Tata Cara Berdoa (agar dikabulkan) ?

Tuhan mendengar dan menjawab setiap doa yang kita panjatkan, tidak peduli apa agamanya, apa sukunya, apa jenis kelaminya, apa rasnya karena Tuhan itu esa, satu Tuhan untuk seluruh umat manusia, Tuhan pencipta alam semesta. Masing-masing berdoa menurut tata caranya, hal yang diketahuinya, petunjuk kitab sucinya. Yang satu meng-klaim caranya paling benar, satunya lagi menyalahkan, lainnya malah tidak pernah berdoa. Tetapi, dari sudut pandang Tuhan, apa yang sebenarnya Dia inginkan ketika kita berdoa kepadaNya ?

Tata cara berdoa yang mustajab

DATANGLAH KERAJAANMU, JADILAH KEHENDAKMU

Bapa kami yang ada di Surga, dimuliakanlah namamu, datanglah kerajaanMu, jadilah kehendakMu adalah inti dari doa yang kita panjatkan. Apa itu ? Supaya rencana Tuhan digenapi atas hidup kita dan hidup anda. Kita berdoa bukan untuk apa yang kita inginkan ataupun apa yang kita butuhkan. Karena Tuhan tahu apa yang kita butuhkan, bahkan sebelum doa itu dinaikkkan ke Surga.

Tetapi mengapa kita selalu memulai doa dengan ucapan syukur tanpa kesungguhan hati, dilanjutkan dengan laporan keseharian kita yang telah dilihatNya dan diakhiri dengan permintaan ini itu ? Karena pada dasarnya, dihadapanNya, dilihatNya kita adalah orang yang kurang percaya.

" Kita menyangka bahwa lamanya kita berdoa

atau

banyaknya kata-kata adalah doa yang manjur. "

Kita menyangka bahwa lamanya kita berdoa atau banyaknya kata-kata adalah doa yang manjur, doa yang lebih mungkin dijawab daripada doa yang singkat. Terima kasih Tuhan kurang mantap dibandingkan dengan:

Terima kasih Tuhan atas berkatMu, penyertaanMu, kasih setiaMu atas hidupku dari pagi, siang, sore hingga malam ini. Terima kasih atas makanan yang kumakan pada hari ini, walaupun isinya kolesterol semua.

Yang ini lebih mantul :

Terima kasih Tuhan atas berkatMu, penyertaanMu, kasih setiaMu atas hidupku dari pagi, siang, sore hingga malam ini. Terima kasih atas makanan yang kumakan pada hari ini, walaupun isinya kolesterol semua. Terima kasih atas bangsa dan negara Indonesia yang semakin maju di bawah pimpinan Jokowi. Terima kasih atas keamanan di kota kami, terima kasih atas Bu Risma yang memimpin Surabaya sehingga kota kami menjadi semakin baik dan bebas korupsi. Terima kasih juga karena telah mimilih Erick Tohir sebagai mentri BUMN.

Darimana kita memiliki pemikiran bahwa doa yang manjur adalah doa yang panjang ? Dari kebiasaan yang kita dengar selama ini dan dari ucapan amin, amin, amin dari pendengar lain yang berdoa bersama-sama. Semakin banyak amin, semakin mantap bro ! Semakin lama doanya, semakin banyak aminnya.

Beda orang tentu beda pemikiran. Bagi saya, doa seperti ini kepanjangan. Bosen aku dengernya. Melebar kemana-mana. Apalagi kalo tiap minggu dengar ucapan doa yang sama. Tetapi demi nilai dan norma masyarakat.tutup mata saja dan diam jangan cari masalah. Walaupun aslinya pikiran saya sudah lari kemana-mana. Saya yakin Tuhan tahu hal ini.

Tetapi, jika kamu berdoa. Masuklah kedalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Dan jangan bertele-tele !

Apa itu berdoa ? Apa tujuannya ? Bukankah berdoa artinya berbicara kepada Tuhan ? Siapa Tuhan itu ? Orang pintar atau orang bodoh ? Orang sibuk atau pengangguran ? Orang baru atau orang yang berpengalaman ?

