Rencana Tuhan atas masalah Kita

Cara dan aturan mencari uang di tiap jenis usaha berbeda. Jual eceran cenderung tunai, jual grosiran cenderung utang. Untung eceran sedikit tapi sering. Jual grosir margin kecil tapi jumlahnya banyak. Nominal besar. Sekali untung langsung kroso. Ternyata, bukan hanya itu saja efek sampingnya.

Kuburan Lazarus saudara Marta dan Maria

KETIKA TIDUR MENJADI TARUHANNYA

Ada orang yang bisa tidur dalam keadaan apa saja. Walaupun utang e akeh, tetap ae tidur pulas. Itu adalah berkat Tuhan. Tetapi ada juga yang kena masalah kecil saja tidak dapat tidur sampai masalahnya diselesaikan.

Jenis orang berbeda-beda. Ada yang mikiran, ada yang santai, ada yang cuek dan juga ada yang gupuh-an. Bukan karena lingkungan, tetapi karena kelahiran. Keunikan ciptaan Tuhan. Secara fisik jelas terlihat perbedaannya. Tetapi anak kembar berbeda kesukaan dan pola pikirnya… walaupun didik dari orang yang sama.

Salahkah saya jika memiliki kecenderungan untuk depresi ? Atau mudah marah ? Atau kecenderungan untuk bersikap pasif ? Bukankah Tuhan menciptakan saya seperti ini ? Mengapa sekarang Tuhan minta saya berubah ? Seorang pemikir yang disuruh menjadi orang easy going ?

Karena itu soal karakter… bukan soal kepribadian. Pemarah bukan kepribadian, pemikir juga bukan kepribadian, demikian pula dengan pendendam, pasif, pendiam. Jadi, apakah mungkin orang yang berkepribadian pendiam, bisa menjadi orang yang ramah, supel dan menyenangkan ? Atau sebaliknya orang yang memiliki kepribadian extrovert berubah menjadi anak yang tenang dan pendiam ?

Jelas bisa ! Karena hal itu merupakan kemauan dan keputusan untuk bertindak. Walaupun ada sesuatu yang menganjal di hati. Penolakan yang tidak dapat dijelaskan tetapi ujung-ujungnya adalah " Ini bukan sifat saya. Aku nda pernah lakukan ini."

Joker ketika akan merampok tetangga wanitanya

Joker adalah film tentang depresi. Ya betul… Joker musuhnya Batman itu. Kehidupan tidak berpihak kepadanya. Dikecewakan, dihina, dipukuli, dimanfaatkan…. Arthur mengalami semua itu. Dia mengambil keputusan untuk merampok seseorang !

Targetnya diintai, dibuntuti dan tiba saatnya…kesempatan itu muncul !

Gak jadi dirampok ! Tiwas tegang….

Kenapa gak sido ? Karena itulah sifat natural manusia. Dia sulit melakukan sesuatu yang tidak pernah dia lakukan. Sesuatu yang baru itu tidak mudah. Tidak mudah itu bukan berarti tidak bisa.

Tidak mudah itu adalah langkah pertama, dilanjutkan dengan tidak mau mencoba. Langkah berikutnya adalah tidak mau berusaha. Baru akhirnya tidak bisa.

Diantara tidak bisa dan bisa adalah usaha dan paksaan. Faktor inilah yang membuat Arthur akhirnya menjadi Joker.

Dia terpaksa menembak atau dipukuli. Itulah awal kejahatannya. Jelas yang ditembak ketakutan, demikian pula yang menembak. Karena sama-sama baru pertama kalinya.

Lalu dimulailah pembunuhan kedua dan ketiganya…. Rasanya lebih mudah dan lebih nikmat.

Demikian pula dengan anak SD yang belajar matematika. Berapa kali kita harus teriak-teriak 5+5 = 10 ? Apalagi waktu ada ulangan. Yang diajar stress, yang ngajari juga stress. Tapi lima tambah lima adalah pelajaran penting yang digunakan seumur hidup. Jadi mereka harus bisa ! Gak mau tau gimana caranya. Harus isa ! Harga mati !

Demi siapa sih 5 + 5 = 10 itu ? Demi orang tua atau demi anak ? Siapa yang memutuskan bahwa sesuatu itu penting dan tidak penting ? Bagaimana dengan 5 x 5 = 25 ? Apakah itu juga penting ? Bagaimana dengan 25.000 - 12.500 = 12.500 ? Apakah itu penting ?

