Website Wapannuri

KENAPA PERCAYA TUHAN YANG TIDAK NYATA ? | 1-3 Seri Pernikahan

Saya memutuskan untuk tidak Tuhan, Tuhan'nan lagi. Beribadah kepada Tuhan, mentaati perintahNya dan menjauhi laranganNya membatasi kebebasan saya. Saya menolak sex bebas, saya bertahan dengan pernikahan saya yang tidak bahagia, saya mengorbankan kesenangan pribadi saya untuk menyenangkan orang lain, saya mengalah untuk di-injak-injak. Saya memberikan pipi kanan ketika seseorang menampar pipi kiri. Saya berjalan sejauh dua kilo ketika diminta untuk berjalan sekilo. Selamat tinggal Tuhan...sudah saatnya saya mendapatkan apa yang saya inginkan !

Mengapa percaya pada Tuhan yang tidak kelihatan

 

LALU ? KEPADA SIAPA SAYA BERHARAP ?

Lagu yang pertama kali muncul setelah saya mengambil keputusan itu judulnya "Allah Maha Tahu" yang dipopulerkan Robert & Lea. Namun yang saya download dan dengarkan dinyanyikan oleh Maria Shandi dan Angel Idola cilik. Lirik lagunya :

Allah Maha Tahu Maria Shandi"Kemanakah aku dapat pergi,
menjauhi rohMu Tuhan ?
Kuberlari...mendaki ke langit,
namun Engkau ada di sana."

" Aku terbang....dengan sayap fajar,
diam di ujung bumi.
Namun tanganMu, menuntunku slalu,
bawaku mendekat padaMu. "

"Engkau Tuhan, Allah maha tahu
Betapa dahsyatnya kuasaMu
HadiratMu kini penuhiku
Bawaku mendekat padaMu."

Bak petir di siang bolong, kepada siapa saya harus percaya ? Manusia lainnya ?

Tidak mungkin ! Tidak ada teman yang baik, dapat dipercaya, dapat diandalkan dan siap menolong tanpa pamrih. Justru merekalah yang memakan uang kita. Orang terdekatlah yang bisa menipu kita. Jaman sudah edan, semua orang mementingkan diri sendiri, menyenangkan diri sendiri sekalipun harus mengorbankan orang lain.

Saya hanya bisa mengandalkan diri sendiri. Tetapi kepada siapa ke-galau-an hati ini harus diceritakan ? Saya tidak kuat menanggung beban kehidupan ini sendirian. Saya stress, ditekan sana sini, saya harus tetap bekerja sekalipun lelah. Saya harus menghasilkan uang dalam segala keadaan....baik pasar sepi atau ramai, anak harus minum susu, perut harus di-isi, tagihan listrik harus dibayar, air, telepon, iuran kampung, kartu kredit.

Saya lelah, butuh hiburan ! Saya butuh jawaban. Mengapa hidup saya begitu sengsara. Sekalipun bisa makan tiga kali sehari, namun itu hanyalah makanan saja. Saya harus makan agar tetap sehat. Saya harus tetap sehat karena harus bekerja. Saya harus bekerja karena tulang punggung keluarga. Saya bagaikan sapi yang hidupnya hanya makan-tidur-dan bekerja.

Saya butuh seorang yang mengerti diri saya, yang bisa menghibur dan memenuhi kebutuhan saya. Saya menginginkan kenikmatan duniawi ini....yang dapat disimpulkan menjadi satu kata: Wanita.

" Sex dalam pernikahan itu bukan masalah cinta atau mood ! Tetapi hak dan kewajiban. "

Mengapa pria begitu menyukai wanita ? Saya sendiri tidak tahu... dari sananya memang dibuat begitu. Jawaban ilmiah terbaik dari saya karena jaman dulu kelangsungan hidup manusia ditentukan dari kuantitasnya. Semakin banyak kelompoknya, semakin kuat posisinya.

Dulu (dan juga sekarang) yang kuat memakan yang lemah. Tidak ada polisi, hukum ataupun komnas HAM.