Ketika saya berbicara dengan bawahan saya, saya sudah bisa menebak arah pembicaraannya dari dua kalimat yang dia ucapakan pertama kali. Saya bukan orang sakti, tetapi saya bisa melihat dari kejadian yang baru saja terjadi. Menilai karakternya dan sudah mengetahui maksudnya. Saya adalah manusia biasa yang tidak bisa melihat hati dan pemikiran orang. Tetapi saya bisa menganlisa dari data dan kebiasannya.

Tuhan yang bisa melihat hati terdalam manusia, matanya yang menembus ke dalam roh sudah tahu apa yang akan kita ucapkan ketika kita masuk kamar dan mengunci pintu. Tidak perlu basa-basi, tidak perlu membuka mulut pun Dia sudah tahu tujuan kita. Yang tidak diketahui Tuhan adalah apa yang akan kita lakukan karena anugerah kebebasan yang mutlak. Kebebasan yang sesungguhnya. Bebas memilih, bebas bertindak, bebas melakukan apa saja tanpa ada yang menghalangi.

Ketika Hawa menyentuh, mengambil dan memakan buah terlarang itu, Tuhan tidak bisa bertindak apa-apa. Walaupun Dia tahu, walaupun Dia mempunyai kekuatan dan kekuasaan untuk mencegah itu terjadi.Tuhan tidak melakukan apa-apa. Dia dibatasi oleh kebebasan yang dianugerahkan kepada manusia.

Ketika Hawa membujuk Adam agar memakan buah itu, Tuhan tidak muncul. Ketika Kain mengambil batu dan menghantamkan ke kepala Habel, Tidak ada api yang menyambar-nyambar dari langit mencegah Kain melakukan perbuatan itu.

Arti Doa Bapa Kami

Seakan-akan Tuhan tidak adil bagi Adam yang terseret dosa karena Hawa. Ataupun bagi Habel yang tidak memiliki prasangka buruk kepada saudara kandungnya. Tidak ada maksud untuk menyakiti perasaan Kain. Habel berbuat baik...itu saja ! Kenapa Tuhan tidak hadir di saat-saat kritis kehidupan kita ?

Apa yang sebenarnya Tuhan inginkan ketika kita berdoa kepadaNya ? Melihat yang tersembunyi dan membalasNya...yang tersembunyi itu.... Bukan basa-basi, bukan kata-katanya, tetapi yang benar-benar kita inginkan. Apa itu ? Kekuatan untuk menjalani hidup ini dan kebijaksanaan untuk memilih pilihan yang ada.

Tiga kali Dia berdoa, Ya Bapa, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari-padaKu, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, tetapi seperti yang Kau kehendaki.

Dia yang mengajarkan tata cara berdoa, Dia yang menyembuhkan orang sakit, mentahirkan orang kusta, mengusir setan, membangkitkan orang mati dan banyak mujizat. Pada akhirnya ketakutan setengah mati. Dia tahu tujuanNya datang ke dunia ini, Dia tahu segala sesuatu yang akan Dia hadapi. Dia yakin sanggup menjalaninya. Tetapi pada titik terakhir...Dia ragu. Hampir saja kisah penebusan manusia ini gagal. Dia berpikir untuk lari dari kenyataan (Dan itu bukan dosa!)

Datanglah kerajaanMu melalui diriku. Dimuliakanlah namaMu melalui apa yang aku lakukan. Terjadilah apa yang harus terjadi, sesuai rencanaMu. TujuanMu menciptakan diriku, walaupun bukan menjadi pemeran utama. Walaupun muncul sebentar saja sebagai pemain figuran. Tetapi itulah sebuah film yang bagus...kayak film End Game.

Jadi begini. Kita berdoa agar kebutuhan dan ke-ingin-an kita dijawab Tuhan atau Kita berdoa agar kehendak-NYA terjadi atas hidup kita ? Ini pertanyaan mendasar tentang doa.

Dan ini adalah kalimat pertama dalam doa yang diajarkan Yesus. Urutan pertama dari tata cara berdoa yang benar. Seakan-akan Dia sedang mengejek kita, Eh...lu berdoa minta rencana lu yang berhasil atau rencana Gue ? Jawab pertanyaan ini dulu, lainnya nda penting.

Apa rencana Tuhan atas hidup saya ? Nda tau. Apa rencana Tuhan untuk hari ini ? Nda tau juga. Karena itu berdoalah demikian, Bapa kami yang ada di surga, datanglah kerajaanMu, jadilah kehendakMu. Bla.bla...bla...bla. Sisanya dijalani dengan iman.

