab konflik antara menantu dan mertua.

Ketika seorang wanita yaitu istri anda tinggal di rumah wanita lainnya yaitu mertuanya. Maka terjadi konflik perebutan kekuasaan. Siapa yang sebenarnya menjadi pengatur rumah tangga anda ? Istri anda atau ibu anda ? Istri anda berhak untuk melayani suaminya. Benar! Ibu anda juga berhak untuk mengurus anaknya. Tepat sekali ! Istri anda berhak untuk membeli korden baru. Mertuanya juga berhak untuk tetap memasang korden lamanya ! Nah loh... mana yang akan kita pilih ? Korden baru istri anda atau korden bersejarah ibu anda ? Ha...ha...ha..

Penyebab kedua adalah cara berkomunikasi. Semua orang sudah pada tahu kalau wanita berbicara secara tersirat sedangkan pria berbicara secara tersurat ! Apa yang dikatakan oleh seorang wanita tidak selalu bermakna sama dengan ucapannya ! Duh... susahnya memahami seorang wanita padahal mereka ingin dimengerti ! Oh Tuhan....kok angel nemen sih ngomong sama ciptaanMu ini ! Ketika mereka mengatakan YA! Bukan berarti memang benar-benar IYA. Ketika mereka mengatakan TIDAK! Tak selalu benar – benar tidak mau !

Ketika berkomunikasi, wanita mengatakan perasaannya bukan maksudnya. Coba perhatikan beberapa kalimat di bawah ini :

Penyebab Konflik

“ Aku capek, tiap hari bersihkan rumah, masak, cuci baju, nyapu, ngepel, cuci piring “

 

“ Semuanya gak beres, kamu itu mesti lupa matikan lampu kamar mandi !”

 

" Mengapa kamu tidak pernah mengajak aku jalan - jalan ? "
(padahal tiap minggu selalu keluar bersama-sama!)

Bagaimana mengartikan kalimat – kalimat di atas ? Ada baiknya anda membaca tulisan saya sebelumnya mengenai cara komunikasi wanita dan maknanya !
Komunikasi yang efektif adalah sebuah komunikasi tanpa persepsi. Karena itulah konflik yang terjadi antara mertua dan menantu pada tahap awal mudah untuk diselesaikan. Sebab masing – masing pihak belum memiliki persepsi satu sama lainnya. Bicara soal persepsi, wanita adalah makhluk yang penuh dengan persepsi, imajinasi, dan intuisi. Saya rasa inilah sebabnya pertengkaran antar wanita biasanya bertahan lebih lama dibandingkan pria. Gak percaya ? Liat aja perseteruan Jupe ama Depe !

Sekalipun istri dan ibu kita sama – sama wanita yang berasal dari planet Venus bukan berarti mereka bisa saling memahami satu sama lain. Persepsi adalah salah satu distorsi komunikasi yang paling merusakkan bagi hubungan antara menantu dan mertua. Saya yakin 90% wanita memiliki persepsi yang buruk mengenai Pondok Mertua Indah.

Penyebab ketiga adalah kita para laki – laki tidak melakukan sesuatu. Loh, kok bisa sih ? Yo bisa aja, namanya juga wanita. Inilah salah satu ciri khas seorang wanita ! Sekalipun tidak ada hubungannya sama sekali, mereka mampu menghubung – hubungkannya dengan kita. Ha...ha...ha....

Semua masalah pasti memiliki solusi. Namun seringkali kita tidak mengecilkan masalah besar dan menghilangkan masalah kecil. Sebaliknya kita sering meremehkan masalah kecil dengan berharap kedua wanita itu akan lupa dengan sendirinya dan kembali rujuk. Atau kita tidak melakukan apa – apa karena kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan. Yah, intinya kita mengacuhkan masalah tersebut atau mengadem – ademkan keduanya.

Yang tidak kita tahu adalah masing – masing pihak masih memiliki ketidakpuasan namun masih dapat menahan dirinya karena anda ! Suaminya dan juga anak ibu anda. Sekali atau dua kali cara anda masih bisa diterima. Tetapi jika semua masalah diselesaikan dengan cara ini, maka anda harus bersiap – siap untuk menghadapi perang terbuka, perang akbar, atau perang terbesar tahun ini !

Solusi Konflik Menantu dan Mertua
Tidak ada kasus yang tidak selesai. Percayalah ! Bagaimana caranya ?

Share this content

ARTIKEL TERBARU

SERI BERPACARAN

SERI RUMAH TANGGA

SERI PENDIDIKAN ANAK

SERBA-SERBI CINTA