Orang bisa melakukan apa saja kepada orang lainnya. Ketika saya memukul anda, maka anda tidak bisa mengadu ke siapa-siapa. Gak isa lapor polisi dan gak ada yang bisa membela anda. Ketika suku lain mencari masalah dengan suku anda...menang atau kalahnya ditentukan oleh otot.

Namun yang sering terjadi adalah 5 lawan 1, 200 lawan 50 atau 1.000 lawan 300. Karena manusia selalu memperkecil resiko dan memaksimalkan keuntungan. Melawan suku yang lebih kecil pasti menang telak. Kerugian di pihak kita pun lebih kecil. Jadi buat apa melawan musuh yang seimbang...apalagi yang lebih besar.

Karena itulah, seorang pria harus bisa secepatnya menghasilkan keturunan. Semakin banyak semakin baik, semakin cepat semakin baik. Dalam keadaan apapun, pria harus bisa memproduksi anak.

Jika mengacu pada ajaran agama, pria memang diberkati dan "ditugasi" untuk memenuhi bumi dengan keturunannya.

Jadi....apakah pria "menikmati"  wanita itu salah ? Dosa ? Atau tidak normal ? Apakah sex itu dilarang ? Mengapa Tuhan menciptakan satu organ tubuh yang fungsinya hanya kenikmatan saja ?

Sex adalah puncak kenikmatan manusia yang bisa membuat ketagihan. Sex bisa membuat manusia lupa segala-galanya. Melupakan pekerjaannya, melupakan pasangannya dan akhirnya meninggalkan penciptaNya. Karena itu sex harus dibatasi dalam pernikahan.

Mengapa pernikahan itu suci ? Bukankah pernikahan adalah suatu ritual biasa yang bisa dilakukan siapa saja ? Siapa yang menge-sah-kan pernikahan ? Pemerintah atau agama ? Mengapa harus ke penghulu atau ke gereja ? Mengapa tidak langsung ke catatan sipil ? Mengapa ada status "anak di luar nikah"

Karena yang men-sah-kan pernikahan adalah agama. Pemerintah hanya menegaskan dan memberi status hukum. Yang belum menikah menjadi menikah. Yang sudah menikah  tidak boleh menikah lagi secara hukum. Mulai dari RT, RW, kelurahan dan kecamatan merubah status anda dari pejaka\perawan menjadi suami /istri.

Orang yang menikah tanpa melalui agama tidak dapat ditulis dalam buku catatan kenegaraan. Sekalipun secara de facto sudah tinggal serumah, disetujui para orangtua....status hukum mereka tetaplah pejaka/perawan. Demikian pula dengan akta kelahiran anak mereka, akan ditulis "anak dari seorang ibu". Bukan"anak dari seorang ayah dan ibu".

Kedudukan agama lebih tinggi daripada pemerintah dalam kasus pernikahan ini. Dengan kata lain...pemerintah pun menganggap pernikahan itu suci, kudus atau ekslusif. Jadi....apa sebenarnya yang membuat pernikahan itu istimewa ?

Karena Tuhan hadir menjadi saksi dalam pernikahan manusia. Itulah yang membuat pernikahan itu suci. " Saudara Ling Ling....apakah anda mengenal pasangan ini ? Apakah mereka benar-benar mencintai dan bersedia setia dalam suka dan duka sampai maut memisahkan ?" Looh pak....kenapa tanya saya ? Tanya ke mereka berdua saja.

Mengapa diperlukan saksi pernikahan ? Bukankah pernikahan hanya antara dua orang manusia saja ? Mengapa harus ada saksi dari pihak wanita dan saksi dari pihak pria  ? Aturan dari mana ini ?

Akta pernikahanDulu sekali, para saksi akan dipanggil kembali jika terjadi masalah dalam pernikahan mereka. Dihadapkan kembali pada janji yang mereka ucapkan dihadapan keluarga. Para saksi ini juga turut bertanggungjawab atas kelangsungan rumah tangga mereka. Sayangnya, peran saksi pernikahan saat ini hanyalah sebagai syarat pencatatan sipil saja.

Namun tidak demikian dengan Tuhan. Dia hadir, men-sah-kan, mengkuduskan, memberkati dan menyegel setiap pernikahan. Tuhan juga menjadi saksi. Dengan kata lain, Tuhan turut bertanggungjawab terhadap kelangsungan rumah tangga mereka.