Jelas semua itu penting. Tetapi dasarnya dulu yang paling penting. Banyak-nya nol tidak merubah konsep 5+5 atau 5x5. 50.000.000 + 50.000.000 adalah 5+5 kemudian ditambah nol tadi.

Bagi anak SD, panjangnya angka itu membuat bingung. Tetapi bagi anak SMP… pertanyaan apa ini ? Gampang soro !

Setelah penjumlahan dan pengurangan ada perkalian dan pembagian. Dilanjutkan dengan angka pecahan, kuadrat, akar kuadrat, sin, cos, tangen emboh apa lagi. Luas bangunan, volume, satuan, konversi… begitu panjang daftarnya untuk ilmu matematika.

Kita tahu apa yang tidak mereka tahu. Dan kita tahu mereka pasti bisa, sekalipun mereka berpikir tidak bisa. Dan kita siap mengajari mereka sampai bisa. Bahkan lebih dari itu, kita menyelami pemikiran mereka supaya bisa mengajarkan konsep ini sesuai dengan pemahaman mereka. Kita berbicara dengan bahasa mereka. Menjelaskan sesuatu yang rumit secara sederhana. Walaupun arti sebenarnya lebih dari itu. Asal mereka paham sedikit saja, baru kemudian dijelaskan lebih lanjut.

Dengan catatan mereka mau mencoba, mau berusaha dan sedikit dipaksa. Tetapi semua usaha ini sia-sia jika mereka menolak dan melarikan diri.

UJIAN DAN PENCOBAAN

Apakah penting membedakan antara ujian kehidupan dan cobaan ? Ini ujian.. saya harus tetap tabah. Terus, kalau cobaan… nda perlu tabah ? Atau sebaliknya hanya bertekun dalam cobaan ? Gak penting deh… dan tidak perlu mujijat untuk tau ini cobaan atau ujian. Karena respon kita tetap sama.

Ujian dan cobaan membebani kita. Memperberat hidup kita yang memang sudah berat. 5 ditambah 5 sudah berat bagi anak saya. Apalagi 5 dikali 5.

Anak anak selalu bahagia, apapun keadaannya

Bebannya jadi lebih berat ketika ada ulangan matematika dan bahasa jawa. Benar demikian ? Salah ! Yang berat itu mamanya. Anak-anak tetap bahagia.

Meskipun diajari 5 + 5 = 10 sampai dua jam. Sedihnya hanya dua jam itu. Terus lupa… terus mainan lagi. Besoknya ketika ditanya… berapa 5 + 5 ? Kadang lupa kadang ingat. Menjawab dengan wajah tanpa dosa. Luar biasa ciptaan Tuhan yang satu ini.

Apakah mereka anak yang tidak bertanggungjawab ? Anak yang nakal ? Anak yang tidak pintar ? Anak anda ? Atau karena memang anak-anak ?

Teenager dalam bahasa Indonesia artinya remaja. Terjemahan bebasnya umur 10 keatas. Berarti diatas anak-anak ? Lebih dewasa ? Terus berapa batasan umur children ? Umumnya 17 tahun. Setelah itu baru bisa disebut adult. Makanya filem dewasa ada tulisane 18++.

Secara naluri dan alami, tubuh kita berkembang. Menjadi lebih tinggi, lebih berotot, dadanya menonjol ke depan dan pantat mundur kebelakang. Otak kita pun demikian. Sel-selnya bertambah banyak dan sambungannya pun semakin rumit.

Kita mengerti hubungan antara sebab-akibat, aksi-reaksi, mengerti kerinduan dan kebencian. Melihat benda dan manusia secara berbeda. Ada harapan dan kekecewaan. Pendeknya kita belajar tentang dunia yang kita tinggali.

Bertanggungjawab itu perlu, bahkan harus. Tetapi, Yesus berkata, " Anak-anak inilah yang memiliki Kerajaan Surga. "

Bagaimana mungkin ?

Bahkan sebaliknya Yesus malah mengutuki orang-orang dewasa, pintar, rohani dan memiliki jabatan tinggi. Dia mengatai para pendeta sebagai kuburan… luarnya bagus, dalamnya tengkorak. Raimu ganteng tapi atimu bosok ! Kasar sekali ucapan Yesus. Kalo Dia hidup di Indonesia, akan ada demo berjilid-jilid dengan hashtag penista agama.

