Website Wapannuri

2 CARA MEMULAI USAHA SENDIRI

Ada 2 teori memulai usaha sendiri yang saling bertentangan. Cara pertama,  carilah apa yang anda sukai dan kerjakanlah. Cara berikutnya adalah mencari peluang usaha yang lagi ngetren saat ini. Mana yang benar ? Mana yang paling pas untuk saya ? Dan mana yang bisa tahan lama ? Dulu saya pusing dengan kedua teori ini, karena sama-sama benarnya sedangkan modal saya tidak cukup untuk menerapkan kedua teori tersebut secara bersamaan. Saya harus memilih salah satu dan bergantung sepenuhnya. Jika saya benar, maka saya sukses. Sebaliknya, jika salah maka wakut  dan tenaga saya terbuang percuma. Aaarrrgh.... buah simalakama lagee !

Dua Cara memulai usaha

 

DILEMA PELUANG USAHA DAN KEAHLIAN PERSONAL

Teori pertama berdasarkan kemampuan dan hobby kita. Karena saya menyukai komputer, disain grafis dan internet, maka saya memutuskan untuk menerjuni dunia pembuatan website. Bagaimana dengan peluangnya Pak Wapan ? Bagus, peluangnya benar-benar luas... tapi persaingannya tinggi sekali. Bayangkan, ada yang menjual jasanya, "Hanya dengan 300ribu rupiah anda sudah memiliki toko online." Beberapa menjual dirinya dengan harga 500ribu rupiah. Edan gak ?

Teman saya sempat menasihati saya bahwa terjun di bisnis ini berat ! Dia bertanya kepada saya, dalam satu bulan bisa buat berapa website ? Saya jawab, "Maksimal dua web." Terus dia geleng-gelang dan mengulangi perkataannya....benar-benar berat loh bro...

Nek dipikir-pikir. Iya, memang benar-benar berat ! Dihitung kayak apa pun, bekerja sebagai disainer website itu  memang berat !  Anggap saja 1 website saya dihargai sejuta, kalo sebulan cuman bisa bikin dua buah website. Berarti total penghasilan saya sebulan cuman dua juta rupiah. Atau, misalnya saya dapat klien baik yang mau bayar 2 juta, maka total pendapatan saya sebulan adalah empat juta rupiah. Nasihat teman saya ada benarnya juga !

Apakah cara saya memulai usaha sendiri ini salah ? Melakukan apa yang saya sukai, hobby saya ?  

Hubungan pekerjaan dengan keahlianTeman saya lainnya,  memulai usahanya sendiri  dengan cara kedua. Dia cari gang dao yang lagi hot saat ini dan mulai berjualan produk itu. Kayak Carrefour berjalan ! Tempo hari, status BB-nya jual sarang burung karena harga eksportnya jatuh. Begitu sarang burungnya habis, dia jualan gula. Terus jualan minyak, emboh....sekarang jualan apa lagi. Pokoknya,  begitu ada barang miring di pasar, pasti teman saya ada di sana. Kok gak pegel yaa ?

Saat ini pun, ketika anda mengamati status teman-teman anda di Blackberry. Saya yakin 30%  pasti ada kalimat, ".... minat ? PM ya" atau "Ready, bantal emo" atau "Jual pemutih kulit....ping me !" Apalagi kalo sering-sering broadcast, sehari tiga kali....duh mbencekno soro ! Sehari sekali ae wes pingin tak delete contact... saking ae konco ato nek gak dulur wes tak delete kowe! Mbok pikir kesenengen tah nerimo broadcast-mu ? Sadar opo'o rek !

Beberapa dari kita secara tidak sengaja atau tak sadar  menganggap bahwa cara terbaik untuk memulai usaha sendiri adalah menangkap peluang yang ada dan masuk ke pasar itu.  Apakah cara kedua ini benar dan terbukti keberhasilannya ? Buat saya, teori ini tidak cocok....

 

CARA TERBAIK MEMULAI USAHA SENDIRI

Pemilik Ciptama.co.id pernah saya tanyai mengenai dua cara memulai usaha ini. Mana yang benar ?

“Kedua-duanya benar. Tetapi dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Cara pertama, memulai usaha melalui minat kita cocok buat orang yang baru merintis usaha. Sedangkan cara kedua, lebih cocok buat orang yang sudah mapan hidupnya. Yang perlu diperhatikan adalah siapa yang mengatakan cara yang benar itu. Kalau dia saat ini bekerja dengan cara kedua, sudah pasti akan menganggap cara pertama salah. Demikian pula sebaliknya.”

