Website Wapannuri

CIRI-CIRI HOAX DAN CARA CEK BERITA HOAX

Menurut saya berita bohong hoax terbesar di Indonesia terjadi pada Pilpres 2014 lalu. Saya pikir peristiwa inilah yang menjadi titik awal kemunculan berita hoax yang semakin ngawur, semakin berani dan semakin tak terkontrol sekarang ini. Asalkan ada foto seseorang atau videonya, diedit, dipotong dan disebarluaskan di media sosial, youtube, website atau group chatting. Inilah kemajuan teknologi yang memiliki efek positif dan juga pengaruh negatif. Tidak dapat disangkal bahawa pengaruh negatifnya selalu lebih besar dari manfaat positifnya. Pertanyaannya...anda termasuk golongan yang mana ?

Ciri-ciri berita hoax

 

TV ONE, MEMANG BEDA !

Tidak ada salahnya menjadi seseorang yang berbeda karena pada dasarnya manusia itu diciptakan berbeda-beda. Tiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri dengan harapan saling melengkapi. Kelebihanku digunakan untuk menutupi kekuranganmu. Dan kekuranganku kamu tutupi dengan kelebihanmu. Dengan demikian kita saling membantu dan menguatkan. Apa yang tidak bisa kuraih dengan kekuatanku menjadi kenyataan karena keberadaanmu. Bahkan, Tuhan Allah pun pernah berfirman bahwa tidak ada hal yang tidak dapat dicapai jika semua manusia ini bersatu.

Hoax terbesar di Indonesia dilakukan oleh TV One pada Pilpres 2014 laluEntah itu kejahatan atau kebaikan, asalkan anggotanya kompak, se-visi dan se-misi, maka tujuan mereka akan terwujud. Katakan kebohongan terus menerus maka pada akhirnya akan diakui sebagai kebenaran. Tambahkan ganjaran dan hukuman agar orang takut dan bersemangat. Tetapkan sebagai peraturan agar memiliki kekuatan yang memaksa orang tunduk. Maka jadilah dunia purbakala dimana yang kuat memakan yang lemah. Dimana hukum yang berlaku adalah harta dan tahta.

TV ONE adalah televisi yang memiliki kemampuan untuk menyebarkan informasi secara luas di Indonesia. Munculkan seseorang di Televisi ini, katakan dia adalah penipu ulung. Maka dia akan terkenal dan dikenal sebagai penipu. Katakan si A adalah teroris, maka seluruh Indonesia akan menilai bapaknya A, ibunya, anaknya, saudaranya, adiknya sebagai keluarga teroris.

Pahamilah bahwa kebenaran yang berlaku di dunia ini adalah kebenaran obyektif. Kebenaran karena jumlah. Siapa yang paling banyak pendukungnya, itulah yang dianggap benar. Kebenaran dunia juga kebenaran karena kekuasaan. Setiap orang yang memiliki penghasilan, harus menyerahkan sebagian dari pendapatnnya ke pemerintah.

Anda membeli barang dari toko A sebesar Rp 10.000, kemudian menjual barang ke Om Anu seharga Rp 15.000. Berapa pendapatan anda ? Rp 5.000. Berapa pajak yang harus anda bayarkan ? Rp 50 atau Rp 150, mengacu pada Pph 1% ?

Logikanya kan pendapatan kita Rp 5.000, bukan Rp 15.000. Tetapi yang kena Pph final itu omzet kita, bukan keuntungannya. Tetapi yang benar adalah pemerintah yang mengeluarkan undang-undang perpajakan. Bukan logika kita. Itulah kebenaran karena kekuasaan. Orang benar bisa menjadi salah dan sebaliknya orang salah dijadikan benar.

Jadi teringat kasus Antasari azhar yang tidak jelas itu. Pernyataannya yang berulang kali saya dengar adalah proyekitilnya menggunakan peluru 9mm, tetapi pistolnya menggunakan Revolver 038. Bahkan, Wiliardi Wizard yang mengaku secara terbuka bahwa BAP-nya dibuat seseorang dan dia disuruh tanda tangan pun tidak dianggap sebagai kebenaran. Yang benar adalah Antasari Azhar bersalah, Williardi Wizard bersalah dan masing-masing dihukum 18 tahun penjara dan 12 tahun penjara.