Tuhan maha hadir namun tidak pernah sembarangan hadir. Hanya peristiwa penting-penting saja. Dia turun dari surga ke dunia hanya untuk menjadi saksi pernikahan kita. BagiNya pernikahan adalah hal yang penting. Pernikahan anda penting bagi Tuhan....bukankah hal ini luar biasa ? Allah yang maha kuasa prihatin dan turut menyelesaikan permasalahan kita.

Tetapi kenyataannya lebih banyak pernikahan yang berakhir dengan perceraian. Dan lebih banyak lagi pernikahan yang bertahan demi anak. Pernikahan tanpa cinta dan tanpa kebahagiaan. Pernikahan semu demi status yang ujung-ujungnya mencari kebahagiaan sendiri-sendiri. Yang suami punya WIL, sedangkan si istri punya PIL. Tidur berdua tanpa merasa bersalah atau ada apa-apa.

Mengapa sex yang seharusnya dinikmati dalam pernikahan kalah nikmat dengan seks bebas ? Jawaban sederhananya adalah tidak ada emosi atau cinta. Sex hanyalah sebagai kewajiban, nafsu dan rutinitas. Kok bisa ? Karena pernikahan itu rumit, sehingga jawaban yang tidak sederhana adalah penyimpangan kodrat pria dan wanita, antara suami dan istri.

" Istri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi istrinya."

" Hai istri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan. Karena suami adalah kepala istri.... Hai suami, kasihilah istrimu. "

Apakah sex begitu penting dalam pernikahan ? Lebih penting daripada uang dan anak ? Jika anda menjawab sex tidak penting...maka berilah izin kepada pasangan anda untuk membeli sex di luar sana.

Jadi jangan marah karena sex yang tidak penting ini. Jangan cemburu dengan pasangan yang berburu sex suka-sama-suka. Atau yang mau praktis tinggal pilih-bayar-lalu pulang.

Sex adalah salah satu kebutuhan saya dan sex adalah satu-satunya "barang" yang melekat dalam diri pasangan kita yang tak dapat digantikan dengan "barang" lainnya. Kebutuhan harus dipenuhi....bagaimanapun caranya !

Namun...hanya ada satu penghalang menuju pemenuhan kebutuhan dasar saya yang satu ini....yaitu Tuhan. Jadi, selamat tinggal Tuhan !

 

DUA LUBANG MANUSIA

Apakah saya membutuhkan Tuhan ? Apakah manusia bisa hidup tanpa Tuhan ? Apakah peran Tuhan dalam hidup manusia ? Bagaimana "sesuatu" yang tidak nyata itu bisa mempengaruhi hidup saya...dan juga hidup anda ?

Bukankah syarat hidup itu hanya makan dan minum ? Asalkan bisa makan sehari sekali kita tetap hidup ? Selama masih ada udara, kita tetap memiliki kehidupan ? Mengapa kita memasukkan Tuhan dalam hidup yang tidak ada hubungannya ? Bukankah kita membeli minum dengan uang ? Mana ada orang yang mau menerima pembayaran "atas nama Tuhan" ? Bayarlah tagihan listrik anda dengan doa, maka PLN akan membalas jawaban doa anda dengan Surat Pemutusan Sambungan Listrik.

Bekerjalah agar kaya, bukan dengan berdoa. Dengan bekerja, kita mendapatkan upah. Apa yang akan kita dapatkan melalui doa ? Belajarlah agar menjadi pandai, bukan dengan berpuasa. Bersekolalah agar memperoleh ijazah. Dengan gelar Sarjana, gaji anda lebih besar daripada anak SMA. Perusahaan melihat pengalaman kerja anda, bukan agama ketika mencari karyawan. Gaji anda ditentukan berdasarkan kemampuan  bekerja, bukan pengalaman berdoa.

Para manusia ini menilai sesamanya dengan cara yang manusiawi. Melihat, meraba dan memegang. Karena itu ada yang cantik dan yang jelek. Ada yang gendut dan  yang kurus. Ada yang enak dan yang pahit. Manusia normal menginginkan yang terbaik untuk dirinya. Yang jelek-jelek minggir. Orang jelek menginginkan pasangan yang ganteng. Orang ganteng menginginkan pasangan yang cantik. Orang kaya menikahi orang kaya lainnya. Apakah hal ini salah ?