Saya setuju dengan pendapat Pak Ciptama ini. Semua cara memulai usaha harus dilihat dari situasi dan kondisinya. Ketika kita sudah sukses, maka kita akan memiliki kelebihan dana. Pilihannya adalah mengkonsumsinya atau menginvestasinya ke tempat lain yang lebih menguntungkan daripada deposito bank. Karena saya orang yang usil maka saya melanjutkan pertanyaan saya, “Kalau menurut pengalaman Pak Ciptama sendiri, cara pertama atau cara kedua yang paling baik ?” Tak kejar terus…he…he..he…

“Jika saya bisa kembali ke masa lalu, maka saya akan memfokuskan diri di satu kategori saja.”

Fokus, itulah masa depan andaBeberapa bulan yang lalu, kami sempat melekan di pinggir jalan, mulai jam 11.00 malam sampe jam 3 pagi….^-^’ Bos situk iki senengane cangkrukan dan melekan…. hadeh.. hadeeeh….

Dia bercerita bahwa dirinya dulu serakah dalam arti mengerjakan semua yang bisa mendatangkan uang. Dia menangkap setiap peluang yang dilihatnya, mulai dari jualan komputer, bisnis kuliner, buat program dan….lupa aku, pokoknya apa yang prospek pasti dikerjakan. Memang perusahaannya bertambah besar dan kantongnya bertambah tebal. Demikian pula pegawainya bertambah banyak.

Sebagaimana yang kita ketahui dan yakini, semua usaha pasti akan berkembang. Dulu jualan satu macam produk, sekarang sudah jualan 10 produk. Dulu jual satu merek, sekarang jual 5 merk yang memiliki perbedaan kualitas dan fungsi. Dulu konsumen meminta merk A, sekarang konsumen minta merk B. Barang tambah banyak, pegawai tambah banyak, konsumen tambah banyak, duit juga tambah banyak, tapi waktu dan otak kita tetap.

Sehari tetap 24 jam ! Otak kita tetap di kepala kita, gak bisa ditambahi memory atau di upgrade prosesornya. Kapasitas kita bertambah, tetapi tidak secepat mengganti harddisk komputer. Akibatnya, perkembangan usaha kita terlalu cepat dibandingkan perkembangan kemampuan kita. Pelan – pelan, sedikit demi sedikit, pasar yang kita bangun mulai digerogoti oleh pemain baru yang kenal dengan kelemahan kita. Parahnya, pegawai kita akhirnya keluar, membuka usaha sendiri dan pelanggan kita beralih menjadi pelanggan mantan pegawai kita.

Sementara kita dipusingkan dengan masalah kekurangan pegawai, pelanggan yang kecewa dan omzet yang menurun. Pemain baru serta pegawai kita mendadak jadi orang kaya baru. Bisnis yang kita rintis dan besarkan akhirnya harus merugi dan merugi. Pilihan kita adalah menutupnya atau menanggung kerugian itu dari keuntungan bisnis lainnya. Itulah yang dialami dan diceritakan Pak Ciptama waktu melekan di kota Sidoarjo (Besoknya saya kerokan ^-^')

 

KESIMPULAN
Anda harus tahu bahwa anda itu unik. Latar belakang anda berbeda dengan saya. Anda memiliki kelebihan yang tidak saya miliki. Masa lalu anda berbeda dengan masa lalu saya. Cara saya memulai usaha sendiri belum tentu bisa anda diterapkan dalam hidup anda. Tiap - tiap orang memiliki caranya sendiri, hanya dengan cara itulah kefektifan dan kefisienan anda bisa maksimal.

Suatu saat nanti, saya 100% yakin, usaha anda dan usaha saya akan berkembang pesat. Kita akan memiliki banyak pegawai, staf dan manajer. Bagaimana cara membangun loyalitas dan bekerja sebagai tim ? Anda harus tahu prinsip - prinsip membangun tim yang ideal ! Kemampuan tim itu adalah hasil kali, bukan hasil tambah. Pendeknya, dengan tim maka nilai anda 10 x 10 x 10 = 1.000 kali !

17 Prinsip Membangun Tim yang Ideal
Untuk meraih sesuatu yang besar, anda harus bekerja bersama orang lain. Itu HUKUM !

Share this content

ARTIKEL TERBARU

BISNIS ONLINE

SERI WIRASWASTA

PERENCANAAN KEUANGAN

ARTIKEL LEPAS