Website Wapannuri

DOA TERAKHIR YESUS, MALAM KEMATIAN DAN ARTINYA

Pagi hari itu, saat sedang menikmati makan pagi saya, timbul pertanyaan dalam hati. Mengapa di malam hari penyalibannya, Yesus berdoa. Dituliskan bahwa Dia berdoa sebanyak tiga kali, sampai berkeringatkan darah, plus marah-marah kepada murid kepercayaannya.

Apa yang sesungguhnya dipikirkan Tuhan kita, apa ketakutannya, apa tujuannya, dan apa masalahnya ?

Ketakutan, Kemarahan, dan Frustasi
Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. (Luk 22:44)

Doa Yesus
Expresi ketakutan Yesus sangat nyata dalam film garapan Mel Gibson ini

Pertama-tama kita membahas sisi medis dari keringat darah. Apakah mungkin ? Dan apa yang menyebabkan keringat seseorang berubah menjadi darah.

Istilah keringat darah dalam dunia medis adalah hemahidrosis atau hematidrosis. Kondisi ini terjadi karena pecahnya pembuluh darah di bawah kulit yang berdekatan dengan kelenjar keringat. Derasnya keringat membuat pembuluh darah tersebut mengerut sampai akhirnya kembali membesar dan pecah. Darah tersebut memasuki kelenjar keringat dan keluar bersamanya. http://en.wikipedia.org/wiki/Hematidrosis

Bagaimana pembuluh darah tersebut bisa pecah ? Berarti kita tidak boleh berkeringat terus menerus dong. Ha...ha...ha...(><)'

Kondisi keringat darah ini sangat jarang terjadi alias langkah. Seseorang akan berkeringat darah apabila dihadapkan pada situasi yang sangat dia takuti. Beberapa informasi yang saya dapatkan di internet menyebutkan kondisi-kondisi yang memungkinkan seseorang berkeringat darah :
1. Seorang prajurit yang menghadapi perang pertamanya
2. Seseorang yang dijatuhi hukuman mati
3. Seseorang yang akan diperkosa (tentunya bukan seorang laki-laki. Keringat putih keluarnya)

Takut berbeda dengan sangat ketakutan. Sangat ketakutan berbeda dengan takut setengah mati. Demikian juga dengan takut setengah mati dengan takut mati penuh. Saya tidak tahu apa ketakutan anda tetapi jika anda mengalami Hematidrosis ini, saya tahu bahwa anda sangat sangat sangat sangat ketakutan, baik secara fisik maupun secara kejiwaan

Pembuluh darah bisa pecah karena tekanan, entah itu secara fisik atau secara hormon. Stress dan ketakutan bisa membuat pembuluh darah ini pecah, saya tidak pernah dengar mengenai orang tertawa darah (padahal itu reaksi hormon!)

Kedua, penyebab seseorang menjadi pemarah, atau paling tidak menjadi marah-marah.
Penyebab pertama adalah frustasi. Seseorang marah karena putus asa. Harapan adalah sesuatu yang kita inginkan supaya tercapai. Saya ingin keliling dunia, dan keinginan itu sedemikian besarnya sehingga saya melakukan segenap kemampuan saya untuk mencapai tujuan itu. Hingga kini, usia saya mencapai kepala tiga namun saya masih belum bisa keliling dunia (atau paling tidak keliling asia lah). Kadang kalau saya memikirkan hal itu, saya frustasi. Mengapa tujuan tersebut masih belum terealisasi ? Apa yang belum saya lakukan ? Saya sudah berusaha, saya menabung, saya hidup hemat, saya mencari kerja sampingan, pendeknya, saya sudah melakukan apa yang saya bisa lakukan namun tetap saja tujuan tersebut masih belum tercapai. Jika teringat hal tersebut saya menjadi mudah marah. Marah karena kecewa, marah karena tidak mampu berbuat apa-apa, marah karena frustasi.

Dalam kasus Yesus, kemarahannya karena frustasi dan kecewa. Dia frustasi karena tidak mampu berbuat apa-apa dan kecewa karena murid-muridnya tidak membantunya.
Setelah itu Ia kembali kepada murid-muridNya dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku ? (Mat 26:40)

Pikiran dan HatiNya
Jadi, apa sebenarnya tujuan Yesus berdoa pada malam kematiannya ? Untuk itu kita perlu melihat doa Yesus.
(Mat 26:39)
Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya:”Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”
(Mar 14:36)
Kata-Nya:”Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.”

Arti Doa Yesus
Apa yang sesungguhnya ditakuti oleh Yesus ?

Dalam bahasa saya, doa Yesus seperti ini : “Abah, sesuatu ini dilewati aja yaa, tapi kalau nggak bisa, ya gak apa-apa, aku ikut Abah aja deh.” (Wapan 11:12)
Jadi, sesuatu = cawan, cawan = sesuatu. Apakah cawan itu ? Kalau males mikir, maka cawan = penderitaan. Dan selesailah artikel ini, tapi saya orang yang kreatif plus kengangguren, jadi gak berhenti di sini.

Sebenarnya, saya kurang setuju mengartikan cawan sebagai penderitaan Yesus. Dia tahu misinya di dunia ini bakalan penuh dengan penderitaan. Apakah Yesus begitu takut dengan penderitaan yang akan dia alami ? Saya yakin dan sangat-sangat yakin bahwa Dia tidak takut. Lalu, apa yang membuatNya begitu ketakutan ?

Ada dua informasi mengenai cawan yang saya dapatkan dari internet :

Pertama, perihal dosa. Yesus melihat cawan itu ada keinginan Bapa-Nya yaitu melawan dosa. Bukan hanya beberapa dosa saja, melainkan dosa seluruh isi dunia. Mulai dosa dari Adam sampai dosa masa kini dan sampai dosa yang akan datang. Oleh sebab itu Yesus begitu cemas dan takut karena Ia yang tidak pernah berbuat dosa akan dijadikan Dosa karena kita. 2 Kor 5 : 21, Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatnya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.
Kedua, pemisahan. Makanya, peluh Yesus seperti titik-titik darah yang menetes ke tanah. Kira-kira jam tiga, berserulah Yesus dengan suara nyaring; ?Eli, Eli, Lama Sabakhtani,? artinya Allahku, Allahku, mengapa engkau meninggalkan Aku?? 

Jangan lupa, baca yang ini juga....

Perbedaan Yesus dengan kita ada pada Pencipta dan yang diciptakan. Allah dan manusia. Yang maha tau dan yang tidak tahu. Yang kekal dan yang fana. Yang tinggal di surga dan yang tinggal di bumi. Jadi., mengapa harus takut ? Aneh bukan ?

Saya tidak bisa menjawab penyebab ketakutan Tuhan kita, tapi saya tahu bahwa perasaan manusia begitu berkuasa untuk menentukan tindakannya. Dan inilah perbedaan Yesus dengan kita. Dia tidak membiarkan perasaanNya menentukan jalan hidupNya tetapi membiarkan Allah yang  mengaturNya.

Kalau boleh jujur teman. Ini adalah masalah saya yang tidak kunjung selesai. Hingga saat ini.
 
Ada satu blog yang menjelaskan segala penderitaan Yesus, seberapa berat, apa akibatnya bagi tubuh, dan bagaimana rasanya  ? Silahkan menikmati !
http://huxleyi.wordpress.com/2009/01/16/apakah-yesus-benar-benar-mati/

Share this content

ARTIKEL TERBARU

KEPRIBADIAN MANUSIA

KARAKTER ROHANI

ARTIKEL KARAKTER