Kekosongan hati manusia, siapa yang dapat mengisinya ?Bukankah kebahagiaan adalah mendapatkan apa yang kita inginkan ? Ketika impian menjadi kenyataan dan harapan terkabulkan. Bukankah kebahagiaan adalah tujuan utama kita ? Mengapa kita harus menolak sex suka sama suka yang membahagiakan itu ? Mengapa kita menahan diri untuk tidak membalas orang yang menyakiti hati kita ? Mengapa kita harus mencintai pasangan yang tidak mencintai kita ? Mengapa kita tidak boleh menceraikan suami/istri yang tidak bisa diatur ?

Apa hak Tuhan melarang sex diluar nikah ? Saya tidak memaksa, dan dia juga tidak merasa dipaksa. Saya merasa senang dan dia juga senang. Semuanya untung, tidak ada yang dirugikan. Di mana masalahnya ? Di mana salahnya ? Karena melanggar norma masyarakat ?

Memang masyarakat kasih makan saya ? Emang mereka menyekolahkan saya ? Bayar listrik rumah saya ? Apa urusannya masyarakat dengan kehidupan pribadi saya ? Toh yang senang dan yang susah saya sendiri. Toh saya ber-indehoi di hotel yang saya bayar sendiri. Dengan uang hasil keringat sendiri.

Melanggar janji setia pernikahan ? Kata siapa ? Saya sudah melakukan semua kewajiban saya kok. Malah sebaliknya, saya tidak mendapatkan hak saya ! Bukankah saya berhak menikmati tubuh pasangan saya ? Kapanpun saya menginginkannya ! Saya minta...tidak dikasih. Cape kek, males kek...nafsunya besar kek ! Ada saja alasannya. Looooh....itukan hak saya ! Saya resmi menikah kok !

Mengapa justru saya yang disalahkan ? Saya korban...bukan tersangka ! Mengapa Tuhan memberi pasangan yang tidak mau melayani saya ? Memang wanita cuman dirimu saja ? Bukan aku yang cari masalah. Dirimu yang bermasalah ! Atau memang sudah tidak ada cinta di antara kita ? Fine...mari kita mencari cinta dan kebahagiaan sendiri-sendiri.
 
Marilah kita meninggalkan norma, moral dan agama yang menghalangi kebebasan itu. Bukankah hidup hanya sekali ? Bukankah hidup harus dinimkati ? Lagipula keberadaan Tuhan tidak membuat hidup kita lebih baik. Tuhan membiarkan hal-hal buruk terjadi dalam hidup kita. Dia tidak pernah memberikan apa yang kita ingingkan. Dia menutup mataNya, tidak peduli dan tidak mau menolong kita.

Saya mengucapkan selamat tinggal Tuhan dan dua minggu kemudian kembali kepadaNya. Mengapa ? Karena saya membohongi diri sendiri dengan mempercayai kebahagiaan dari dunia. Sifatnya sementara, menuntut dan mengikat. Saya harus meng-konsumsi-nya setiap hari, dan semakin lama semakin banyak. Apa yang memberi kebahagiaan saat ini akan membosankan beberapa hari kemudian.

Saya harus mencari "sesuatu" yang lebih menantang, lebih membuat adrenalin meningkat, lebih mendebarkan jantung.  Saya menyadari sifat manusia yang mudah bosan. Saya mengingini sesuatu dan begitu sudah di tangan...rasanya nikmat sekali selama beberapa hari. Kemudian nikmatnya menurun dan menjadi biasa saja. Saya lupa dengan rasanya, yang saya ingat hanyalah perjuangannya. Kesulitan-kesulitan yang saya hadapi, keputusasaan dan jalan keluar yang muncul tepat pada waktunya. Perasaan inilah yang rasanya tetap nyata.