TV One Vs Metro TV, Mana yang benar ?Pengadilan adalah kebenaran. Massa yang banyak adalah kebenaran. Dan uang pun termasuk kebenaran dunia ini. Orang yang memiliki banyak massa, memiliki banyak uang dan duduk di kekuasaan adalah kebenaran. Salah nggak salah dianggap salah. Apalagi kasus Ahok bin Basuki Tjahaya Purnama yang dituduh menista agama.

Kasus ini menarik karena intinya ada pada perang kasat mata antara penguasa dengan mantan penguasa. Apa yang terlihat hanyalah ujung gunung es. Besarnya permasalahan di belakang layar hanya bisa diketahui oleh beberapa orang dalam saja. Sama seperti kehidupan kita sekarang ini.

Ada dunia lain yang tidak kelihatan, yang tidak bisa kita dengarkan, amat-amati ataupun kita rasakan. Tetapi kita tahu ada sesuatu di luar diri kita yang mempengaruhi kehidupan ini. Sesuatu yang hanya dapat dijelaskan oleh agama, bahwa ada Tuhan dan Setan yang berperang di alam roh. Yang satu menuntut ke jalan yang benar, sementara yang lainnya menyesatkan hidup kita. Sesuatu yang kita ketahui adalah hal yang benar yang harus kita lakukan tetapi akhirnya kita abaikan.

Sebaliknya ada sesuatu hal yang kita tahu jangan dilakukan tetapi akhirnya kita lakukan juga. Kita tahu itu benar, tetapi tidak bisa kita lakukan karena beberapa alasan yang logis. Kita juga tahu sesuatu itu tidak boleh kita lakukan, namun kita kerjakan juga karena alasan untuk kebutuhan hidup.

Intinya, Hoax tidak akan menjadi hoax jika tidak ada yang memulainya dan orang yang menyebarkannya. Omong-omong… hoax itu apa seh ?


CIRI-CIRI HOAX

Hoax adalah berita, informasi atau kabar palsu dengan tujuan menipu atau mengakali seseorang mempercayai sesuatu. Hoax adalah kebohongan yang sengaja disebar luaskan.

Jaman saya masih SMP, sekitar tahun 1990an tidak ada istilah hoax. Yang ada adalah surat berantai. Isi surat-surat ini adalah rejeki disertai ancaman. Pembaca “diharuskan" mengirim kembali surat ini kepada 10 atau 20 orang temannya. Kalau tidak dikirim akan mendapatkan kutuk alih-alih berkat.

Ciri-ciri hoax Whatsupp

Yang menakutkan dari surat kaleng ini adalah kesaksian-kesaksian orang yang mengabaikannya. Si Anu ketabrak mobil sampai lumpuh karena membuang surat ini. Si Inu kehilangan uang jutaan rupiah karena tidak mengirimkan surat berantai ini. Om Unu ditipu orang sampai bangkrut dan cerita-cerita mengerikan lainnya.

Di sisi lainnya, ada kesaksian menggembirakan dari orang yang melanjutkan surat berantai ini. Ada yang dapat mobil baru, dapat rumah baru, menang undian dan juga ada yang mendapat istri baru (dieng….?!)

Sekarang juga ada surat berantai dalam bentuk yang lebih modern. Yaitu SMS berantai, Broadcast berantai dan Whatsupp berantai. Tapi jenis rantai-rantai ini punah dengan sendirinya karena orang tambah pinter. Namun masih ada beberapa orang yang melanjutkannya karena masih gaptek. Contoh terbaru adalah Whatsupp tanpa Internet. Wow...keren !

Bayangkan...Whatsupp tanpa internet !!! Terus pake apa dong ? Bagaimana dia terhubung dengan WA - WA lainnya ? Cara kerja program chatting itu Client-Server-Client. Client di sini adalah aplikasi Whatsupp. Sedangkan server adalah pusat datanya. Begitu kita kontak si Anu, server akan mencari di database-nya kemudian mengirimkan pesan. Centing !!! Hape si Anu bunyi.

Flowchart Whatsapp, cara kerjanyaClient harus terhubung ke server dengan menggunakan internet. Kalo Client pengirim terhubung sedangkan si penerima tak terhubung internet, maka pesannya tidak akan pernah sampai.

Apa keuntungan si penyebar Hoax ini ? Saya tidak melihat untungnya, tetapi setiap orang kan berbeda-beda. Mungkin bagi mereka ada kepuasan tersendiri karena hoax-nya sukses. Psikopat ! Gila ringan ! Cacat dari lahir ! Trauma masa kecil !