" Karena orang pintar mempersulit apa yang mudah.

Sementara anak-anak mempermudah apa yang sulit. "

Yuk kita pergi ke Bali sekarang !

Apa yang harus kita lakukan ? Mau naik apa ? Pesawat atau bis ? Liat dulu, ada uang berapa di tabungan kita. Oh… cukup buat kita. Tapi tunggu dulu, apa tetap cukup setelah dikurangi uang sekolah, listrik, air, telpon bulan ini ?

Ok, jam berapa kita berangkat ? Malam atau pagi ?
Tinggal di hotel mana ?
Sampai di sana naik taksi atau sewa mobil ?
Berapa hari di sana ? Bawa baju berapa ?
….

Sementara anak kita, bawa satu tas. Di isi mainan dan siap dalam 5 menit.

Karena anak-anak percaya kepada orangtuanya yang sudah menyiapkan segala kebutuhannya. Jadi… mari kita nikmati perjalanan ini.

Dia tahu tujuannya, dan membayangkan betapa nikmatnya di sana. Tak pernah terpikirkan cobaan atau ujian. Masalah yang akan terjadi. Walaupun benar-benar bermasalah, mereka tetap saja bisa menemukan sesuatu yang menyibukkan dan membahagiakan. Bagaimana bisa ? Karena yang ada dalam pikiran mereka hanyalah Bali - Bali - Bali dan Bali. Kita pasti sampai ke sana. Sekarang pun sedang menuju ke sana.

Sebegitu susah kah menjadi seperti anak kecil di hadapan Tuhan ?

MARTA DAN MARIA

Marta ini tipe pekerjaan keras, work alcoholic, logis dan kreatif. Figur istri idaman semua pria. Pandai memasak, rumah yang bersih dan mungkin teman bicara yang selalu nyambung.

Maria cenderung pasif, cengeng dan susah mengutarakan maksudnya dengan kata-kata. Maria bukan pemalas, dia hanya pendiam. Maria dan Marta kakak beradik yang berbeda 180 derajat.

Yesus di rumah Marta dan Maria

Dan gemparlah satu kota Surabaya ketika Pak Jokowi memutuskan mampir ke rumah mereka. Tamu agung yang memiliki Indonesia. Harta dan tahta dimilikinya, jadi apa yang harus kami siapakan ?

Pisang goreng, kopi, karpet merah, janur kuning dan tetek bengek lainnya. Rumah harus dibersihkan, jalan kampung dihias, cari baju yang pantas…. Banyak sekali yang harus dikerjakan. Sementara waktunya mepet.

Ketika Marta meminta Pak Jokowi untuk menegur Maria, Presiden menjawab, " Marta... oh… Marta… aku datang bukan untuk melihat seberapa meriah sambutan yang kamu berikan ataupun merasakan lezatnya pisang goreng kipas buatanmu. Aku datang untuk melihat keadaanmu dan bercakap-cakap. "

Begitulah presiden kita, halus sekali kalo nyindir orang. Nek gak paham, gini maksude. Sambutanmu itu ecek-ecek, dari 0-10, nilainya -10. Jauh dibawah standar kami. Masakanmu rasanya biasa-biasa saja. Ada ratusan koki yang melayani aku setiap hari dengan tingkat kelezatan yang jauh dari bayanganmu. Ngapain ae seh kamu itu maju mundur kayak setrika, muter-muter kayak bolot. Gak onok gunane.

Tapi kan Marta melayani Tuhan dengan hati yang tulus. Kata siapa ? Marta iri dengan Maria. Enak ae bocah satu ini. Aku sing masak, dia yang makan. Aku yang bersih-bersih dia yang mengotori. Aku yang repot, dia yang menikmati. Tulus dari Arab ?

Ketika Marta menghadap Tuhan dengan logikanya, semua yang dikatakan Tuhan dibantahnya. Marta ngeyel.

Dia hanya menerima apa yang masuk akal.
Masuk di akalnya sendiri.

Tuhan, Lazarus mati. Bisa nda dihidupkan kembali ? Bisa nda Anda berdoa supaya terjadi mujijat ?