"Sesuatu" lainnya yang sangat menyiksa adalah rasa bersalah. Rasanya seks memang nikmat, tetapi setelah itu muncul rasa bersalah yang muncul begitu saja. Dalam hati ada suara-suara kasat mata yang mendakwa saya. Tidak seharusnya kamu melakukan itu, kamu tau benar dan salah, apa yang baru saja kamu lakukan itu salah ! Kamu tahu perbuatanmu ini melawan Tuhan, kamu tahu akibat menentangNya. Itu dosa !

Pada awalnya, suara ini begitu jelas. Semakin diabaikan semakin menghilang. Tidak ada teguran dari hati nurani lagi. Digantikan dengan rasa kosong yang benar-benar kosong. Dalam tawaku tersimpan duka. Diluar tampak bahagia, namun di dalam menderita. Ada puluhan teman yang menemani, tapi aku tetap sendiri, kesepian dan galau.

Tidak ada yang benar-benar mengerti diriku, dapat diandalkan setiap waktu, memberikan semangat maupun nasihat yang benar-benar menyegarkan tubuh dan jiwaku.

" Kekosongan dalam hidup manusia harus diisi dengan memberi dan menghasilkan sesuatu. "

Beberapa orang mengisi kekosongan ini dengan meng-konsumsi "sesuatu" yang merangsang syaraf kebahagiaan kita. Mereka menggunakan kokain untuk "me-muncul-kan" hal-hal yang tidak berani mereka lakukan. Mereka berhalusinasi, terjebak dalam khayalan sesaat yang tidak benar-benar ada dan nyata. Karena tidak berani menerima kenyataan dan tidak mau mencoba, berusaha serta menderita.

Mereka memompa jantung dan otak sehingga tetap segar dan lebih bersemangat menggunakan pil ekstasi. Ada pula yang mematikan fungsi syaraf tubuh sehingga menjadi tenang dan tertidur.

Mereka membunuh jiwanya sendiri. Sesuatu yang membuat kita menjadi manusia. Sapi tidak perlu bahagia, yang mereka butuhkan adalah rumput dan air saja. Singa tidak membutuhkan TV agar tetap hidup. Tetapi bayi membutuhkan sentuhan manusia lainnya agar bisa hidup.

Binatang tidak memiliki jiwa. Mereka berjalan, berkelompok karena insting. Anjing tidak pernah galau. Kucing tidak kesana-kemari bertanya  tujuan hidupnya.  Makan, minum, kawin dan manak karena memang dari sono-nya seperti itu.

Apakah anda memiliki jiwa ? Seperti apa wujudnnya ? Apakah jiwa itu ? Bagaimana anda menjelaskan kecap manis dan kecap asin ? Pernahkah anda melihat singa makan hasil buruannya dengan menambahkan kecap manis ?  Atau gajah minta tambahan kecap asin ? Jerapah minum air putih, bukan es jeruk.

Mengapa kita, manusia, memasak ayam goreng tepung, ayam kecap, ayam lada hitam, ayam goreng saus inggris, ayam mentega, sup ayam, ayam bakar dan sate ayam ? Karena kita memiliki kemampuan untuk merasakan sesuatu.

Kita merasakan manis, asin, pahit dan kecut. Kita merasakan sedih, bahagia, marah dan benci. Kita tahu rasanya dicintai dan mencintai. Kita melihat, membayangkan dan merasakan. Kita memiliki keinginan....itulah jiwa kita. Sesuatu yang mendorong kita melakukan hal-hal tertentu.

Teori kebutuhan manusia dari Abraham MaslowApakah ini doktrin agama ? Bisa jadi. Tetapi teori Abraham Maslow tentang hierarki kebutuhan manusia patut kita pertimbangkan.
Ada kebutuhan dasar seperti makanan, minuman, pakaian dan tempat tinggal. Setelah terpenuhi... dan seharusnya mereka puas, namun ada sesuatu yang masih kosong dalam dirinya. Mereka membutuhkan orang lain untuk berbagi cerita. Mereka ingin dimengerti dan mengerti orang lain. Mereka ingin membagi kebahagiaan dan duka dalam hatinya. Namun tetap saja ada sesuatu yang kosong.