Saya pernah membaca sekilas buku tentang psikopat. Mereka adalah jenis manusia yang bisa membunuh sambil tertawa kegirangan tanpa merasa bersalah. Bagaimana seorang manusia melakukan ini ? Salah satu penyebabnya adalah tidak berfungsinya sel otak bagian perasaan. Aneh kan ? Sel otak bagian perasaan ???? Tapi itulah yang saya baca.

Bagi psikopat yang otaknya cacat dari lahir ini, membunuh kucing dengan membunuh orang tidak ada bedanya. Dia tahu itu salah tetapi tidak merasa bersalah. Salah karena dilarang oleh keluarganya, teman-temannya, tetangganya dan masyarakat sekitarnya. Tapi dia sendiri tidak merasa salah karena sensor “nuraninya" tidak bekerja semestinya.

Jenis orang seperti ini menimbulkan dilema. Dihukum mati tidak tepat karena bukan murni kesalahannya. Tidak dihukum mati juga berbahaya bagi masyarakat. Mungkin atas dasar inilah ada hukuman seumur hidup.

Psikopat-psikopat ini sulit dikenali karena tidak memiliki ciri khusus. Mereka sama dengan anda atau saya. Tidak aneh-aneh, tidak menarik perhatian dan tampak normal. Satu-satunya ciri psikopat yang bisa dikenali ini adalah pendiam. Tetapi itupun masih terlalu umum.

Saya ini juga pendiam (kalo belum kenal)... bukan berarti saya psikopat loh ya ! Teman anda pendiam, tetangga anda pendiam...itu kesan pertama yang tidak bisa dijadikan penilaian kepribadian yang sah. Semua orang Indonesia rata-rata pendiam. Tapi kalo wes kenal...wiiiik urakan ! Gak karu-karuan !

Hoax yang saya ceritakan di atas adalah jenis hoax yang murni hoax. Informasi dan berita bohong yang sengaja disebar luaskan untuk kepuasan pribadinya. Sangat berbeda bentuknya dengan hoax jaman sekarang ini. Pelakunya bukan seorang psikopat, tetapi orang yang butuh uang, haus kekuasaan atau menutupi kebenaran.

Menyebar Hoax itu mudah namun tidak murah. Coba saja broadcast barang dagangan anda lewat BBM, Whatsupp, Line, Facebook, Youtube, instagram dan semua sosial media yang ada. Lakukan sendiri, setiap hari dan berulang kali. Saya jamin...saya berani jamin….hoax anda akan hilang dalam sekejap. Mengapa ? Karena semua orang sudah pada pinter dan tidak ada pemicunya.

Apa yang terjadi di internet tetap di internet. Tidak memiliki efek ke media lainnya. Berbeda sekali jika hoax ini dipicu melalui media massa dan televisi. Efeknya akan ke internet. Mengapa ? Karena masalah kredibilitas. Ketika koran Jawa Pos menulis hoax anda di halaman pertama. Orang akan tertarik dan mencari berita lainnya di internet. Mereka lalu menulis di wall Facebook-nya, instagramnya dan men-share ke grup WA-nya.

Bayangkan betapa cepat Hoax ini menyebar karena pengaruh media massa yang terbitnya sekali sehari ini. Bukankah efek domino-nya akan lebih dahsyat jika ditayangkan secara live di TV ? Ada videonya, ada pelakunya dan kejadiannya saat ini juga ? Bayangkan lagi jika hoax ini disiarkan berulang-ulang setiap hari ! Siapa yang tidak percaya dengan kredibilitas stasiun Televisi ?

" Membuat Hoax itu mudah, menyebarkannya juga mudah. Yang sulit adalah mempopulerkan Hoax.

Biayanya Mahal !"

Masalahnya...ada nggak TV yang mau meliput hoax yang anda buat ? Emang lu siapa ? Latar belakang saja gak jelas,duit kagak punya, prestasi gak ada ! Minggir ae ke sono ! Gangguin orang kerja aja lu ! Ini 500 perak...sana...sana...sana….