MAKANAN, PAKAIAN DAN KEKAYAAN

Makanan secukupnya untuk hari ini adalah doa permintaan pertama yang diajarkan oleh pencipta alam semesta ini. Pikiran saya melayang kepada manna, roti pertama yang turun dari surga.

Ada yang mengambil sedikit, ada yang mengambil banyak dan ada yang mengambil terlalu banyak sehingga ke-esok-kan harinya busuk dan ber-ulat. Anehnya, khusus untuk hari Sabtu, manna ini tidak busuk ketika disimpan untuk hari Minggu.

Manna, roti yang  turun dari surga

Yang lebih aneh lagi adalah maksud Tuhan, Dengan demikian Aku hendak menguji mereka, apakah mereka mengikuti hukum-Ku atau tidak.

Perintah yang sepele ! Ambil secukupnya untuk hari ini ! Hari sabtu ambil agak banyak untuk persiapan hari Minggu ! Namun Israel tidak taat. Tidak semua, tetapi ada beberapa orang saja. Namun hal itu sudah cukup membuat Tuhan jengkel.

Kisah Israel ini unik, bahkan mungkin satu-satunya di dunia ini. Dimana Tuhan berada 24 jam sehari mendampingi mereka. Sebagai tiang awan di siang hari yang memberikan keteduhan dari panas terik padang gurung. Dan sebagai tiang api di malam hari yang memberikan kehangatan pada kondisi padang gurun yang ekstrim. Tuhan.ya betul ! Tuhan yang kepadaNya kita berdoa itu ! Dia berada di samping bangsa Israel. 40 tahun lamanya, mulai dari keluarnya mereka dari Mesir hingga sampai di tanah perjanjian.

Karena itulah, Tuhan marah kepada mereka. Kurang apa ? Ada 10 mujizat besar yang membuat Firaun takluk dan merelakan kepergian bangsa Israel. Dilanjutkan terbelahnya laut di depan mata mereka. Kiri-kanan mereka air, sementara mereka berjalan di dasar laut yang kering. Tiang awan yang tadinya di depan mereka, berpindah ke belakang menghalangi Firaun dkk sehingga tidak bisa mendekat.

" Percaya adalah suatu keputusan.

Bukan karena melihat mujizat atau karena merasakan mujizat. Tetapi karena kita memutuskan untuk mempercayai Tuhan"

Manna, roti dari Surga itu muncul setelah terbelahnya laut merah. Bukan setahun kemudian, bukan 10 tahun kemudian. Tetapi dua setengah bulan setelahnya. Bagaimana mereka bisa lupa secepat itu ? Dengan Tuhan di depan mereka ? Sedemikan sulitnya kah untuk percaya kepada Tuhan itu ? Setelah semua bukti dan fakta yang dilihatnya ?

Ya ! Mempercayai janji Tuhan itu sulit dilakukan. Bahkan 400 tahun kemudian Tuhan menyindir mereka kembali, pada kotbah di bukit yang terkenal itu:

Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan. Dan mengapakah kamu kuatir akan pakaian ? Hai orang yang kurang percaya ?

Dan bukan berhenti sampai di sana. Sekarang ini juga, di sini juga Tuhan menyindir kita semua. Anda yang sedang membaca dan saya yang sedang menulis. Percaya Apakah hal ini begitu sulit ?

Jikalau hal mendasar saja tidak bisa kamu lakukan. Hal besar apa yang bisa kau lakukan ?

Berilah kami Pada hari ini Makanan secukupnya. Berarti banyak sekali. Sedikit kata-kata tapi bermakna besar. Sama halnya dengan satu tindakan percaya akan memulai hal-hal besar lainnya.

Tuhan Bukankah manusia harus membuat rencana ? Betul ! Buatlah rencana dan tetapkanlah target masa depan. Itu harus ! Tolong pisahkan antara rohani dengan rohana. Antara realita dengan realitas. Antara hukum Tuhan dengan hukum manusia.

Tuhan yang menciptakan dunia manusia, Tuhan pula yang membuat aturan-aturan melalui manusia. Tuhan bukan atasan yang plin-plan. Dia yang menetapkan waktu dan tentunya akan menghargai waktu yang diciptakanNya. Tuhan bekerja mengikuti aturan dunia. Namun Dia berhak mengubah aturan-aturan itu jika ada hal-hal khusus yang menurut pertimbanganNya diperlukan. Dan itulah yang kita sebut sebagai mujijat.