Marta ini lucu, seperti saya, meminta tetapi tidak meminta. Percaya tetapi tidak percaya. Marta bimbang. Kenapa dia bimbang ? Karena semuanya berdasarkan aku tahu.

Aku percaya yang aku tahu. Yang tidak aku tahu, tidak bisa dipecaya. Aku tahu yang bisa terjadi. Aku juga tahu apa yang tidak mungkin terjadi. Aku tahu masa depan !

Yesus menjawab keraguan Marta dengan serius. Yang ditanggapi sambil ngelewes.

Marta, apa yang sebenarnya kamu inginkan ? Kamu mau meminta sesuatu atau nggak seh ? Kamu itu mau jawaban atau ngajak gegeran ?

Percakapan Yesus dengan Marta tidak nyambung. Karena mereka melihat dari dua sudut pandang yang berbeda. Marta melihat bumi, sementara Yesus melihat surga. Marta melihat realita berdasarkan logika, sementara Yesus melihat realita melebihi logika. Realitanya apa ?

Lazarus mati ! Betul. Lazarus bisa hidup kembali setelah 4 hari mati ? Bisa. Gimana caranya ? Mboh...gak eroh… karena memang diluar logika. Bisa gila kita kalo harus tau caranya.

Maria, sosok yang rapuh… yang mengandalkan perasaannya. Kerapuhannya mampu menggerakkan orang untuk menjaganya. Ketika Marta keluar, tidak ada yang mengikuti dia. Mungkin karena Marta kuat, sehingga orang tidak kuatir. Tetapi mungkin juga Marta ada "sesuatu" yang membuat orang males ngomong ama dia. Pendeta ae dibantah... ngeyel maneh.

Maria, sambil menangis, berjalan cepat atau bahkan berlari. Menoleh kanan kiri sambil mencari Yesus. Ah ketemu… Dia di perempatan jalan. Semakin dekat, semakin kencang tangisannya, langsung ndlosor di depan Yesus.

Kenapa kejadian ini membuat Yesus menangis ? Bukankah Dia tahu akan terjadi drama seperti ini ? Berapa banyak wanita yang tersungkur di hadapanNya ? Tetapi kenapa kali ini Yesus menangis ?

Karena Maria dan orang-orang yang mengikutinya. Hawanya jadi beda. Kan kita sering mendengar hawa membunuh. Berarti juga ada hawa kesedihan, hawa kegembiraan dan hawa - hawa lainnya. Kesedihan Maria membuat Yesus sedih. Kesedihan Maria ditambah kesedihan orang-orang yang mengikuti membuat hatiNya semakin teriris-iris. Ketika orang-orang ini mulai berbicara satu sama lain…. Menangislah Yesus.

Apakah Lazarus dibangkitkan karena tangisan Maria ? Tidak. Apakah kebangkitan Lazarus karena kuasa doa Maria, Marta dan orang-orang yang menyertai mereka ? Tidak. Apa tujuan Yesus membangkitkan Lazarus dari kematiannya ? Buat show off ? Jelas tidak. Karena Yesus meminta Marta memanggil Maria untuk menemuiNya secara diam-diam.

Lazarus harus mati dan dibangkitkan kembali karena rencana Allah. Begitu juga setiap masalah yang kita hadapi sekarang ini. Begitu juga pandemi Covid yang dialami seluruh dunia saat ini. Begitu juga dengan kehancuran perusahaan anda saat ini. Pasangan yang selingkuh, suami yang tidak tanggungjawab, dipecat dari perusahaan, ketemu klien yang suka cari masalah, proses pekerjaan yang tidak jelas akhirnya.

Tuhan membiarkan penderitaan menimpa kita ? Tuhan mengijinkan iblis mencobai kita ? Tuhan menghajar kita karena kita tidak kudus ? Tindakan kita tidak berkenan dihadapanNya ? Cerita Lazarus ini memiliki pola yang sama dengan kehidupan Ayub.

Cerita dimulai dari belakang layar, dimana sutradara utamanya menceritakan sinopsis ceritanya dulu kemudian drama dimulai. Sebagai penonton, kita sudah mengetahui akhir cerita ini. Tokoh utamanya dicobai kemudian akhirnya menang dan berakhir dengan bahagia.