Sama halnya dengan seorang Buni Yani. Mengedit video bisa dilakukan siapa saja, kapan saja. Tidak perlu komputer canggih. Sebuah ponsel seharga sejuta sudah bisa memotong durasi video. Dosen iseng ini ditemukan secara acak dan dijadikan umpan untuk menangkap singa dari Yehuda. Atau bisa aja dibayar untuk membuat hoax. Mana motif yang sesungguhnya hanya dia dan Tuhan yang tau.

Omong-omong tentang dosen, bukankah si Anies juga seorang dosen. Apa mungkin ada hubungannya di sini ? Saya tidak tahu, tetapi bisa dipaksakan untuk dihubung-hubungkan sih.

Mengapa perlu Buni Yani ? Karena itu kesempatan emas. Ada topik menarik yang bisa dijadikan senjata untuk menyerang. Gratis lagi ! Sekarang hanya tinggal pemicu-nya untuk mem-blow up status iseng ini.

BOOOOOM ! Mbledos !

Jadilah seperti sekarang ini. Pertanyaannya, apakah ini hoax ? Bukankah definisi hoax adalah informasi palsu, berita bohong atau mengakali seseorang untuk mempercayai sesuatu ? Informasinya benar, kejadiannya asli. Jadi 66,66% bukan hoax. Hanya 33,34% unsur mengakali seseorang untuk mempercayai sesuatu.

Dengan kata lain, hoax telah mengalami evolusi. Bukankah ada pernyataan, “Mana fotonya ? Kalo tidak ada fotonya itu Hoax !” Video editan Buni Yani ini lebih dari yang dibutuhkan untuk mematikan hoax. Ini video brooo ! Ini lebih dari foto, man ! Ini asli...sli...sli. Tidak dapat disangkal kebenarannya ! Aku loh seorang jurnalis yang mengerti prinsip-prinsip jurnalistik dan juga seorang dosen yang otaknya encer !

Dulu hoax menggunakan surat pake perangko. Berkembang menjadi SMS. Bertumbuh mengikuti broadcast BBM, whatsupp dan facebook. Sekarang Hoax berkembang lebih meyakinkan lagi dengan video.

Asal mula video Ahok dari facebook Buni Yani

Dulu hoax hanya muncul di chatting saja. Sekarang hoax banyak muncul di Youtube yang seringkali menggoda kita untuk meng-klik-nya. Mengganggu sekali ! Judulnya dibuat to-the-point tetapi isinya sama. Satu video di-upload berkali-kali dengan judul yang berbeda. Jelas ini bukan dilakukan orang iseng.

Orang iseng itu seperti Buni Yani yang membuat satu video kualitas terbaik. Lain dengan orang yang dibayar untuk melakukan sesuatu. Dia mau meng-upload satu video berulang-ulang karena dibayar Pay-Per-Upload. Kan sudah saya katakan tadi. Menyebarkan Hoax itu mudah, men-sukses-kan hoax itu yang mahal.

Saya tau ada orang yang mau dibayar Rp 10.000 untuk meng-upload per-video. Dia ada software upload massal yang canggih. 100 video yang sama dengan judul berbeda itu cukup dengan menekan tombol enter sekali.l Artinya sejuta sehari itu gampang sekali. Di tengah kondisi perekonomian yang lesu, easy money seperti ini adalah tawaran yang harus diterima. Seperti petir di siang bolong ding !

Buni Yani dipenjara karena kasus videoVideo yang banyak di-upolad di Youtube kurang tepat disebut sebagai hoax. Disebut sebagai fitnah juga kurang pas. Apa ya….istilah yang tepat untuk sebuah video yang dipotong-potong itu ? Sebuah video berdurasi 108 menit dipotong menjadi 20 detik. Atau 6.480 detik dipotong menjadi 20 detik. Atau 0,3% dari aslinya. Secuil pun gak ada.

Kejam ! Bajingan….adalah sebutan untuk perbuatannya. Tetapi saya tetap tidak menemukan istilah yang tepat. Mungkin pemutar balikan fakta lebih mendekati daripada hoax.

Saya kasih contoh aja ya, kalimat lengkapnya,

“ Acoy ini orangnya kejam, tidak berperasaan, kurang ajar, sadis, tidak tahu malu. Tetapi dibandingkan adiknya. Si Acoy ini bagaikan malaikat. “

Kalimat yang saya sebar luaskan menjadi seperti ini, “Acoy ini orangnya kejam, tidak berperasaan, kurang ajar, sadis, tidak tahu malu.”

Apa tanggapan teman Acoy ketika membaca tulisan saya yang telah di potong itu ? Marah...jelas, pasti !