Mujijat adalah sesuatu yang melawan hukum dunia ini. Melawan hukum fisika, hukum kimia, hukum metafisika, hukum matematika dan hukum-hukum lainnya yang sudah ada sejak dunia diciptakan. Baik yang sudah ditemukan manusia maupun yang belum.

Dan mujijat adalah hal yang mudah bagi Tuhan. Yang perlu dia lakukan hanyalah menyetop waktu sedetik saja, mengulurkan tanganNya. Maka keadaan akan berubah. Sangat mudah, bagi Tuhan, untuk menggerakan orang kaya menelepon kita dan mentransfer sejumlah uang. Apalagi jaman sekarang. Mau pake Ovo, Gopay atau Dana ? Dalam waktu sedetik saja...rekening kita menjadi gemuk.

Sedemikan susahkah bagi Tuhan untuk mendatangkan pembeli baik hati ke toko kita ? Investor kaya raya untuk memodali start up yang kita buat ? Tidak sama sekali Itu terlalu mudah bagiNya. Tidak menantang sama sekali. Bahkan cenderung membosankan.

Saya bisa membayangkan reaksi Tuhan ketika iblis menantangNya untuk menguji Ayub. Oh iya ?? Dia bangkit dari tempat dudukNya dengan pandangan mata penuh semangat Boleh Ambilah semuanya...kecuali nyawanya.

Hari-hariNya terasa luar biasa, mataNya mengawai Ayub 24 jam sehari. TelingaNya di fokuskan untuk mendengar suara Ayub 7 kali seminggu. Tuhan penasaran dengan reaksi Ayub.

Cara mendapatkan berkat Allah

Tentu saja, merubah keadaan dari yang tak mungkin menjadi mungkin. Dari yang mustahil menjadi kenyataan itu mudah sekali. Saking mudahnya, hanya ditulis dalam satu ayat saja dari 1.070 ayat, 42 pasal.

Tuhan memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya dahulu; ia mendapat 14.000 kambing domba, 6.000 unta, 1.000 pasang lembu dan 1.000 ekor keledai betina.

Itu dua kali dari kekayaan Ayub sebelumnya. Terlalu mudah bagi Tuhan untuk memberkati seseorang.

Terus...anda dan saya saat ini malah bingung tata cara berdoa yang benar ? Mencari informasi dan kata-kata doa yang mustajab. Padahal kata-kata itulah yang paling dibenciNya. Semakin panjang, semakin males Dia mendengarNya. Ini lagi...ini lagi Nda ada lainnya tah ?

Padahal Aku mengajarkan doa yang benar, doa yang sederhana. Kok jadinya mbulet kayak gini. Wes...lu jadi birokrat ato politikus saja. Cocok sekali nek meruwetkan masalah ! Padahal cukup dengan satu kalimat saja, Berilah kami, pada hari ini, makanan secukupnya.

Percaya. Itu saja yang Tuhan perlukan dalam setiap doa yang kita panjatkan. Percaya untuk hari ini, cukup untuk hari ini. Selanjutnya.

SEPERTI KAMI PUN MENGAMPUNI KESALAHAN ORANG LAIN

Pertanyaan terbesar manusia tentang doa adalah:

  1. Apakah doa kita selalu didengar Tuhan ?
  2. Apakah doa kita selalu dijawab Tuhan ?

Yang Yesus katakan adalah, Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.

Ya benar ! Doa kita selalu didengan dan selalu dijawab. Tuhan tidak mungkin berbohong. Tuhan juga tidak plin-plan. Apa yang Dia katakan, berlaku saat itu juga. Sekarang dan selama-lamanya. Tanpa syarat apa pun ! Kok bisa ? Enak dong kita ?

Lah iya ! Kita perlu kembali ke asal muasal kita. Ke mbah mbah mbah buyut buyut buyut e kita. Sampai pada titik manusia pertama, The great great great opa Adam.