Dalam kebersamaan, manusia menjadi lebih mengerti tentang dirinya sendiri. Tentang orang lain. Apa yang mereka inginkan dan yang mereka harapkan. Pertanyaan ini setajam pisau bermata dua yang menusuk dirinya dan orang lain. Siapa saya ? Mengapa saya ada di sini ? Apa tujuan hidup saya ? Apakah artinya lahir di dunia ini ? Abraham Maslow menyebutnya dengan kebutuhan ego dan kebutuhan mencari jati diri.

Kebutuhan yang tidak dapat dilihat, diraba maupun dirasakan. Tetapi muncul begitu saja. Apa isitllah yang tepat untuk kebutuhan ini ? Bukankah itu jiwa kita ? Salah satu bagiaan dari manusia yang kasat mata ? Jika ilmu psikologi ini mengakui adanya jiwa, mengapa kita tidak bisa mempercayai doktrin agama ?

Apakah karena istilah Psikologi lebih masuk akal. Lagipula psikologi adalah gabungan dua bahasa latin psiko dan logos yang berarti ilmu yang mempelajari manusia. Bukankah juga sama artinya dengan Theologi yang berasal dari kata Theos dan Logos yang artinya ilmu yang mempelajari Tuhan ?

Demi kebahagiaan diri kita sendiri. Dan demi mempermudah pembahasan kita. Terimalah dan percayalah bahwa kita, manusia, memiliki jiwa yang membutuhkan makanan dan minuman.

 

SATU LUBANG RAHASIA

Hierarki kebutuhan Maslow menyebutkan bahwa kebutuhan manusia tertinggi adalah aktualisasi diri. Pencapaian tertinggi manusia adalah berhasil menjadi "orang". Kaya raya, berkuasa dan terkenal seperti Bill Gates, Jokowi, Donald Trump atau Robin Williams. Dunia melihat mereka sebagai orang yang telah mencapai kebahagiaaan tertinggi. Namun, Robin Williams memilih bunuh diri.

Seorang aktor idola saya yang film-filmnya menyentuh hati terdalam.  Mrs. Doubtfire bercerita tentang seorang ayah yang mencintai ketiga orang anaknya sehingga rela menyamar sebagai baby sister wanita agar bisa bersama mereka sepanjang hari. Pesan moralnya jelas, melihat dan membesarkan anak-anak adalah kebahagiaan sejati.

The Green Mile bercerita tentang seorang pria kulit hitam tinggi besar yang harus dihukum mati atas perbuatan yang tidak dilakukannya karena pada jaman itu rasialisme sangat tinggi. Haruskah Robbin Williams mengabaikan kebenaran demi kepentingan masyarakat ? Bicentennial Man adalah film fiksi yang topiknya tentang robot yang memiliki emosi. Dia bisa merasakan marah, sedih, tertawa dan bahagia.

Robin Williams adalah seorang aktor besar yang memiliki segala syarat yang diperlukan untuk mendapatkan kebahagiaan namun bunuh diri karena deperesi. Dia tertawa bersama teman-temannya. Dia keliling dunia. Dia aktif dalam kegiatan sosial. Dia berolaraga teratur. Dia makan bersama keluarganya sambil bersenda gurau. Orang-orang yang melihat aktifitasnya menilai Robin Williams adalah pria yang bahagia. Tetapi kenyataanya hatinya kosong.

Bukankah dua lubang hidupnya telah terisi ? Dimana kesalahannya ? Dan jika hal itu terjadi pada Robin Williams, bisa juga terjadi pada kita. Kita berusaha hidup bahagia dengan mencari banyak uang.  Robin Williams pun melakukan hal yang sama....Dia sudah berhasil, sedangkan kita masih pas-pasan. Pas buat makan sebulan. Pas buat bayar uang sekolah. Pas buat bayar cicilan kartu kredit.

Robin Williams quoteKalau kaya, saya pasti bahagia. Kalo saya punya sepeda motor, pasti bahagia. Kemana-mana bisa cepat. Begitu kehujanan, kita berandai jika punya mobil, pasti lebih bahagia. Liat teman naik Innova, kita merasa sedikit malu karena masih pake Agya. Aaaah....seandainya bisa beli Innova pasti saya lebih bahagia.