Saya yang gak ngerti apa-apa. Dimaki-maki teman Acoy. Loh orang memuji kok malah dimarahi. Bingung kan ?

Istilah mengadu domba rasanya lebih tepat. Saya gak ngerti masalahnya dan yang memaki juga tidak ngerti kalimat lengkapnya. Puji Tuhan...saya tinggal serumah dengan orang model beginian !


CARA MENGECEK KEBENARAN HOAX

Hoax yang lagi naik daun sekarang ini adalah hoax video. Kenapa ? Karena hoax lewat SMS, broadcast atau media tulisan sudah kurang efektif. Mengapa tidak efektif ? Karena orang-orang tambah pinter. Saya yakin, nanti juga hoax lewat video juga tidak efektif.

Cara mengecek kebenaran video hoax, yang bisa kita lihat di Youtube itu dengan melihat durasi waktunya. Kalau pendek, dibawah 5 menit, kemungkinan besar hoax. Apalagi yang 2 menitan. Sedangkan video 20 menit bisa hoax, bisa tidak. Tergantung isinya.

Mengapa kita harus berhati-hati dengan video pendek ini ? Karena kita tidak tahu konteksnya. Sepenggal ucapan seseorang bisa memiliki arti yang berbeda diluar konteksnya. Apa pendapat anda dengan kalimat ini, “ Jangan percaya dengan agama kristen. Karena akan membuat anda jadi orang munafik….”

Lhuk...ajaran sesat ! Pendeta sesat !

Kalimat lengkapnya seperti ini, “ Jangan percaya dengan agama kristen. Karena akan membuat anda jadi orang munafik. Tetapi ikutilah teladan Yesus. “

Kemungkinan besar, video pendek itu adalah penggalan atau editan dari aslinya. Si pengunggah video ini mendengarkan detik-demi-detik, mencari ucapan yang dapat digunakan untuk memojok-kan orang tersebut. Dengan kata lain, it’s a bullshit si Buni Yani tidak sengaja, salah mendengarkan atau alasan apa kek. “

Coba deh...anda pelotototi video aslinya yang berdurasi 1 jam 48 menit ini. Di menit dan detik berapa ucapan om Ahok ini berada ? Lagipula, si SBY ini tidak hadir langsung di Kepulauan Seribu.

Karena tahu bahwa video hoax berdurasi pendek tidak efektif lagi, maka orang-orang yang dibayar ataupun simpatisan tertentu meng-upload video panjang agar lebih dapat dipercaya. Tetapi video yang panjang juga berarti konteks yang lengkap. Susah sekali untuk diplintirkan. Karena sudah dibayar, maka perkerjaan harus diselesaikan.

Jadilah sebuah video yang merupakan gabungan dari beberapa video. Video utamanya di 1 menit pertama lalu disambung dengan video-video lain yang gak jelas isi beritanya. Pokoke, yang penting kelihatan 20 menit gitu !

Video durasi panjang memiliki kredibilitas yang lebih baik daripada video pendek. Tetapi sedikit yang mau liat video panjang karena masalah kuota internet. Laaaah….kan sia-sia dong pak ? Loooh...bukan urusanku. Pokoke aku dibayar buat upload video. Masalah berhasil ato gak yo bukan urusanku toh yo….

" Video 1-2 menit cenderung HOAX,

video 10 menit tidak ada yang mau melihat. Hoax pada akhirnya akan mati sendiri. "

Kebenaran pada akhirnya akan muncul sendiri. Kebohongan pada akhirnya akan terkuak. Karena itu sampaikan kebenaran, sehingga anda tidak perlu mengingat-ingat kembali ucapan anda. Pejabat yang sering ngomong lupa...lupa….lupa dan lupa itu patut dicurigai !

Pada awal-nya, hoax adalah kerjaan orang iseng yang punya kelainan jiwa. Apa untungnya menyebar berita palsu dan kabar bohong ? Gak ada sama sekali. Tetapi baginya, berhasil menipu orang lain menimbulkan kenikmatan dari dalam dirinya. Hah ?! Kenikmatan seperti apa ?

Saat ini di Indoesia, hoax banyak dilakukan oleh penguasa dan calon penguasa untuk menjatuhkan kredibilitas lawannya. Loh, berarti mereka memiliki kelainan jiwa dong Pak ? Waduh….gak kenal aku rek !