Adam diciptakan Tuhan tanpa syarat. Tuhan tidak minta balasan kepada Adam karena telah menciptakannya. Bahkan Tuhan menyiapkan tempat yang sangat indah untuk Adam. Tidak berhenti sampai menciptakan, Tuhan juga mengawasi Adam. Apakah ada sesuatu yang kurang, apakah Adam kekurangan sesuatu ? Apakah Adam bahagia dengan semuanya itu ?

Jadi, dari awalnya, dari sononya Tuhan menciptakan kita untuk disayangi, untuk dibahagiakan, untuk menikmati segala sesuatunya. Termasuk harta, tahta dan wanita. Tuhan juga tidak berubah, sekalipun manusia sudah berdosa dan menjauh. Dia tetap setia dengan tujuanNya semula. Kebahagiaan kita, termasuk anda dan saya. Sekarang, hari ini dan sampai selama-lamanya.

Apa buktinya ? Hidupku tetep ae soro ! Tetep ae menderita. Tetap ae banyak masalah. Punya bojo koyok ngene, mertua koyok ngono, anak koyok ngene. Hidup kok cek nemen e ! Dengan segala yang tak alami, mendengar kata Tuhan peduli rasanya aneh. Soro tok ! Gak tau enak uripku !

Tidak mudah untuk menjawab pertanyaan ini. Sama seperti anda. Hidup saya juga tidak enak-enak nemen. Kadang saya juga iri melihat teman yang lebih sukses dari saya. Juga sakit rasanya hati ini melihat orang lain yang lebih berbahagia. Sementara saya melihat hidup saya selama ini.dataaar sekali. Tidak naik malah miring kebawah. Miring pelan-pelan, ketinggalan kereta. Sampai pada suatu titik ragu tentang masa depan saya sendiri.

Yang saya tahu, yang sering menguatkan saya adalah kisah kehidupan mereka :

Yusuf mengartikan mimpi firaun

Yesus. Hidupnya tidak bisa dibilang sukses. Dia tidak kaya, hidupnya pelayanan tok. Itupun tidak lama. Cuma 3,5 tahun saja. Pelayanannya berakhir tragis. 12 muridNya kocar-kacir setelah kematianNya. Tidak ada yang berniat meneruskan pelayananNya. KematianNya dijadikan lelucon. Disalibkan sebagai bajingannya bajingan. Bangsate para bangsat. Dihukum sebagai orang yang pantas mati yang sebelum kematiannya harus disiksa sampai setengah mati. Jikalau orang yang mengaku sebagai Anak Allah dijadikan teladan. Pertanyaannya. Teladan buat apa ? Tragis ngono ceritane. Apa seh yang patut dibanggakan ? Apa warisanNya ? Apa baktinya kepada orang tuaNya ? Gak ada sama sekali ! Mbojay !

Daud. Separuh hidupnya kelelaran kemana-mana. Dibuang orangtuanya, diremehkan saudara-saudaranya. Prestasinya membunuh Goliat dilupakan begitu saja. Yang paling menyakitkan hatinya adalah janji palsu Tuhan. Kemunculan Nabi Samuel yang seharusnya memberi berkat malah menjadi kutuk. Dinubutkan menjadi raja Israel, tetapi kenyataannya lari dari raja Israel. 3 kali dia berbaik hati memaafkan Saul, tetapi air susu dibalas dengan air tuba. Yang paling menguatkan saya adalah akhir cerita Daud. Dia benar-benar menjadi apa yang diramalkan Samuel, tetapi melalui perjalanan yang panjang dan menyakitkan.

Yusuf. Anak manja ini menikmati segala-galanya di rumahnya. Kekayaan, kebahagiaan dan kasih sayang bapaknya. Hidupnya berubah drastis karena mimpi. Benar ! Karena mimpi.sesuatu yang sepele tetapi menyakitkan. Sesuatu yang seharusnya dianggap lalu saja tetapi diseriusi oleh kakak-kakaknya. Dibuang di sumur, dijual sebagai budak. Hidupnya sudah tanpa harapan sama sekali. Tidak punya KTP, dijadikan babu. Tetapi kemudian diangkat menjadi Manajer...bukan Asisten Rumah Tangga lo. Selesai ? Tidak Dibanting lagi Lebih mengerikan. Dibuang di penjara, tepatnya di Mako Brimob. Hopless ! Biarlah membusuk lu jadi kutu di sana ! Mimpi yang membuatnya menderita itu kembali lagi kepadanya. Karena mimpi, Firaun mendengar tentang dirinya. Karena mimpi itu Firaun mempercayakan Mesir kepadanya. Kok bisa ? Orang tanpa KTP itu ? Emboh...gak eroh ! Ngono iku ceritane.

