Website Wapannuri

SEBUAH OBROLAN JAGA MALAM

Kemarin malam, aku kena giliran jaga malam di kampungku. Hal ini memang suatu kewajiban seorang warga yang tinggal di kampung. Entah itu aku suka atau tidak, jaga malam adalah kewajiban. Sebuah lawan dari kata hak. Jika aku mempunyai hak sebagai warga kampung, maka aku juga mempunyai kewajiban. Saya harapkan anda juga memiliki pemahaman seperti saya.

Beruntung juga aku, yang jadi teman se-jaga malam adalah pak staf RT dan seorang teman lama waktu masih aktif maen basket. Ha...ha...ha...jadi waktunya terasa berjalan dengan cepat.

Pukul 12.30 malam, aku terjaga dari tidurku (terlambat 1,5jam dari jadwal ^-^’). Langsung aku ganti baju (bolong-bolong) dan celana pendek kesayanganku (juga bolong) dengan baju yang lebih sopan. Segera ku ambil jaket hadiah dari sepeda motorku dan berangkat menuju pos keamanan. Dan tentunya dengan setengah sadar karena baru bangun tidur)

Sesampai di pos, pak staf RT yang sudah duluan tiba menyambut diriku yang setengah sadar dengan ramahnya. Di atas meja sudah tersedia terang bulanHolian, roti goreng dan sepanci kopi anget. Langsung saja tak tuangkan kopi anget ke gelasku....serrrr....langsung terasa rasa pahit dan manis di tenggorokanku. Begitu sampai di perut langsung pulih kesadaranku...nikmatnya kopi anget waktu jaga malam....ha...ha...ha...

Lalu....mulailah obrolan jaga malam kita...

 

KORUPSI NEGARA KITA
Obrolan yang paling menarik dan membuat mata menjadi tahan melek adalah yang satu ini. Dan karena kita bukan politikus dan bukan ketua partai maka tingkat korupsi yang kita bicarakan hanya sebatas tingkat RT – RW saja.

Obrolan Korupsi

Kadang kala, kita juga melakukan korupsi, namun korupsi yang tersembunyi. Percaya atau tidak ???

Kampung tempat tinggalku termasuk yang basah loh. Karena banyak usaha kecil di sekitar rumahku. Mulai dari pabrik jam tangan, pabrik sepeda, dan pabrik box besi. Hubungannya ada di iuran kampung yang ditarik oleh RT setempat. Tentunya nilai iuran kampung rumah tempat tinggal berbeda dengan iuran rumah tempat usaha. Rumah tempat usaha dikenai iuran yang lebih tinggi...gitu loooh!

Permasalah mulai muncul waktu pemilihan ketua RT untuk periode baru. Pak RT lama yang udah menjabat selama 2 periode eman dengan kursinya saat ini. Mulailah dia melakukan manuver – manuver politiknya (gilaaa nggak....pak RT udah menerapkan politik di kampung!)

Yang pertama adalah isu – isu negatif yang ditiupkan oleh orang – orang tak jelas mengenai calon – calon RT baru. Yang inilah...yang itulah...pokoknya yang negatif!  Strategi kedua adalah penggalangan tanda tangan. Maksudnya mengumpulkan massa untuk mendukung dirinya.

Tetapi...malang benar pak RT lamaku. Musuh yang dia hadapi waktu itu bukan orang baru dalam dunia perRT-an. Singkat cerita, pak RT lama tersebut kalah dalam pemilihan RT. Dan yang lebih parah...semua tingkah lakunya yang tidak bermoral tersebut terungkap ke permukaan. Selain kehilangan jabatannya, dia menanggung aib perbuatan masa lalunya.

Setelah mendengar cerita dari staf RT yang juga tetanggaku itu, aku berpikir dalam hati. Ya ampun, ternyata menjadi ketua RT itu juga mempunyai kesempatan untuk korupsi. Lain kali aku mau mencalonkan diri sebagai ketua RT aja ah...

Kasus berikutnya, dan ternyata aku baru tahu kalau ketua RT bisa mengajukan permintaan dana untuk pembangunan kampungnya. Pak RT meminta bantuan kepada pemerintah kota untuk memperbaiki selokan.

Setelah melalui beberapa proses, maksud saya proses penyunatan, maka turunlah dana tersebut ke pak RW setempat. Berangkatlah pak RT-ku untuk ketemu dengan atasannya. Setelah berbicara sejenak, maka pak Big Bos memutuskan untuk mengatur pembangunannya tanpa pertimbangan pak RT. Karena kalah pangkat, pak RT manggut-manggut. Seminggu kemudian....yaaa ampun......

Menurut perkiraan pak RT dan staf-stafnya, perbaikan selokan tersebut memakan dana sekitar Rp xxx.xxx. Padahal dana yang keluar dari pemkot (setelah disunat sana-sini) adalah Rp x.xxx.xxxx.....(berarti, setelah aku berhasil menjadi ketua RT, aku harus mengajukan diri menjadi pak RW)

Tak terasa...waktu sudah menunjukkan pukul 3 pagi......
Yuk pulaaang...pulaaaang.....nanti ikut jaga malam lagi di putaran pilkada kedua....maaak nyoooosssssssss......

Share this content

ARTIKEL TERBARU

ARTIKEL EKONOMI

OTOMOTIF

POLITIK

ARTIKEL LEPAS