Demikian pula dengan uang sejuta, kepingin sepuluh juta. Setelah itu kepingin seratus juta, satu milyar, satu triliun. Bagaimana rasanya memiliki uang satu triliun ? Apakah benar-benar menunjukkan siapa diri saya sebenarnya ? Salah !

Yang berbeda itu cara pandang orang lain terhadap diri anda. Wik....orang kaya rek ! Mereka menghormati anda, menghargai anda dan rela menjadi keset kaki.

Cara anda memandang diri anda sendiri tetap sama. Perasaan anda tetap sama seperti dulu. Memiliki uang seratus ribu ataupun seratus juta....penilaian diri anda tentang diri sendiri tetap sama. Yang membedakan hanyalah pujian dan hormat orang lain. Ego anda bertumbuh, rasa percaya diri anda meningkat, hormon anda berubah dan muncullah kebahagiaan, kebanggaan atau apapun juga yang membuat diri kita serasa berdiri di puncak dunia.

Sumber energi kita berubah dari luar ke dalam. Kita bergerak ketika ada pujian. Kita hidup karena dielu-elukan. Penampilan kita berubah, cara berjalan kita berbeda, omongan kita bagaikan dewa yang harus dituruti. Seperti sebuah ponsel yang diganti casingnya. Merah, putih, hijau dan warna pelangi. Namun isinya tetap sama, baterai, sim card dan layar LCD dengan OS Android.

Pujian tidak membuat baterai ponsel kita tambah awet. Rasa kagum tidak membuat pulsa kita bertambah. Apapun warnanya, bagaimanapun juga soft case-nya....ponsel Andromax tetap Andromax....tidak sekonyong-konyong berubah menjadi iPhone 6.

Kekayaan, Kehormatan dan Kekuasaan tidak merubah diri kita. Orang lain lah yang merubah sikapnya terhadap anda. Anda yang dilahirkan dengan dua lubang kehidupan, tetap memilikinya. Baik kaya maupun miskin, baik terkenal atau terbuang.

Kabar baiknya, dua lubang ini bisa di-isi oleh siapa saja dengan tutup memberi dan tutup produktifitas.

Anda tidak akan merasakan kebahagiaan karena dicintai seseorang. Anda baru merasakan bahagia karena mencintai seseorang. Anda tidak akan bahagia karena terus-menerus diberi hadiah. Anda baru merasakan kebahagiaan karena memberi seseorang. Anda tidak akan bahagia karena menuntut sesuatu, kebahagiaan itu adalah melayani orang yang penuntut. Anda tidak akan bahagia karena hidup tanpa masalah. Kebahagiaan itu muncul karena berhasil menyelesaikan masalah.

Kita adalah manusia setengah Tuhan separuh setan. Kita dilahirkan dengan memiliki sifat Tuhan yang pemberi dan juga sifat setan yang menuntut.  Karena itu ada sebagian besar orang yang bahagia karena menyengsarakan orang lain. Sebagian lagi bahagia karena bisa memberikan hidupnya untuk orang lain.

Manusia baik dan manusia jahat sama-sama memiliki tujuan hidupnya. Mau atau tidak mau kita harus menerima kenyataan bahwa ada manusia yang diciptakan untuk dibinasakan.  Kejahatan dan kebaikan berjalan bersama-sama. Yang baik bisa menjadi jahat dan yang jahat bisa menjadi baik. Semuanya sama-sama produktifnya. Selama kita melakukan sesuatu agar menghasilkan, lubang kekosongan itu akan terisi.

Jangan heran dengan orang kaya yang mendirikan Yayasan untuk membantu orang lain karena mereka berusaha menutup lubang kehidupan yang satunya. Dan juga jangan heran dengan orang jahat yang mendonasikan ratusan juta uangnya untuk membantu orang lain yang kekurangan.

Yesus dan ZakheusPada hakekaatnya, mereka mengisi jiwanya. Namun kekosongan yang tak dapat dijelaskan itu tetap ada. Seperti seorang kaya yang bertanya kepada Yesus, "Guru yang baik, apa yang harus kulakukan agar bisa masuk ke surga ?"

"Engkau tahu 10 perintah Allah ?" jawab Yesus
Dengan terburu-buru, dia memotong perkataan Yesus, "Semua itu telah kuturuti sejak ABG."