Gambaran mengenai skenario Tuhan atas manusia

Kehidupan itu tidak seperti yang kita bayangkan. Ketika kita berdoa, meminta dan akhirnya dikabulkan. Lalu bahagia selamanya. Kehidupan itu sebuah cerita yang selalu ada pemeran utama, pemeran pembantu, tokoh antagonis dan pemain figuran. Semua orang adalah pemeran utamanya, tetapi dalam beberapa babak dia mungkin menjadi pemain figuran bagi orang lain, atau menjadi pemeran pembantu bagi anda dan mungkin di saat yang sama menjadi tokoh antagonis bagi saya.

Kehidupan itu seperti matrix yang saling berhubungan satu sama lainnya. Satu peristiwa mengakibatkan peristiwa lainnya. Satu cerita membumbui cerita lainnya. Semuanya berjalan sesuai skenarionya sendiri, tetapi dalam kehidupan ini, setiap skenario mempengaruhi skenario lainnya. Sampai pada satu titik semua cerita itu menjadi satu.

Yang satu mempersiapkan narasi untuk babak berikutnya, satunya lagi untuk cerita satu tahun kemudian. Beberapa mungkin baru muncul 5 tahun lagi.

Yusuf dibeli Potifar, kepala paspampres yang sangat dekat dengan raja karena tugasnya melindungi raja. Baik di istana ataupun waktu kunjungan kerja. Semua makanan, minuman harus melalui dia. Bahkan celana dalam pun harus diperiksa om Potifar. Ini skenario pertama Yusuf. Si Potifar jadi pemeran figuran dan tante Potifar jadi tokoh antagonisnya.

Lokasi syuting babak kedua di Mako Brimob. Bukan di Lapas Sukamiskin. Penjara khusus lo...bukan penjara kelas teri. Karena pengaruh Potifar, Yusuf bisa masuk penjara kelas I. Di sini Yusuf ditemukan dengan dua pemeran pembantu yang sama-sama orang terdekat raja. Tukang incip minum dan tukang masak e raja.

Dalam kedua babak ini, yang memang ceritanya baru akan dimulai. Tuhan sudah menyiapkan dua orang yang nantinya akan dimunculkan di babak selanjutnya. Tetapi jangan lupakan ceritanya bahwa hidup Yusuf pancet soro ! Pancet tanpa harapan ! Pancet dipenjara !

Setelah beberapa waktu lamanya, asline lama bagi mereka yang mengalami penderitaan. 2 tahun di mako Brimob, Ahok...eh Yusuf muncul sebagai BTP. Wajahnya keliatan lebih ceria dan tetap bahagia, sementara tokoh antagonisnya nun jauh di sana keliatan tambah tua dan kurang bahagia. Lah

Waktu Rencana Tuhan butuh waktu. Waktu untuk mempersiapkan tokoh-tokoh lainnya. Pemain pembantu lainnya, pemain figuran lainnya. Dan mempersiapkan diri kita untuk menerima berkat yang tak terkirakan. Tapi aslinya untuk mempersiapkan mental dan iman kita menerima masalah yang lebih besar. Sudah hukumnya bahwa dibalik anugerah yang besar tersimpan tanggungjawab yang besar pula. Kita selalu salah mengira bahwa diri kita sudah siap. Padahal menurut penilaian Tuhan kita masih belum siap. Itu mudah bagi orang yang sudah mempunyai anak. Dimata kita, anak selalu belum siap karena mereka memang belum siap ketika mereka mengira mereka sudah siap. Biasa laaah. Namanya juga anak-anak yang kurang pengalaman.

Firaun bermimpi. Dan Firaun menganggap mimpinya serius. Hah ! Gile lu ndro ! Mimpi dianggap serius. Yang bener ae ! Pemimpin kita sudah gila dan kita kena akibatnya. Saking seriusnya, Firaun memanggil paranormal dan para tidak normal dari sabang sampai merauke.