Mengapa menggunakan hoax untuk menyerang lawannya ? Apa tidak ada cara lain ? Seperti pemaparan rencana kerja ? Penyampaian visi dan misi ? Unjuk prestasi kerja ? Dialog, debat, sosialiasi dan cara kreatif lainnya ?

Sekali lagi….namanya orang memiliki kelainan jiwa ya seperti itu….beda dengan orang normal seperti anda dan saya. Jalan pikirannya tidak bisa kita selami. Jadi maklum saja, jangan diambil hati, jangan dipikiri dan enjoy aja. Toh kebenaran akan terungkap dengan sendirinya, tepat pada waktunya. Kebohongan dan bau busuk pasti akan terkuak.

Hoax tidak pernah diketahui sumbernya. Pesan yang anda terima di grup whatsupp dan BBM pasti hoax. Hapus semua informasi yang menjelek-jelekan seseorang karena itu pasti hoax. Ngapain dibaca ? Kenal sama orangnya saja enggak. Lagian, kalo anda membacanya, terus termakan issue itu dan ketemu sama orangnya….persepsi anda jelas berbeda. Padahal, belum tentu dia jenis orang seperti itu.

Sebelum meneruskan broadcast yang anda terima dari sumber yang tidak jelas, tanyakan pertanyaan ini kepada anda, “ Bagaimana kejadian sesungguhnya ? Kapan peristiwa itu terjadi ? Apakah saya tahu atau kenal dengannya ? Apa untungnya bagi saya ? “

Kalau jawabnya, “ Tidak tahu, tidak tahu, tidak kenal, tidak ada untungnya dan tidak tidak tidak…. “ Delete saja ! Blacklist kontaknya dari grup anda. Masalah kita sendiri sudah banyak, gak usah ditambahi dengan orang yang memiliki masalah kejiwaan. Gak mungkin menang lawan orang jenis ini. Mereka gak mikir masa depan dan gak mikir anak cucunya. Pokoke hidup sekali, untuk dirinya sendiri.

Tetapi kalo anda penasaran dengan kebenarannya, maka browsing ae tanya mbah google. Biasanya hasil pertama langsung menjawab pertanyaan dan keraguan anda. Ini contoh hoax tentang Panglima TNI Gatot Nuryanto.

Yang harus anda cermati adalah nama website-nya. Paling baik yang berakhiran .co.id, kemudian .com. Waspadalah dengan website diluar ekstensi diatas. Seperti .net, .org, .id dan lainnya yang gak jelas. Mengapa ?

Untuk alamat website yang berakhiran .co.id memerlukan TDP, NPWP, KTP dan dokumen lainnya. Jadi kredibilitas domainnya cukup tinggi. Tidak semua orang bisa membuat alamat website .co.id ini. Contohnya www.metrotv.co.id.

Sedangkan untuk website dengan ekstensi .com bisa dibeli siapa saja, siapa cepat dia dapat. Selain itu, akhiran .com adalah TLD atau Top-Level-Domain yang populer, nglontok di pikiran dan menjadi generik di persepsi semua orang. Begitu kita menyebutkan nama domain kita, pemikiran orang sudah pasti ke arah .com ini. Sehingga menjadi incaran orang-orang. Contohnya ya www.kompas.com, www.detik.com, www.Jawapos.com .

Bagaimana dengan website www.beritadetik.com, www.kompasindonesia.com atau www.koranJawaPos.com ? Yah itulah dunia internet…. Semua orang bisa membeli nama website dengan bebas. Bahkan www.JawaaPos.com pun bisa kita beli. Dan ini jelas berbeda dengan www.JawaPos.com atau www.JawaPoss.com. Tapi, anda bisa dituntut dan dipenjara kalo berani membuat nama domain yang mirip seperti ini.

Contoh situs Hoax

KESIMPULAN
Jangan menjadi penyebar hoax, biarlah kabar bohong itu berhenti di anda, anda dan anda ! Informasi yang kelihatannya berguna tetapi tidak diketahui kebenarannya jangan diteruskan. Jadilah pembawa kedamaian, bukan agen kebencian.

Adu domba itu jahat dan kejam karena domba-dombanya tidak tahu kalo sedang diadu.

 

Share this content

ARTIKEL TERBARU

ARTIKEL EKONOMI

OTOMOTIF

POLITIK

ARTIKEL LEPAS