" Good boy ! Kurang satu tok, juallah hartamu dan ikutilah Aku. " sahut Yesus.

Ternyata...masalah kekosongan ini sudah ada sejak jaman dulu kala. Bahkan sejak jaman prasejarah....ketika seorang pengkotbah mengambil kesimpulan tentang hidupnya, "Kesia-siaan, semuanya sia-sia."

Kekayaan, hormat, kekuasaan dan wanita. Semuanya tidak memberikan kebahagiaan sejati. Kebahagiaan yang memancar dari dalam ke luar. Kebahagiaan yang bersumber dari hati yang mengisi tubuh dan jiwa. Apakah tidak ada kebahagiaan yang benar-benar murni ? Yang akan mengisi semua kekosongan dalam diri kita ? Menutupi semua lubang yang tampak dan yang tersembunyi ? Di tempat yang rahasia ?

Seorang kepala pajak yang berkelimpangan harta dan kekuasaan pun merasakan kekosongan ini sehingga rela mempermalukan dirinya. Di kantor orang memberi hormat kepadanya, para pengusaha takut dengannya. Tetapi dia merendahkan dirinya dengan naik pohon di pinggir jalan raya hanya untuk melihat wajah seseorang yang dipanggil Yesus dari Nasaret.

Kedatangan Yesus ke rumah Zakheus membuatnya berani mengambil keputusan yang akan disesali semua orang....," Separuh kekayaanku akan tak sumbangkan ke orang miskin dan yang pernah tak peras akan tak ganti 4x lipat."

Zakheus gila ! Besok makan apa ? Bayar uang sekolah anak dari mana ?

Bagaimana orang yang begitu rasional bisa menjadi irrasional dalam sekejap mata ? Hanya satu jawaban yang masuk akal. Cinta buta.

Apa yang diberikan Yesus kepada Zakheus ? Tidak ada. Apa yang dijanjikanNya ? Tidak ada. Lalu...mengapa Zakheus jatuh cinta pada pandangan pertama ? Keselamatan, sorga dan pengampunan dosa.

Keselamatan, sorga dan dosa adalah konsep yang irrasional. Sesuatu yang tidak nyata namun dapat dirasakan. Sesuatu yang ditanyakan oleh orang muda yang kaya raya, " Guru yang baik, apa yang harus kulakukan supaya bisa masuk surga ?"

Padahal dia memiliki surga dunia, padahal harta bendanya tidak habis tujuh turunan. Padahal semua perintah-perintah Tuhan sudah dilakukan. Mengapa masih mencari surga ?

Demikian pula dengan pengkotbah. Setelah menutup segala sesuatunya adalah kesia-siaan, dia menasihati kita untuk takut kepada Tuhan dan berpegang perintah-perintahNya.

Begitu pula saya dan anda yang ternyata menemukan bahwa kebahagiaan sejati bukan pada harta, tahta ataupun wanita. Bukan pula pada pekerjaan, teman-teman atau keluarga. Anak adalah kebahagiaan, tetapi bukan kebahagiaan seperti "itu" yang kita cari. Bukan juga kebahagiaan sex.

Jenis kebahagiaan yang kita cari adalah kebahagiaan yang orisinil, mengisi kekosongan, memancar dari dalam keluar. Yang harus saya akui berasal dari kebenaran dan supranatural. Jika bukan Tuhan yang memberikan kebahagiaan itu, maka saya maupun anda tidak akan bisa mendapatkannya.

 

KESIMPULAN
Kehidupan di dunia ini pasti penuh penderitaan. Ya, anda dan saya pasti menderita, ditimpa masalah, ditipu orang terdekat, dikecewakan, pernikahan yang berakhir dengan perceraian dan lain-lainnya. Kita bisa menyalahkan Tuhan dan marah kepadaNya, tetapi jangan sampai meninggalkan Tuhan karena tidak ada pilihan yang lebih baik dariNya.

Share this content

ARTIKEL TERBARU

SERI BERPACARAN

SERI RUMAH TANGGA

SERI PENDIDIKAN ANAK

SERBA-SERBI CINTA