Lu orang mesti mengartikan mimpi ku. Lu orang owe kasih waktu tiga hari. Kalo lu orang nda bisa menceritakan mimpiku dan mengartikannya. Lu semua gua potong kepalanya. Bubaar ! kata Firaun

" Yusuf menanggap serius mimpinya,
Firaun juga manganggap serius mimpinya.

Bunga tidur yang sepele ini menghubungkan mereka berdua dan menciptakan sejarah. "

Gemparlah seluruh Indonesia, eh seluruh Mesir. Netizen mulai ramai, twitter, watsap, fb, ig mulai menyebar hoax. Tagar #FiraunMulaiGila jadi trending topik dimana-mana. Meme-meme lucu bertebaran di media sosial. Menkominfo mengancam akan memblokir semua aplikasi chatting jika tidak stop menyebar berita palsu.

Dari semua orang di negara meraka. Hanya ada satu orang yang sama-sama menganggap penting mimpi. Bertolak belakang sekali keadaan mereka. Yang satu dihormati, berkuasa, ganteng dan kaya raya. Satunya lagi orang imigran, sendirian, melarat dan dipenjara. Nda jelas kasusnya apa, kira-kira penistaan agama. Sudah begitu Cina lagi !

Babak ketiga cerita Yusuf ini terjadi di tempat termegah di seluruh dunia. Pemeran pembantu siap ? Aasiyap ! Pemeran pembantu kedua siap ? Siyap ! Mantul tenan ! Semuanya siap ? Kamera Action !

Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang lain, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga

Janganlah kamu menghakimi,

Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu .

Bukan setiap orang yang berseru: Tuhan, Tuhan, . Melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku .

. Mendirikan rumahnya di atas batu , tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirkan di atas batu.

Tata cara berdoa yang diajarkan Tuhan adalah :

  1. Jadilah kehendak Tuhan, bukan rencanaku
  2. Percaya, percaya dan percaya Tuhan akan memenuhi segala kebutuhan kita
  3. Mengasihi dan menunjukkan kasih kepada orang lain

Sudah cukup perang ayat. Sudah cukup menyalahkan orang lain yang melanggar Kitab suci. Jangan pakai ayat untuk menegaskan dosa mereka. Mereka yang mengaku dosa kepada anda itu butuh pelukan, penerimaan dan dukungan. Mengaku dosa dengan cara bertatap muka itu butuh kekuatan yang luar biasa. Butuh keberanian tingkat dewa. Butuh rasa malu yang besar.

Setelah semua usaha yang mereka lakukan ? Apa yang bakalan mereka dapatkan ? Penghakiman yang lebih menyakitkan daripada dosa mereka. Betapa jahatnya diri anda ! Betapa muak-nya Tuhan dengan kelakuan anda. Karena itu dia meminta anda untuk mengingatnya setiap hari, dalam doa yang anda panjatkan.

Ampunlah kesalahan kami.seperti kamipun mengampuni kesalahan orang lain !

Kemarahan akan merusak hari kita. Hari anda dan juga hari orang di sekitar anda. Kemarahan itu cepat sekali menular. Kamarahan itu dilambangkan sebagai api. Karena api memakan apa saja yang ada di dekatnya, juga membakar mereka. Semakin lama semakin besar dan semakin sulit dipadamkan.

Kemarahan merusak rencana Tuhan. Apa yang seharusnya terjadi akhirnya tidak terjadi. Ketika hal itu tidak terjadi, maka peristiwa selanjutnya belum dapat dijalankan. Pokoknya kejadian itu harus terjadi. Diulang kembali sampai terjadi ! Lalu bisa kita lanjutkan ceritanya. Hanya itu satu-satunya cara di kehidupan ini.

Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.

Jangan baper !Jangan dimasukkan hati ! Jangan dipendam ! Jangan menjadi benci dan tawar hati ! Kejadian ini hanya satu bagian yang dibutuhkan agar bisa melanjutkan bagian lainnya.


KESIMPULAN
Doa, bagaimanapun tata cara-nya, bertujuan agar dikabulkan. Pertanyaannya, yang harus anda jawab dengan jujur adalah: Dikabulkan menurut rencana saya atau rencana Tuhan ? Ikan atau ular, batu dan roti. Dari sudut pandang mana kita melihatnya. Siapa yang mampu melihat dengan jelas dan gamblang ? Anak atau orang tua ?

Share this content