Bedanya, di kisah Lazarus ini, pemeran utamanya berdialog langsung dengan sang sutradara menanyakan mengapa ini harus terjadi ? Mereka berdebat. Sedangkan di kisah Ayub, sutradaranya muncul terakhir, dengan jawaban yang sulit dimengerti. Kelihatannya antara pertanyaan dengan jawaban tidak nyambung.

Tetapi anehnya, baik Ayub, Lazarus dan kita, yang saat ini sedang membaca, tidak percaya dengan rencana Tuhan. Kita meragukan kasih dan kesetiaan Tuhan. Karena masalah yang saat ini memperberat kehidupan kita.

Lazarus dipakai Tuhan untuk mengajarkan banyak hal di masa lampau, kini dan masa depan

Kenapa harus saya ? Apa salah saya ? Aku tidak pernah membuat orang lain sengsara. Aku sudah memberikan yang menjadi hak orang lain dan melaksanakan kewajibanku. Tuhan tahu kejujuranku, kasihku dan keadilanku. Kenapa sekarang aku diperlakukan tidak adil. Hak ku dirampas, harga diriku di-injak-injak. Bukankah aku tetap sabar, tetap percaya dan tetap berharap kepada Tuhan ? Pencobaan ini tidak melampaui kekuatanku ? Kata siapa ? Aku sekarat ! Hampir mati, sementara pertolongan Tuhan tak kunjung datang.

Ada 37 pasal kitab Ayub yang isinya sama dengan keluh kesah kita saat ini.

Ada 73 Mazmur Daud di perjanjian lama. Ada tangisan Maria di perjanjian baru. Dan di kitab itu tertulis pula Tuhan menangis !

Jadi, kenapa Tuhan mengijinkan iblis mencobai Ayub ? Ini salah….jelas pertanyaan yang salah. Tuhan membanggakan Ayub di hadapan iblis. Dia memuji Ayub di hadapan Lucifer. Tetapi diputar balikan, seperti kadrun-kadrun yang bertebaran di negri kita.

Tuhan : “ Hei drun… Kamu liat Ayub nda ? Inilah hambaKu yang saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. “
Kadrun : “ Jelas sekali Tuhan, karena berkatMu dan perlindunganMu. Sehingga dia bisa seperti ini. Coba saja dibuat melarat, pasti langsung berbalik dariMu. “
Tuhan : “ Boleh dicoba…. Mari kita lihat sama-sama.”

Begitulah ceritanya…

HANYA DARI KATA ORANG….

Apa tujuan ujian dan pencobaan Tuhan ? Menguatkan iman kita ? Salah ! Ketika Petrus meminta tambahan iman, Yesus menjawab, gak perlu gede-gede Trus…. Cukup 1 mm.

Jadi apa ? Menguji kesetiaan kita ? Jelas tidak setia. Menguduskan kita ? Membentuk komunitas ekslusif dan menegor yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan ? Maaf…. Kita disuruh pergi memberitakan injil ke seluruh bumi. Lagipula, sekuat apapun kita berusaha, tidak akan pernah hidup kudus sesuai standar Tuhan. Mendekati pun tidak.

Tuhan tahu kita tidak setia, tidak bisa hidup kudus, tidak layak diselamatkan. Kita ini sampah, kotor dan bau ! Dibersihkan pun percuma… Kayak babi yang akan kembali ke kumbangan lumpur sekalipun baru saja dimandikan. Tidak ada jalan lain bagi Tuhan untuk menyelamatkan kita…. Kecuali dengan menjadi seorang pemulung. Yang memunguti sampah-sampah itu, membersihkan dan mendaur-ulang kembali menjadi barang yang berguna, indah dan pantas disimpan di dalam rumah.

“Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. “ kata Ayub

“ Marta oh Marta …. Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya. “ jawab Yesus kepada Marta

Alkitab adalah kitab suci umat Kristiani. Dan isinya terdiri dari sejarah, puisi dan Firman Allah. Tema besarnya adalah cerita cinta Tuhan kepada manusia. Tuhan memperkenalkan diriNya kepada manusia.

Tujuan hidup kita adalah memuliakan Allah. Itu benar. Dengan cara apa ? Kasihilah Tuhan Allahmu segenap jiwa, segenap tubuh dan segenap akal budi. Dan kasihilah sesamamu manusia seperti kamu mengasihi diri sendiri. Bagaimana mencintai seseorang tanpa mengenalnya ? Bagaimana bisa kenal tanpa berhubungan dengannya ? Tidak pernah wa, tidak pernah telpon, tidak pernah video call. Langsung jatuh cinta… Bull shit !

Dan seperti biasanya, dalam hubungan ada sukaduka. Kebersamaan itu tidak selamanya indah. Pertengkaran adalah hal yang harus terjadi dalam suatu hubungan. Dan rasanya tidak enak, tetapi faktanya bekata sebaliknya. Perbedaan pendapat membuat hubungan menjadi lebih erat. Kita menjadi lebih kenal dia, lebih mengerti cara berpikirnya, responnya atau ketidaksukaannya terhadap sesuatu.

Demikian pula dengan permasalahan atau penderitaan yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita. Tapi, setiap hari saya berdoa, membaca Alkitab dan melakukannya. Apa yang kurang dalam diri saya ? Apa tidak ada cara lain ? Yang lebih lembut ? Tentu saja ada, dan tentu saja Tuhan bisa. Tetapi keputusan menggunakan cara seperti apa adalah hak orang tua kepada anaknya. Tentu saja ada pertimbangan yang tidak mungkin bisa dimengerti oleh anak-anak yang cara berpikirnya berbeda dari orang tua.

Apa yang kurang dari Ayub ? Tipikal manusia sempurna bukan ? Ayub takut akan Tuhan. Takut dalam arti sebenarnya. Seperti ketika kita bekerja kepada seorang bos yang sak karepe dewe. Otoriter ! Tidak ada alasan. Kerjakan ini, kerjakan itu ! Jangan bilang tidak bisa dan harus selesai...bagaimanapun caranya.

Jawaban Tuhan atas keluh kesah Ayub

Allah menghargai Ayub, tetapi pengenalan Ayub salah ! Allah bukan seperti yang dia pikirkan atau bayangkan. Ayub hanya mengenal sebagian pribadinya. Bagian terburukNya. Padahal Allah itu baik, tidak ada yang jahat dari dalam diriNya. Tidak pernah Dia merencanakan yang jahat.

Ujian ini adalah kesempatan dan berkat Allah untuk Ayub. Dia bisa melihat Allah, meskipun dalam badai. Karena kemuliaan Allah bisa membunuh manusia. Sebagaimana Tuhan menutupi mukaNya di hadapan Musa agar tidak mati.

Ketika Ayub lebih mengenal Tuhan, kekayaannya di-lipat gandakan. Ingat, bukan ujian atau cobaan yang menjadi syarat berkat. Hal ini pun ditegaskan kembali oleh Yesus, “Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya. Maka semua itu akan ditambahkan kepadamu.”

Ketika Maria lebih mengenal Yesus, dia rela mengurapi kaki Yesus dengan minyak Narwastu yang nilainya setara dengan gaji UMR setahun. Pada waktu tulisan ini ditulis, tahun 2021, jumlahnya sekitar 38.000.000 rupiah.

Apa motivasi kita melakukan kewajiban agama ? Ketika memberikan persembahan atau membayar perpuluhan… Sebagai kewajiban ? Sungkan ? Karena melaksankan perintah Pendeta ? Kebiasaan ? Demi berkat ? Tradisi ? Takut dikutuk ? Kebetulan ada uang lebih ?

Hei !! Dengar ! “ Janda miskin ini memberi lebih banyak daripada orang kaya itu. “ kata Yesus. Janda ini lebih mengenal Allahnya. Pelajaran ini begitu penting sehingga Yesus harus memanggil para muridNya.

 

KESIMPULAN
Ya betul ! Anda sedang mengalami masalah besar. Saya ikut prihatin. Tidak penting mengetahui ini cobaan atau ujian Tuhan. Bukan salah anda, salah keluarga anda, salah teman anda… Peristiwa ini harus terjadi, karena sudah Tuhan rencanakan jauh sebelumnya dengan tujuan agar nama Tuhan dipermuliakan. Seperti Lazarus yang habis mati terus dihidupkan kembali.

Jangan terlalu mengasihani diri sendiri. Ada orang yang juga dihajar Tuhan melalui diri anda. Lazarus tidak dipermainkan, dia dijadikan alat untuk mengajar sesuatu kepada Marta dan Maria. Demikian pula penderitaan Ayub demi ke-empat sahabatnya. Karena Tuhan itu sayang saya, anda dan orang-orang di sekitar kita.

Share this content